Membentak sering kali menjadi respons spontan ketika anak sulit diatur atau mengulang kesalahan yang sama. Padahal, cara ini belum tentu efektif untuk membuat anak memahami kesalahannya.
Dilansir dari primayahospital.com, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membentak anak dapat berdampak pada kondisi psikologis, perilaku, hingga hubungan anak dengan orangtuanya. Bahkan, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH), pola asuh yang disertai bentakan justru dapat meningkatkan perilaku memberontak pada anak. Jika terus terjadi, anak juga berisiko menjadi lebih tertutup dan menjauh dari orangtua.
Lantas, bagaimana cara menegur anak tanpa harus membentak? Berikut Popmama.com telah merangkum tujuh caranya.
