Mengetahui anak mengambil barang yang bukan miliknya tentu bisa membuat orangtua merasa marah, kecewa, sekaligus bingung harus bersikap seperti apa.
Meski begitu, penting bagi orangtua untuk menahan emosi dan tidak langsung memberikan hukuman yang keras. Pasalnya, cara orangtua merespons situasi ini dapat memengaruhi bagaimana anak memahami kesalahannya.
Perlu dipahami bahwa tidak semua anak yang mencuri melakukannya karena memiliki niat buruk. Pada usia tertentu, anak mungkin belum benar-benar memahami konsep kepemilikan.
Bisa juga anak melakukan tindakan tersebut karena rasa penasaran, dorongan sesaat, hingga ingin mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, orangtua perlu mengajak anak berdiskusi dengan tenang agar dapat mengetahui alasan di balik perilakunya.
Berikut Popmama.com telah merangkum tujuh cara menegur anak yang mencuri tanpa membuatnya trauma.
