Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Membanggakan! Masih Kelas 6 SD, Firyal Nasyorleen Menang Lomba Vokal Internasional di Malaysia
Instagram.com/firyalnasyorleen
  • Firyal Nasyorleen Wardhana, siswi kelas 6 SD berusia 11 tahun, meraih Juara 1 dan Distinction Gold Award di kompetisi vokal internasional The Artsense di Malaysia.
  • Sebelumnya berprestasi dalam renang dan Taekwondo, Firyal diam-diam mengikuti audisi vokal internasional hingga lolos, lalu mendapat dukungan penuh dari orang tuanya.
  • Firyal menjalani latihan vokal intensif, menghayati lagu “All by Myself”, dan tampil melawan peserta dari 13 negara meski sempat merasa gugup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi orangtua, melihat anaknya mengukir prestasi tentu menjadi kebanggan tersendiri.

Tapi, bagaimana rasanya kalau anak yang biasanya sibuk mengumpulkan medali medali dari olahraga renang, tiba-tiba memberi kejutan manis untuk orangtua dengan mengguncang panggung musik internasional?

Siapa sangka di balik senyum polos dan usianya yang baru 11 tahun, Firyal Nasyorleen Wardhana menyimpan keberanian besar yang begitu luar biasa. Firyal memberikan kejutan manis dengan membawa pulang gelar juara 1 di bidang musik.

Tanpa ragu, Firyal berdiri anggun menghadapi kontestan dari 13 negara hingga sukses memukau penonton dengan suara indahnya di ajang The Artsense International Arts Festival & Competition pada 4-7 Agustus 2026 lalu, di Malaysia.

Firyal membuktikan bahwa konsistensi, latihan yang keras, dan ketekunan sanggup membawa anak bangsa menembus batas dunia. Bisa jadi inspirasi untuk anak mama di rumah, berikut Exclusive Interview Popmama.com dengan Firyal Nasyorleen Wardhana. Yuk, simak kisah perjuangan Firyal!

1. Masih berusia 11 tahun, Firyal memiliki segudang talenta

Sebelum suara merdunya terdengar di panggung internasional, Firyal lebih dulu dikenal sebagai juara di lintasan kolam renang.

Anak berbakat kelahiran 17 Oktober 2014 ini, memang punya rasa ingi tahu yang besar. Tidak hanya renang dan bernyanyi, Firyal juga pernah ikut lomba Taekwondo.

Bahkan sang Mama menceritakan bahwa sejak duduk di kelas 2 SD, Firyal sudah mengumpulkan deretan medali emas dari berbagai kejuaran renang. Bisa dibilang olahraga dan aktivitas fisik sudah jadi bagian hidupnya.

"Pada saat itu, kami awalnya justru lebih memfokuskan Firyal di olahraga renang dan Taekwondo. Firyal sendiri sudah mulai ikut lomba-lomba sejak kelas 2 SD dan membawa pulang medali. Di renang medali emasnya sudah banyak sekali, mulai dari nomor 50 meter, gaya bebas, sampai hampir semua gaya," tutur sang mami mengenang awal mula perjalanan prestasi Firyal.

Namun, seperti anak-anak seusianya, Firyal yang saat ini duduk di kelas 6 SD juga suka bepergian. Dia seperti mempunyai agenda rutin untuk mengeksplor sesuatu hal bersama papa, mama, dan kedua adiknya.

Selain suka mencoba hal baru, Firyal mempunyai perhatian khusus dengan musik. Seolah mempunyai tempat tersendiri di hatinya, di sela rasa lelahnya ia mendengarkan lagu Lihatlah Lebih Dekat milik Sherina untuk melepas penatnya.

Tanpa disadari, kebiasan inilah cikal bakal bakat bernyanyi Firyal perlahan tumbuh dan siap untuk didengarkan oleh banyak orang.

