Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Doa Agama Buddha untuk Keselamatan, Bisa Dilafalkan Setiap Saat

Doa Agama Buddha untuk Keselamatan, Bisa Dilafalkan Setiap Saat
Unsplash/Marcos Paulo Prado
Share Article

Ketika seseorang sedang mengalami masa-masa sulit, entah itu terkena musibah, sakit, dan lain sebagainya, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memohon keselamatan.

Berdoa menjadi kegiatan yang dapat memperkuat keimanan serta memupuk karma baik. Maka dari itu, membaca doa penting untuk dilakukan setiap saat.

Dalam agama Buddha, terdapat banyak doa dalam bentuk sutra atau paritta yang bisa dipanjatkan untuk keselamatan sebagai bentuk perlindungan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha.

Untuk itu, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa doa agama Buddha untuk keselamatan yang ditulis dalam Bahasa Pali beserta artinya.

  1. 1. Jinapanjara Gatha (Gatha Istana Buddha)

    Jinapanjara Gatha atau Jinapanjara Paritta merupakan salah satu doa agama Buddha yang bisa dibacakan untuk keselamatan sekaligus perlindungan dari mara bahaya. Secara umum, paritta ini berisi tentang penghormatan kepada Para Buddha beserta siswa-Nya.

    Paritta ini juga disebut sebagai "Gatha Istana Buddha", karena setiap syair di dalamnya disebutkan bahwa tubuh seseorang yang melafalkan doa ini akan dikelilingi oleh berkat, sifat mulia, dan keunggulan dari Para Buddha serta para siswa-Nya.

    Jinapanjara Gatha dapat Mama lafalkan bersama anak kapan saja dan di mana saja. Berikut adalah isi syairnya dalam Bahasa Pali beserta artinya:

    Jayasanagata Buddha

    Jetava Maram savahanam

    Catu-saccasabham rasam

    Ye pivimsu narasabha

       

    Tanhamkaradayo Buddha

    Attha-visati nayaka

    Sabbe patitthita mayham

    Matthake te munissara

       

    Sise patitthito mayham

    Buddho dhammo davilocane

    Sangho patitthito mayham

    Ure sabba-gunakaro

       

    Hadaye me Anuruddho

    Sariputto ca dakkhine

    Kondanno pitthi-bhagasamim

    Moggallano ca vamake

       

    Dakkhine savane mayham

    Asum Ananda-Rahulo

    Kassapo ca Mahanamo

    Ubhasum vama-sotake

       

    Kesante pithi-bhagasamim

    Suriyo va pabhamkaro

    Nisinno siri-sampanno

    Sobhito muni-pungavo

        

    Kumara-kassapo thero

    Mahesi citta-vadako

    So mayham vadane niccam

    Patitthasi gunakaro

       

    Punno Angulimalo ca

    Upali Nanda-Sivali

    Thera panca ime jata

    Nalate tilaka mama

       

    Sesasiti mahathera - Vijita jina-savaka

    Etesiti mahathera - Jitavanto jinorasa

    Jalanta sila-tejena - Angamangesu santhita

       

    Ratanam purato asi

    Dakkhine Metta-suttakam

    Dhajaggam pacchato asi

    Vame Angulimalakam

       

    Khandha-Mora-parittanca

    Atanatiya-suttakam

    Akase chadanam asi

    Sesa pakara-santhita

       

    Jinananavala-samyutta - Satta-pakara-lamkata

    Vata-pitt'adi-sanjata - Bahirajjhatt'upaddava

    Asesa vinayam yantu - Ananta-jina-tejasa

       

    Vasato me sakiccena - Sada Sambuddha-panjare

    Jina-panjara-majjhamhi - Viharantam mahitale

    Sada palentu mam sabbe - Te maha-purisasabha

       

    Iccevamanto sugutto surakkho - Jinanubhavena jitupaddavo

    Dhammanubhavena jitarisangho - Sanghanubhavena jitantarayo

    Saddhammanubhava-palito - Carami jina-panjare'ti

    Artinya:

