Wisata pantai (35%): Destinasi seperti Bali dan Phuket tetap jadi incaran utama untuk melepas penat.
Wisata kuliner (26%): Menjadikan pengalaman mencicipi makanan sebagai tujuan utama perjalanan.
Wisata perkotaan (12%): Memilih destinasi urban untuk eksplorasi gaya hidup dan wisata kota.
Perempuan Sebagai Penggerak Utama Tren Traveler 2026, Inspiratif!

Perempuan kini memegang peran utama dalam industri perjalanan global, dengan dominasi Milenial dan Gen Z yang aktif melakukan solo traveling untuk relaksasi dan pengembangan diri.
Dalam konteks keluarga, perempuan menjadi pengambil keputusan utama dengan 50% pemesanan liburan keluarga dilakukan oleh mereka, mencakup pengelolaan anggaran hingga pemilihan maskapai.
Mayoritas perempuan menunjukkan sikap proaktif dan terencana, terbukti dari 63% yang menambah perlindungan ekstra serta kebiasaan memesan tiket minimal dua minggu sebelum keberangkatan.
Emansipasi kini tidak hanya soal karier, tapi juga tentang keberanian perempuan dalam mengeksplorasi dunia dengan cara mereka sendiri.
Berdasarkan data transaksi AirAsia MOVE kuartal 1 sepanjang awal tahun 2026, terdapat perubahan besar di mana perempuan kini menjadi sosok utama yang menentukan arah industri perjalanan global.
Berikut Popmama.com rangkum laporan mengenai perilaku dan preferensi perjalanan perempuan yang perlu Mama ketahui!
Table of Content
1. Dominasi Milenial dan Generasi Z dalam tren solo traveling

Data menunjukkan bahwa mayoritas perempuan yang berani bepergian sendirian berasal dari usia produktif.
Sebanyak 46% solo traveler perempuan adalah generasi Milenial, diikuti oleh Gen Z sebesar 30% dan 24% lainnya.
Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan diri mereka untuk melakukan eksplorasi mandiri demi relaksasi maupun pengembangan diri.
2. Sosok 'arsitek' di balik liburan keluarga

Dalam lingkup keluarga, Mama bukan lagi sekadar pendamping, melainkan pengambil keputusan utama.
Tercatat sebanyak 50% pemesanan untuk kategori keluarga dan grup dilakukan oleh perempuan.
Angka ini menegaskan peran penting perempuan dalam mengelola anggaran, memilih maskapai, hingga menentukan waktu terbang yang paling nyaman untuk orang-orang tersayang.
3. Sangat proaktif dalam urusan perlindungan dan keamanan

Perempuan cenderung lebih matang dalam mempertimbangkan faktor risiko saat bepergian.
Terbukti, sebanyak 63% pengguna perempuan di aplikasi perjalanan proaktif menambahkan layanan perlindungan ekstra.
Layanan yang dipilih meliputi asuransi perjalanan, pemilihan kursi, hingga opsi pembatalan mudah (Easy Cancel) untuk menjamin kenyamanan.
4. Perencanaan yang terstruktur dan tidak mendadak

Berbeda dengan gaya liburan yang serba mendadak, perempuan cenderung lebih terorganisir. Rata-rata pemesanan tiket dilakukan minimal 14 hari sebelum keberangkatan.
Pola ini membuktikan bahwa perempuan lebih mengutamakan pendekatan yang terstruktur dalam menyiapkan setiap detail perjalanan agar minim kendala.
5. Pantai dan wisata kuliner jadi destinasi paling diminati

Mengenai destinasi favorit, laporan membagi minat perempuan ke dalam tiga kategori besar:
Data-data di atas menjadi bukti nyata bahwa setiap langkah berani yang diambil perempuan saat ini turut mengubah lanskap industri perjalanan menjadi lebih inklusif bagi semua.
Kira-kira kalau boleh memilih, apakah Mama lebih suka merencanakan liburan ke pantai untuk relaksasi atau berkeliling kota untuk wisata kuliner bersama keluarga?


