2. Memberi kejutan ke orangtua karena lolos audisi lomba internasional

Dok. Popmama.com

Perjalanan Firyal menuju panggung musik dunia ternyata dimulai dari keberaniannya melangkah sendiri.

Tanpa membocorkan rencananya kepada siapapun kecuali pelatihnya, murid kelas 6 SD President ini secara mandiri mengikuti proses seleksi awal The Artsense International Arts Festival & Competition.

Bisa dibayangkan betapa kagetnya sang Papa Jaya Wardhana dan Mama dr. Winda Tri Lestari.

Selama ini, mereka mengenal putri sulungnya sebagai sosok yang tangguh di bidang renang. Namun, tiba-tiba Firyal datang membawa kabar manis, bahwa dirinya lolos audisi vokal tingkat internasional.

Firyal dengan antusias menceritakan bagaimana waktu ia memberikan kabar baik ini ke mama dan papa.

"Aku kasih surprise ke Mami dan Papi. Jadi pas aku kasih tahu, Papi sama Mami itu kaget banget sampai kayak enggak percaya. Soalnya Mami dan Papi tahunya aku jago di bidang olahraga seperti renang dan Taekwondo. Papi dan Mami kaget banget pas tahu aku bisa ikut lomba di tingkat internasional," kenang Firyal penuh antusias.

Rasa terkejut orangtuanya seketika berubah menjadi rasa haru dan bangga. Tanpa ragu, Papa dan Mama memberikan restu serta dukungan penuh agar anaknya bisa terbang membawa nama Indonesia di kancah musik Internasional.

Dukungan hangat dari rumah inilah yang menjadi modal awal kepercayaan diri Firyal.

3. Persiapan matang dengan latihan vokal intensif

Dok.Popmama.com

Di balik kilau piala dan penampilan indahnya di panggung musik dunia, ada deretan hari yang diisi dengan kedisiplinan dan ketekunan.

Menghadapi kompetisi saja butuh persiapan yang matang, apalagi kompetisi tingkat internasional. Belum lagi para peserta juga berasal dari 13 negara yang berbeda dengan pengalaman yang luar biasa.

Tentu bukan perkara mudah bagi anak seusia Firyal. Di mana ia masih bersekolah dan mempunyai aktivitas lainnya. Firyal harus meluangkan waktu dan tenaganya untuk menjalani latihan vokal yang ketat di bawah bimbingan sang pelatih.

"Persiapannya jujur menurut aku berat banget. Karena untuk tingkat internasional seperti ini, coach vokal aku selalu memberi support dan bilang, 'Kamu harus tekun belajarnya karena kamu sudah masuk jenjang internasional.' Jadi aku meyakinkan diri aku untuk jauh lebih tekun lagi belajarnya. Itu yang paling berat," ungkap Firyal.

Firyal dengan gigihnya terus-menerus mencoba teknik yang diajarkan sang pelatih agar lagu yang dibawakan menunjukkan vokal unik khas miliknya kepada pendengar.

Bukan hanya soal teknik, ia juga belajar memahami makna dari lagu All by Myself dari Celine Dion. Supaya tiap bait yang dinyanyikannya bisa langsung tersampaikan rasa kesepian dan kerapuhan.

Bagi Firyal, proses ini adalah bentuk pembuktian komitmen dirinya akan musik. Berkat bimbingan dan dorongan tiada henti dari sang pelatih, ia terdorong untuk terus melampaui batas kemampuannya dan tidak cepat merasa puas.

4. Mengharumkan nama Indonesia di ajang The Artsense International Arts Festival & Competition

Hari yang dinanti-nati itu akhirnya tiba. Berdiri di panggung The Artsense International Arts Festival & Competition Malaysia 2026.

Firyal harus bersanding dengan talenta-talenta terbaik dari 13 negara. Rasa gugup tentu sempat menyapa dirinya. Namun, alih-alih gentar, nyali dan keberanian Firyal justru semakin menyala demi Merah Putih.

