5 Fakta Penembakan Mal di Thailand: Pelaku Masih Berusia 14 Tahun
-SCbWF1Y7OVYrM0lh0Jcx7zBVr3eeYTHh.jpg)
Dunia digegerkan oleh sebuah insiden yang baru-baru ini terjadi di Bangkok. Seseorang melakukan penembakan massal di mal Siam Paragon, Thailand, di saat jam sibuk. Kejadian ini kontan membuat banyak orang terkejut, terutama karena pelakunya masih berusia remaja.
Seperti apa fakta dan kronologi peristiwanya? Berikut ini Popmama.com merangkum informasinya:
1. Peristiwa terjadi saat kondisi mal sedang ramai

Peristiwa penembakan ini terjadi di sore hari, di mana mal Siam Paragon sedang banyak pengunjung. Siam Paragon sendiri adalah mal yang banyak dikunjungi wisatawan karena daya tarik wisata belanjanya.
Terdengar kurang lebih empat hingga lima tembakan. Kemudian suasana hening. Tak lama kemudian, terdengar lagi sekitar dua tembakan susulan.
Dari video yang beredar di media sosial, sesaat setelah penembakan terjadi, para pengunjung panik berlarian keluar dari mal untuk menyelamatkan diri.
2. Pelaku masih berusia 14 tahun

Diketahui, pelaku penembakan massal yang mengerikan tersebut adalah seorang remaja laki-laki. Usia pelaku masih 14 tahun. Pelaku menggunakan pistol Glock saat beraksi.
3. Ada korban tewas

Dilaporkan terdapat korban jiwa atas peristiwa ini. Tiga orang tewas dan tujuh orang mengalami luka-luka. Tentunya, peristiwa ini menyisakan trauma pada ribuan orang yang saat itu sedang menikmati waktunya di mal Siam Paragon.
4. Alami penyakit mental

Dari hasil interogasi sementara, Kepala Kepolisian Nasional Thailand menyatakan bahwa pelaku penembakan memiliki masalah mental. Pelaku sedang menjalani perawatan kejiwaan. Namun, ia melewatkan mengonsumsi obat-obatan dari psikiater sebelum peristiwa tersebut berlangsung.
Dilansir dari Mirror, pelaku mengatakan bahwa ia merasa seseorang akan menyerangnya sehingga ia defensif dan langsung mengeluarkan pistol untuk menembak orang lain.
5. Sedang menjalani pemeriksaan

Atas kejadian brutal ini, pelaku segera dibekuk oleh pihak kepolisian nasional Thailand.
Kolonel Polisi Noppadon Tiammetha, kepala kantor polisi Pathumwan di Bangkok, mengatakan kepada The Associated Press bahwa pelaku mempunyai lima dakwaan yang diajukan terhadapnya: pembunuhan berencana, percobaan pembunuhan, kepemilikan senjata api tanpa izin, membawa senjata api di tempat umum tanpa izin, dan menembak di depan umum tanpa izin.
Polisi menemukan bahwa pelaku menggunakan pistol kosong dan pistol plastik, kemudian menyesuaikannya dengan peluru asli sebelum menjalankan aksinya.
Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi dan orangtua diharapkan agar dapat mengawasi perilaku dan tontonan anak yang sekiranya mengandung unsur kekerasan agar anak tidak mencontohnya, serta pentingnya peranan orangtua dalam kehidupan sehari-hari anak agar orangtua tahu apa yang sedang menjadi kegelisahan anak.
Baca juga:



















