Kemampuan memahami bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari remaja. Melalui keterampilan ini, mereka dapat mengikuti pelajaran di kelas, memahami instruksi, serta menjalin komunikasi dengan teman sebaya. Ketika kemampuan memahami bahasa mengalami hambatan, remaja bisa terlihat kesulitan mengikuti percakapan atau menangkap maksud dari orang lain.
Dilansir dar laman understood.org Kondisi tersebut dikenal sebagai receptive language disorder, yaitu gangguan yang membuat seseorang kesulitan memahami bahasa lisan. Masalah ini bukan disebabkan oleh gangguan pendengaran maupun tingkat kecerdasan. Remaja dengan kondisi ini tetap memiliki kemampuan berpikir yang baik, tetapi mengalami tantangan dalam memahami makna dari kata, kalimat, atau percakapan. Secara umum, language disorder terbagi menjadi tiga jenis, yaitu
expressive language disorder (kesulitan mengekspresikan bahasa),
receptive language disorder (kesulitan memahami bahasa), dan
mixed receptive-expressive language disorder (kesulitan memahami sekaligus mengekspresikan bahasa).
Tanda-tanda receptive language disorder sering kali baru terlihat lebih jelas saat anak memasuki usia sekolah hingga remaja. Mereka mungkin tidak merespons dengan tepat, memberikan jawaban di luar konteks, atau salah memahami maksud orang lain.
Berikut Popmama.com telah merangkum 7 ciri-ciri receptive language disorder pada remaja.