    Para Pahlawan telah menduduki Tahta Kemenangan

    setelah mengalahkan semua kejahatan Mara Pengoda

    berkat Empat Kesunyataan Mulia

    yang telah ditembus oleh Para Pemimpin tersebut

       

    Sang Tanhankara Buddha

    beserta keduapuluhdelapan Buddha lainnya

    Semoga mereka bersemayam di atas kepalaku

       

    Semoga Buddha bersemayam di kepalaku,

    Dhamma di kedua mataku,

    dan Sangha tempat berbuat semua jasa kebajikan

    bersemayam di bahuku

       

    Semoga Anuruddha bersemayam di hatiku,

    Sariputta di sisi kananku,

    Kondanna di sebelah belakangku,

    dan Moggallana di sisi kiriku

       

    Di telinga kananku,

    beradalah Ananda dan Rahula

    Kassapa dan Mahanama,

    Beradalah di telinga kiriku

       

    Di belakang dari ujung-ujung rambutku

    bersinarlah cemerlang laksana Sang Surya,

    disanalah bertahta dengan Agung-Nya Sobhita,

    Buddha yang memancarkan sinar yang Maha Sempurna

       

    Sang Kumara Kassapa yang terpujikan,

    Pengkhotbah yang Maha Pandai,

    Ladang dari segala Kebajikan,

    senantiasa berdiam di mulutku

       

    Punna, Angulimala,

    Upali, Nanda dan Sivali

    Kelima Thera Mulia ini

    Bersemayam di dahiku bagaikan Tilaka

       

    Delapan puluh Mahathera lainnya,

    Siswa-siswa dari Sang Pemenang

    Bercahaya dalam Kemenangan akan Kebajikan

    bersemayamlah di bagian-bagian lain dari tubuhku

       

    Ratana Sutta berada di hadapanku,

    Di sebelah kananku adalah Metta Sutta,

    Dhajagga Sutta berada di belakangku,

    dan di sebelah kiriku ada Angulimala Sutta

       

    Perlindungan dari Khanda dan Mora Paritta,

    serta Atanatiya Sutta

    bagaikan atap-atap langit,

    dan sutta-sutta lainnya bagaikan dinding pelindung di sekitarku

       

    Dengan Kekuatan Kebaikan Mereka yang tak terbatas,

    dengan aku yang berada di tengah Istana Buddha dalam dunia ini,

    semoga semua halangan dari dalam dan luarku hilang tanpa terkecuali

       

    Melindungiku sedemikian rupa dalam setiap kesempatan,

    mengatasi semua kesukaran dengan kekuatan Sang Pemenang,

    semoga semua Manusia Besar tersebut selalu melindungiku

       

    Semoga dengan Karunia Buddha, Dhamma dan Sangha,

    aku dapat mengalahkan pasukan musuh dari nafsu-nafsu indriya

    dan hidup terjaga oleh Dhamma yang Sempurna.

  2. 2. Pattumodana Paritta (Doa Keselamatan)

    Pexels/Just Life
    Pexels/Just Life

    Pattumodana Paritta, atau yang dikenal juga dengan sebutan "Pattanumodana", "Patti Anumodana", atau "Doa Keselamatan" merupakan salah satu paritta yang juga sering dibacakan oleh umat agama Buddha dalam memohon perlindungan untuk keselamatan.

    Dalam versi Srilanka, paritta ini termasuk dalam Jinapanjara Gatha, tepatnya pada bagian akhir. Pattumodana Paritta dapat dibacakan bersamaan dengan Jinapanjara Gatha, tetapi juga bisa dilafalkan sendiri secara terpisah.