"Jujur aku rasanya gugup, tapi bercampur tertantang juga. Karena aku tahu ada perwakilan dari 13 negara dan ini pertama kalinya buat aku. Saat gugup, aku cuma menanamkan dalam diri kalau aku harus berani, dan akhirnya aku benar-benar berani tampil," ungkap Firyal.

Begitu melangkahkan kaki ke atas panggung, gemuruh tepuk tangan penonton seketika menyapu bersih rasa cemasnya. Dengan penuh percaya diri dan penghayatan atas lagu yang mendalam, Firyal menyanyikan setiap nada hingga berhasil memukau seluruh isi ruangan.

"Momen yang paling enggak bisa dilupakan itu pas aku naik ke panggung dan disambut tepuk tangan penonton. Aku jadi lebih semangat buat nyanyi. Momen di belakang panggung saat latihan keras banget juga enggak bakal aku lupa. Itu bikin aku makin mantap untuk lebih tekun lagi di lomba-lomba selanjutnya," kenangnya.

Perjuangan dan air mata latihan yang ia curahkan berbuah manis. Nama Firyal Nasyorleen resmi diumumkan sebagai peraih Distinction Gold Award sekaligus Juara 1! Rasa kaget, haru, dan bangga membuncah seketika di dadanya.

"Hal pertama yang terlintas di pikiran aku itu Mami, Papi, dan coach aku, karena mereka yang support aku dari awal banget. Aku kaget, bingung, bangga, dan terharu. Rasanya campur aduk banget saat itu," tuturnya penuh rasa syukur.

Ketekunan, kedisiplinan, komitmen, dan kegigihan Firyal inilah yang membuat penampilannya semakin matang dan memukau seluruh penonton dan juri.

Momen pengibaran Sang Saka Merah Putih di negeri jiran ini pun menjadi bukti bahwa anak bangsa sanggup menembus panggung dunia.

5. Dukungan orangtua untuk Firyal

Instagram.com/firyalnasyorleen

Di balik kilaunya kemenangan Firyal di Malaysia dan gemerlap panggung internasional, ada peran Papa Jaya Wardhana dan Mama dr. Winda Tri Lestari yang tak lepas mendoakan.

Bagi Firyal, keduanya adalah sosok support system terbaik yang selalu ada di setiap langkahnya, sejak pertama kali ia memberanikan diri naik ke atas panggung.

"Papi dan Mami itu support aku banget. Mulai dari pertama kali aku les nyanyi, pertama kali dipanggil untuk maju ke depan panggung, sampai sekarang, Papi dan Mami selalu ada buat mendukung aku," diungkapkan Firyal dengan penuh rasa syukur.

Pelajaran paling berharga dari Papa dan Mama yang selalu dipegang teguh oleh Firyal adalah tentang kelapangan hati.

"Papi dan Mami dari dulu selalu bilang ke aku, menang atau kalah itu urusan belakangan. Yang paling penting adalah aku sudah berusaha semaksimal mungkin dan menunjukkan yang terbaik," tutupnya manis.

Kisah perjuangannya tentu menjadi kabar bahagia sekaligus menginspirasi anak indonesia.

Firyal membuktikan bahwa yang terpenting adalah memulai. Ia berani untuk mencoba hal baru dibidang musik dan keluar dari zona nyamannya dibidang olahraga.

Perjalanan Firyal menjadi contoh bahwa impian besar anak yang dipadukan dengan kerja keras serta support system orangtua yang tepat mampu menembus panggung dunia.

Kegigihan dan komitmennya bisa jadi teladan bagi semua anak Indonesia yang sedang mengejar mimpi. Teruslah mengejar mimpi dengan berani untuk menembus batas dan asah kemampuan diri.

Selamat atas pencapaian luar biasanya, Firyal! Semoga langkah awal ini menjadi pintu pembuka untuk prestasi-prestasi dunia selanjutnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article