Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Normal Alami Mood Buruk hingga Merasa Depresi saat Menstruasi?

Apakah Normal Alami Mood Buruk hingga Merasa Depresi saat Menstruasi?
Pexels/MART PRODUCTION
Intinya Sih
  • Perubahan hormon seperti serotonin dan dopamin saat menstruasi dapat memengaruhi suasana hati, membuat perempuan lebih sensitif, mudah marah, atau sedih tanpa alasan jelas.
  • Tiap perempuan memiliki respons emosional berbeda selama menstruasi; jika perubahan mood terasa ekstrem hingga menyerupai depresi, disarankan berkonsultasi dengan psikiater atau obgyn.
  • Komunikasi terbuka dan dukungan lingkungan empatik, seperti kampanye Laurier ‘Comfort, Made Together’, membantu perempuan menghadapi perubahan emosi serta menciptakan kenyamanan saat menstruasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menstruasi menjadi salah satu agenda bulanan yang pasti dialami setiap perempuan. Dalam momen ini, ada hari di mana perempuan merasa seperti bukan seperti dirinya sendiri. 

Ada kalanya menstruasi turut dibarengi serangan mood swing yang berujung mengalami bad mood seharian. Bahkan, ada juga perempuan yang merasa dirinya mengalami depresi saat mengalami menstruasi. 

dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, seorang psikiater, menjelaskan bahwa menstruasi tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan dinamika emosional yang nyata. 

“Menstruasi bukan hanya pengalaman fisik, tetapi juga melibatkan dinamika emosional yang nyata. Banyak respons muncul secara otomatis karena kebiasaan atau budaya, namun tidak selalu membuat perempuan merasa dipahami. Padahal, dukungan sering kali dimulai dari hal sederhana, seperti mendengarkan, memahami, dan memvalidasi apa yang dirasakan. Ini penting untuk membangun hubungan yang lebih sehat, baik secara emosional maupun sosial,” jelasnya dalam acara ‘Laurier Press Conference: Comfort, Made Together’ di kawasan Menteng, Selasa (21/4/2026). 

Lantas, apakah normal alami mood buruk hingga merasa depresi saat menstruasi? Simak penjelasannya dari psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ telah Popmama.com siapkan. 

Table of Content

1. Perubahan hormon saat menstruasi dapat memengaruhi emosi perempuan

1. Perubahan hormon saat menstruasi dapat memengaruhi emosi perempuan

Laurier 1.jpg
Popmama.com/Sania Chandra

Saat menstruasi, tubuh perempuan mengalami fluktuasi hormon yang cukup signifikan. Penurunan hormon seperti serotonin dan dopamin dapat memengaruhi suasana hati secara langsung. Inilah yang membuat perempuan menjadi lebih sensitif dibandingkan hari-hari biasa. 

Perubahan neurotransmitter dalam otak juga berperan dalam memicu emosi yang lebih intens. Tak heran jika pada masa ini, seseorang bisa merasa lebih mudah tersinggung, marah, atau bahkan sedih tanpa alasan yang jelas. 

“Saat menstruasi, ada perubahan hormon yang sangat berpengaruh dengan mood kita. Hormon serotonin dan dopamin seketika menurun, hal itu yang membuat kita lebih sensitif ketika menstruasi. Ada perubahan neurotransmitter yang bikin perempuan lebih galak pas menstruasi,” jelas dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ.

2. Setiap perempuan memiliki respons yang berbeda

ilustrasi perempuan stres (pexels.com/Liza Summer)
Pexels/Liza Summer

Tidak semua perempuan mengalami perubahan mood dengan intensitas yang sama. Ada yang merasakan penurunan emosi secara ringan, tetapi ada juga yang mengalami perubahan drastis hingga menyerupai gejala depresi. 

Hal ini dipengaruhi oleh kondisi hormon masing-masing individu. Misalnya, ada perempuan yang mengalami penurunan estrogen secara ekstrem, sehingga dampaknya terhadap emosi menjadi lebih kuat. 

“Setiap perempuan mengalami perubahan mood yang beragam. Ada perempuan yang hormon estrogennya turun secara ekstrem, tapi ada juga yang landai. Makanya ada orang yang kadang mens kayak orang depresi, kalau dirasa memang sudah sangat mengganggu, ada baiknya segera dikonsultasikan ke psikiater,” ungkap dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ.

“Bisa juga bertanya ke obgyn apakah hormonnya bermasalah. Kalau perempuan tidak merasakan mood swing semacamnya ketika mens, itu namanya berkah,” lanjutnya.