    Berikut adalah isi dari Pattumodana Paritta dan artinya:

    Sabbavamanggala mupaddava dunnimitam

    Sabbitiroga gahadosa masesa ninda

    Sabbantaraya bhaya dussipinam akantam

    Buddhanubhava pavarena payatu nasam

       

    Sabbavamanggala mupaddava dunnimitam

    Sabbitiroga gahadosa masesa ninda

    Sabbantaraya bhaya dussipinam akantam

    Dhammanubhava pavarena payatu nasam

       

    Sabbavamanggala mupaddava dunnimitam

    Sabbitiroga gahadosa masesa ninda

    Sabbantaraya bhaya dussipinam akantam

    Sanghanubhava pavarena payatu nasam

    Artinya:

    Segala kemalangan, karma-karma buruk dan tanda-tanda jelek

    Berbagai penyakit, pengaruh-pengaruh jahat, kesalahan-kesalahan dan ancaman-ancaman bahaya

    Ketakutan, kecemasan dan mimpi-mimpi buruk yang tak diinginkan

    Semoga semuanya lenyap, berkat pancaran kekuatan suci Sang Buddha

       

    Segala kemalangan, karma-karma buruk dan tanda-tanda jelek

    Berbagai penyakit, pengaruh-pengaruh jahat, kesalahan-kesalahan dan ancaman-ancaman bahaya

    Ketakutan, kecemasan dan mimpi-mimpi buruk yang tak diinginkan

    Semoga semuanya lenyap, berkat pancaran kekuatan suci Dhamma

       

    Segala kemalangan, karma-karma buruk dan tanda-tanda jelek

    Berbagai penyakit, pengaruh-pengaruh jahat, kesalahan-kesalahan dan ancaman-ancaman bahaya

    Ketakutan, kecemasan dan mimpi-mimpi buruk yang tak diinginkan

    Semoga semuanya lenyap, berkat pancaran kekuatan suci Sangha

  3. 3. Ratana Sutta (Sutra Permata)

    Ratana Sutta merupakan sutra yang terdiri dari 17 ayat, yang berisi tentang pujian terhadap sifat-sifat yang dimiliki oleh Tiga Permata (ratana), yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha.

    Pada masa kehidupan Sang Buddha, Ratana Sutta pertama kali dibabarkan di kota Vesali, yang mana saat itu terjadi wabah kelaparan yang mengakibatkan banyak orang tewas. Sutra ini dibacakan sebagai tanda perlindungan bagi penduduk di kota Vesali.

    Melihat dari latar belakang tersebut, Ratana Sutta dapat dijadikan sebagai doa bagi umat agama Buddha untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Tiga Permata. Berikut ini isi dari Ratana Sutta beserta artinya:

    Yanidha bhutani samagatani,

    Bhummani va yani va antalikkhe.

    Sabbe va bhuta sumana bhavantu,

    Atho pi sakkacca sunantu bhasitam.

       

    Tasma hi bhuta nisametha sabbe,

    Mettam karotha manusiya pajaya.

    Diva ca ratto ca haranti ye balim

    Tasma hi ne rakkhatha appamatta.

       

    Yam kinci vittam idha va huram va,

    Saggesu va yam ratanam panitam;

    Na no samam atthi Tathagatena,

    Idam pi Buddhe ratanam panitam;

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Khayam viragam amatam panitam,

    Yad-ajjhaga Sakya-muni samahito;

    Na tena dhammena samatthi kinci,

    Idam pi Dhamme ratanam panitam;

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Yam Buddha-settho parivannayi sucim,

    Samadhim-anantarikan-nam-ahu;

    Samadhina tena samo na vijjati,

    Idam pi Dhamme ratanam panitam;

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Ye puggala attha satam pasattha,

    Cattari etani yugani honti;

    Te dakkhineyya Sugatassa savaka,

    Etesu dinnani mahapphalani;

    Idam pi Sanghe ratanam panitam,

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Ye suppayutta manasa dalhena,

    Nikkamino Gotama-sasanamhi;

    Te patti-patta amatam vigayha,

    Laddha mudha nibbutim bhunjamana;

    Idam pi Sanghe ratanam panitam,

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Yathinda-khilo pathavim sito siya,

    Catubbhi vatebhi asampakampiyo.

