Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Bahaya Sextortion di Sosial Media, Tragedi Kasus Jordan DeMay

kejahatan dunia siber
Freepik
Intinya sih...
  • Kronologi kejadian: Jordan DeMay menjadi korban pemerasan seksual digital oleh sindikat internasional setelah mengirimkan foto eksplisit kepada pelaku.
  • Ditetapkan sebagai bentuk kejahatan Sextortion: FBI dan pakar keamanan siber mengkategorikan kasus ini sebagai financial sextortion yang mengeksploitasi remaja di bawah umur.
  • Terjadi di berbagai negara: Fenomena ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dengan laporan lebih dari 12.500 kasus per tahun, serta menyebabkan lebih dari 20 anak bunuh diri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Beragam kasus kejahatan dunia maya atau siber tak jarang sering kali mewarnai berita di media sosial bahkan di saluran berita Nasional. Fenomena ini, muncul dalam berbagai motif kejahatan, salah satunya adalah pemerasan seksual secara digital atau yang lebih dikenal dengan istilah sextortion.

Seperti yang terjadi pada Jordan DeMay, seorang remaja berusia 17 tahun dan berprestasi asal Michigan, Amerika Serikat. Ia diketahui menjadi korban dari sindikat pemerasan internasional yang mengeksploitasi bagian pribadi, melalui manipulasi identitas yang digunakan pelaku di platform Instagram.

Untuk memahami lebih dalam kasus ini, berikut ini Popmama.com telah merangkum kejadian pemerasan ini agar menjadi pelajaran bagi kita semua. Disimak, ya!

Table of Content

1. Kronologi kejadian

1. Kronologi kejadian

ilustrasi orang bermain hp
Freepik/pressfoto

Kejadian naas ini terjadi pada Maret 2022, ketika Jordan DeMay menerima sebuah permintaan pertemanan dari akun Instagram palsu yang menyamar sebagai gadis remaja.

Diketahui dalam kurung waktu enam jam setelah mereka memulai percakapan. Komunikasi yang awalnya tampak biasa, berubah menjadi jebakan manipulatif yang menekan Jordan secara psikologis hingga ia mengirimkan gambar pribadi bersifat eksplisit kepada pelaku. Pelaku diketahui adalah Samuel dan Samson Ogoshi, kakak beradik asal Nigeria yang beroperasi sebagai bagian dari sindikat pemerasan siber Internasional.

Setelah gambar tersebut terkirim, pola komunikasi kian memburuk. Jordan dihadapkan pada ancaman penyebaran konten sensitif kepada keluarga, teman dan lingkungan sekolah apabila ia tidak mengirimkan sejumlah ratusan dollar Amerika.

Dalam kondisi tertekan, Jordan menyerahkan seluruh uang yang ia miliki kepada pelaku. Ia juga menyampaikan, bahwa dirinya berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Namun, alih-alih menghentikan pemerasan, para pelaku justru merespons dengan ejekan dan ancaman. Tak lama setelah rangkaian komunikasi tersebut, Jordan ditemukan meninggal dunia pada Sabtu dini hari, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat terdekatnya.

2. Ditetapkan sebagai bentuk kejahatan Sextortion

gambar perilaku kejahatan siber
Freepik

Tragedi ini dikategorikan secara resmi oleh FBI dan berbagai pakar keamanan siber internasional sebagai bentuk nyata dari kejahatan financial sextortion. Secara teknis, kasus ini merupakan sebuah skema pemerasan digital yang mengeksploitasi kerentanan emosional remaja di bawah umur melalui manipulasi identitas seksual di ruang siber.

Berdasarkan data Internet Crime Complaint Center (IC3), peningkatan kasus pemerasan seksual yang menargetkan anak di bawah umur telah berkembang menjadi krisis kesehatan mental dan keamanan publik yang memerlukan intervensi segera dari seluruh elemen pendukung di sekitar anak.

3. Terjadi di berbagai negara

gambar berbagai bendera negara di dunia
Freepik

Informasi pendukung dari National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), menunjukkan bahwa fenomena ini telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan dengan laporan yang melonjak tajam melampaui angka 12.500 kasus per tahun.

FBI juga menyatakan bahwa lebih dari 20 anak di bawah umur telah bunuh diri karena penipuan pemerasan seksual dalam beberapa tahun terakhir.

Data pendukung dari Internet Crime Complaint Center (IC3), juga menjelaskan bahwa mayoritas sindikat ini umumnya berbasis di negara-negara dengan regulasi siber yang masih berkembang. Seperti di Nigeria, Pantai Gading hingga Filipina dan biasanya menargetkan pada indeks pendapatan tinggi dan negara maju.

4. Menjadi pengingat untuk orangtua

gambar anak sedang berfikir
Freepik/8photo

Kasus ini menjadi pengingat untuk orangtua dalam menilai penggunaan gawai yang tepat pada anak.

Penerapan batasan yang sehat, seperti pengaturan waktu layar, pemantauan aplikasi yang digunakan serta komunikasi terbuka mengenai aktivitas daring anak, dapat membantu meminimalkan risiko tersebut.

Selain itu, edukasi sejak dini tentang bahaya sextortion dan kejahatan digital lainnya tak kalah penting diberikan agar anak memahami konsekuensi berbagi informasi pribadi di dunia maya. Penting untuk dipahami anak, bahwa menyebar data pribadi dapat menyebabkan berbagai bentuk kejahatan dan penyalahgunaan informasi tindak kriminal dunia maya.

Itulah ma, informasi penting mengenai kejahatan dunia digital yang dialami Jordan. Mari untuk selalu menjaga anak dari tindakan membagikan informasi pribadi di media sosial dan bijak dalam menggunakan media sosial.

FAQ

Apa itu sextortion?

Sextortion dalah gabungan dari kata sexual dan extortion, sebuah kejahatan siber di mana pelaku memanipulasi korban untuk mengirimkan konten pribadi lalu menggunakan konten tersebut untuk mengancam dan memeras korban.

Siapa pelaku di balik kasus jordan DeMay?

Pelakunya bukanlah gadis remaja seperti yang ditampilkan di profil akun, melainkan dua bersaudara asal Nigeria. Samuel dan Samson Ogoshi. Mereka merupakan bagian dari sindikat kejahatan siber terorganisasi yang sering menargetkan remaja di negara-negara maju untuk keuntungan finansial.

Apa itu gerakan #IGOTYOU yang lahir setelah kematian Jordan?

Gerakan "#Igotyou" diinisiasi oleh ibunda Jordan sebagai bentuk kampanye kesadaran untuk mencegah jatuhnya korban lain. Tagar ini diambil dari ungkapan favorit Jordan yang berarti "aku menjagamu".

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

Putrinya Difitnah Bukan Anak Ruben, Sarwendah Serahkan Bukti ke Polisi

02 Feb 2026, 14:23 WIBBig Kid