3. Komunikasi jadi kunci menghadapi perubahan emosi saat menstruasi

Pexels/Timur Weber
Pexels/Timur Weber

Saat menstruasi, penting untuk tidak memendam perasaan sendiri. Komunikasi yang terbuka, terutama dengan pasangan, dapat membantu mengurangi tekanan emosional yang dirasakan. 

Mengungkapkan kebutuhan secara langsung jauh lebih efektif dibandingkan memberi kode yang justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Dengan komunikasi yang jelas, pasangan juga bisa memberikan dukungan yang tepat.

“Sebenarnya kuncinya di komunikasi. Kalau punya pasangan, jangan main kode-kodean, tapi langsung dikomunikasikan lagi butuh apa. Ada baiknya langsung to the point,” ujar dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ.

Perlu diingat bahwa menstruasi bukanlah hal yang memalukan. Justru dengan terbuka, perempuan bisa mendapatkan pemahaman dan bantuan yang dibutuhkan dari orang terdekat.

“Perlu diketahui bahwa proses biologis yang dialami perempuan itu bukan aib. Komunikasikan hal yang dibutuhkan ke pasangan. Jangan sungkan juga buat meminta tolong pasangan untuk membelikan pembalut,” sambungnya. 

4. Pola hidup sehat membantu mengurangi stres dan menjaga kesuburan

ilustrasi perempuan berolahraga
Freepik/benzoix

Menjalani gaya hidup sehat menjadi kunci penting, baik untuk mengelola emosi saat menstruasi maupun mendukung program hamil. Aktivitas seperti olahraga ringan, makan bergizi, dan tidur cukup dapat membantu menstabilkan hormon.

Olahraga dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang membantu memperbaiki suasana hati. Ini sangat bermanfaat untuk mengurangi stres yang muncul saat menstruasi.

Dengan tubuh yang lebih sehat dan pikiran yang lebih tenang, peluang untuk menjalani program hamil secara optimal juga akan meningkat.

“Jangan lupa jaga pola hidup, karena dengan berolahraga, makan sehat, menjaga gaya hidup, itu sangat  menentukan bagaimana kita melewati masa-masa krusial biologis,” jelas dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ.

5. Laurier menghadirkan kampanye untuk lebih empati kepada perempuan yang alami menstruasi

Laurier 2.jpg
Popmama.com/Sania Chandra

Selain dari diri sendiri, dukungan lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan perempuan saat menstruasi. Lingkungan yang empatik dapat membuat perempuan merasa lebih dipahami dan tidak sendirian menghadapi perubahan emosional.

Melalui kampanye ‘Comfort, Made Together: Building a Supportive World Around Menstruation’, Laurier mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengalaman perempuan saat menstruasi. 

Kampanye ini menjadi wujud nyata komitmen Kao Indonesia, Kirei Lifestyle Innovation, dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat berbagai inovasi yang dihadirkan.

Melalui pendekatan yang berangkat dari pengalaman nyata perempuan, kampanye ini menegaskan bahwa kenyamanan saat menstruasi tidak dapat diciptakan secara individual, melainkan terbentuk dari lingkungan yang lebih suportif. 

Untuk itu, Laurier mengajak masyarakat untuk menerapkan HADIR (Pahami, Dampingi, Respons), agar dapat lebih memahami cara berempati dan menciptakan dukungan yang lebih nyata bagi perempuan.

“Sering kali kita mendengar respons yang sudah familiar, niatnya baik, tapi belum tentu sesuai dengan yang dibutuhkan. Dari pengalaman saya, hal sederhana seperti mendengarkan tanpa berasumsi atau benar-benar hadir itu sangat berarti,” ungkap Maudy Ayunda selaku Brand Ambassador Laurier. 

Konsep HADIR (Pahami, Dampingi, Respons) menjadi langkah sederhana yang bisa diterapkan oleh siapa saja. Dengan mendengarkan tanpa menghakimi dan hadir secara emosional, dukungan kecil ini bisa memberikan dampak besar bagi perempuan yang sedang mengalami masa menstruasi. 

“Ke depannya, Laurier akan terus berperan melalui inovasi, edukasi, dan kolaborasi untuk mendorong pemahaman yang lebih baik tentang menstruasi. Harapannya, perempuan dapat menjalani menstruasi dengan lebih nyaman, didukung oleh lingkungan yang lebih empatik,” pungkas Susilowati sekaku VP Marketing Kao Indonesia. 

Demikian pembahasan mengenai apakah normal alami mood buruk hingga merasa depresi saat menstruasi. Semoga informasinya membantu ya, Ma. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More