    Tathupamam sappurisam vadami,

    Yo ariya-saccani avecca passati.

    Idam pi Sanghe ratanam panitam,

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Ye ariya-saccani vibhavayanti,

    Gambhira-pannena sudesitani.

    Kin-capi te honti bhusappamatta,

    Na te bhavam atthamam-adiyanti.

    Idam pi Sanghe ratanam panitam,

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Saha vassa dassana-sampadaya,

    Tayassu dhamma jahita bhavanti.

    Sakkaya-ditthi vicikicchitan-ca,

    Silabbatam va pi yad-atthi kinci.

    Catuhapayehi ca vippamutto,

    Cha cabhithanani abhabbo katum.

    Idam pi Sanghe ratanam panitam,

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Kin-capi so kammam karoti papakam,

    Kayena vaca uda cetasa va.

    Abhabbo so tassa paticchadaya,

    Abhabbata dittha-padassa vutta.

    Idam pi Sanghe ratanam panitam,

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Vanappagumbe yatha phussi-tagge,

    Gimhana-mase pathamasmim gimhe.

    Tathupamam Dhamma-varam adesayi,

    Nibbana-gamim paramam hitaya.

    Idam pi Buddhe ratanam panitam,

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Varo varan-nu vara-do varaharo,

    Anuttaro Dhamma-varam adesayi.

    Idam pi Buddhe ratanam panitam,

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Khinam puranam navam natthi sambhavam,

    Viratta-cittayatike bhavasmim;

    Te khina-bija avirulhi-chanda,

    Nibbanti dhira yathayam padipo;

    Idam pi Sanghe ratanam panitam,

    Etena saccena suvatthi hotu.

       

    Yanidha bhutani samagatani,

    Bhummani va yani va antalikkhe.

    Tathagatam deva-manussa-pujitam,

    Buddham namassama suvatthi hotu.

       

    Yanidha bhutani samagatani,

    Bhummani va yani va antalikkhe.

    Tathagatam deva-manussa-pujitam,

    Dhammam namassama suvatthi hotu.

       

    Yanidha bhutani samagatani,

    Bhummani va yani va antalikkhe.

    Tathagatam deva-manussa-pujitam,

    Sangham namassama suvatthi hotu.

    Artinya:

    Makhluk apa pun yang berkumpul di sini

    Baik di dunia maupun di angkasa

    Semoga semuanya bersukacita

    Kini, dengarkanlah ajaran dengan hormat!

       

    Duhai para makhluk, perhatikanlah!

    Perlakukanlah semua manusia dengan cinta kasih

    Lindungilah mereka tanpa lengah,

    sebagaimana mereka menghanturkan sesajian siang dan malam

       

    Harta apa pun yang ada di alam ini atau di alam lain,

    atau mustika gemilang apa pun yang ada di alam surga

    Mustika itu tiada yang setara dengan Sang Tathagata

    Inilah mustika gemilang pada Sang Buddha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Sang Sakyamuni berhati teguh telah mencapai musnahnya kilesa,

    habisnya nafsu, nan abadi dan gemilang

    Tiada suatu apa pun setara dengan Dhamma

    Inilah mustika gemilang pada Dhamma

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Sang Buddha nan luhur memuji Samadhi,

    yang murni yang disebut Samadhi pemberi hasil langsung

    Tiada satu pun yang setara dengan Samadhi itu

    Inilah mustika gemilang pada Dhamma

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Delapan Makhluk Suci yang dipuji oleh para bijaksanawan

    Terdiri dari empat pasang Makhluk Suci

    Adalah siswa-siswa Sugata, yang patut menerima persembahan

    Dana yang dihanturkan kepada mereka memberi pahala besar

    Inilah mustika gemilang pada Sangha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Mereka telah berdaya upaya baik dalam ajaran Sang Gotama,

    berhati teguh, terbebas dari nafsu-nafsu

    Mereka telah mencapai yang patut dicapai, menembus Amerta

    Mencapai dan menikmati padamnya kilesa tiada sisa

    Inilah mustika gemilang pada Sangha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Bagaikan sebuah pilar pintu kota yang tertanam kuat di bumi

    Tak tergoyahkan oleh angin dari empat penjuru

    Demikianlah seseorang yang telah melihat Empat Kebenaran Mulia,

    Tathagata menyebutnya 'sappurisa', tak goyah oleh lokadhamma

    Inilah mustika gemilang pada Sangha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Mereka yang telah menembus Empat Kebenaran Mulia,

    yang telah dibabarkan jelas oleh Yang Maha Bijaksana

    Meski masih tergoda, mereka tak akan lahir sampai kedelapan kalinya

    Inilah mustika gemilang pada Sangha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Dengan kesempurnaan pandangan benar,

    Sotapanna telah mematahkan tiga belenggu,

    yakni pandangan salah tentang diri, keraguan,

    dan pandangan salah bahwa ritual dan upacara dapat membebaskan manusia

    Mereka telah bebas dari empat alam menyedihkan,

    dan tak mungkin melakukan enam kejahatan berat

    Inilah mustika gemilang pada Sangha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Perbuatan buruk apa pun yang masih bisa dilakukan,

    baik melalui jasmani, ucapan, ataupun pikiran

    Ia tidak akan menyembunyikan perbuatan buruk itu

    Tiada perbuatan buruk yang tertutupi

    bagi ia yang telah melihat Jalan Nibbana

    Inilah mustika gemilang pada Sangha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Bagaikan pohon nan rimbun

    Di hutan yang bermekaran bunganya di awal musim panas

    Demikian nan Agung telah dibabarkan,

    demi pencapaian Nibbana, sebagai manfaat terluhur

    Inilah mustika gemilang pada Sang Buddha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Sang Buddha nan luhur, penglihat Nibbana nan luhur,

    pemberi buah nan luhur, pembimbing ke jalan nan luhur,

    telah membabarkan Dhamma nan luhur tiada bandingnya

    Inilah mustika gemilang pada Sang Buddha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Telah sirna perbuatannya yang lampau

    Tiada pula perbuatannya yang baru

    Mereka yang bijaksana bebas dari kelahiran kembali,

    telah musnah benih-benih perbuatannya

    Tak tumbuh lagi tunas kelahiran kembalinya,

    mereka telah mencapai Nibbana bagai pelita yang pada mini

    Inilah mustika gemilang pada Sangha

    Dengan kebenaran ini, semoga tercapai kesejahteraan

       

    Makhluk apa pun yang berkumpul di sini

    Baik yang berada di dunia, ataupun di angkasa

    Marilah bersama-sama menghormat Sang Buddha

    Tathagata, yang dipuja para dewa dan manusia,

    semoga tercapai kesejahteraan

       

    Makhluk apa pun yang berkumpul di sini

    Baik yang berada di dunia, ataupun di angkasa

    Marilah bersama-sama menghormat Dhamma

    Tathagata, yang dipuja para dewa dan manusia,

    semoga tercapai kesejahteraan

       

    Makhluk apa pun yang berkumpul di sini

    Baik yang berada di dunia, ataupun di angkasa

    Marilah bersama-sama menghormat Sangha

    Tathagata, yang dipuja para dewa dan manusia,

    semoga tercapai kesejahteraan

       

    Itulah beberapa doa agama Buddha untuk keselamatan yang bisa Mama lafalkan bersama anak setiap saat.

    Perlu diingat bahwa doa-doa ini bisa dibacakan bersama beberapa sutra atau paritta lainnya, dan juga pelafalan ketiga doa di atas harus diimbangi dengan melakukan perbuatan baik agar dapat memberikan manfaat.

    Yuk, Ma, ajak anak untuk mengucapkan doa sebagai bentuk perbuatan baik!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More