5 Tips Menegur Anak yang Jahil Tanpa Menyinggung Perasaan Orangtuanya

Kira-kira mereka paham nggak ya?

27 Januari 2019

5 Tips Menegur Anak Jahil Tanpa Menyinggung Perasaan Orangtuanya
Freepik

Tidak mudah memang mengkomunikasikan tingkah laku jahil anak kepada orangtuanya. Dimana-mana yang namanya orangtua, selalu ingin dianggap telah mengajar anaknya dengan baik. 

Namun, dimasa kanak-kanak rasa penasaran dan ingin tahu pada diri anak begitu besar, tak heran tingkah laku jahil mereka ini adalah salah satu bentuk bahwa mereka bereksplorasi terhadap dunia di sekitarnya.

Namun bila tingkah laku jahil mereka sudah mengganggu dan membuat tidak nyaman anak kita, tak salah untuk dikomunikasikan bukan? 

Walaupun, belum tentu orangtua si Anak bisa menerima dengan baik keluhan tersebut.

Lalu bagaimana cara terbaik untuk mengkomunikasikan masalah tersebut, agar mereka dapat menerima keluhan dari kita.

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa Mama lakukan, ketika mengkomunikasikan masalah ini pada orangtua si Anak.

1. Gunakan bahasa yang santun dan mudah dimengerti

1. Gunakan bahasa santun mudah dimengerti
Pixabay/Fernandozhiminaicela

Sampaikanlah permasalahan ini kepada orangtua dengan bahasa yang santun dan mudah dimengerti, hindari untuk menjelaskan persoalan secara bertele-tele dan tidak menggurui.

Mama bisa minta izin terlebih dahulu untuk menjelaskan permasalahannya, misalnya "Mba, mohon maaf saya akan jelaskan permasalahannya, oleh sebab itu dengan hormat untuk menyimak penjelasannya terlebih dahulu."

Setelah ia mengizinkan, sampaikanlah juga bahwa Mama juga sebelumnya sudah berusaha menasehati anaknya secara berkali-kali namun tidak berubah dan  tetap jahil. Untuk mencari solusi terbaik Mama perlu mengajak berdiskusi bersama.

2. Dengarkan tanggapan orangtua dengan baik dan jangan memotong pembicaraan

2. Dengarkan tanggapan orangtua baik jangan memotong pembicaraan
Pixabay/nastya_gepp

Setelah diizinkan untuk menjelaskan permasalahannya, mintalah tanggapan dan solusi bersama dari orangtuanya.

Dengarkan tanggapan dari mereka dengan baik dan jangan memotong pembicaraan. Jika mereka menerima dan mau mengakui kesalahannya, misalkan karena kurang memberikan perhatian pada si Anak dan berjanji akan memperbaikinya.

Maka Mama dapat berlega hati, karena sampai disini masalah selesai. Namun bila orangtua tidak dapat menerima, Mama dapat lakukan langkah berikutnya. 

Editors' Picks

3. Menyentuh hati si Orangtua

3. Menyentuh hati si Orangtua
Freepik/Jcomp

Tidak semua orangtua dapat menerima dengan baik keluhan yang disampaikan orang lain mengenai anaknya.

Jika mereka sudah mulai emosi, maka langkah selanjutnya yang bisa Mama lakukan adalah menyentuh hatinya dengan bahasa yang santun dan tetap tenang tidak ikut terbawa emosi untuk meminta peranannya sebagai orangtua. 

Mama bisa mengatakan hal ini, "Sebenarnya tujuan saya menyampaikan masalah ini untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama, tidak ada maksud untuk menyalahkan kamu sebagai orangtua atau membeberkan kejahilan anak. Mendidik anak bukanlah perkara yang mudah, tapi kita bisa bersama-sama mencari solusi terbaik untuk semua permasalahan pada anak."

Mungkin selain itu, sesekali Mama juga bisa mengajak becanda supaya mencairkan suasana yang mulai tegang antara Mama dan si Orangtua.

4. Mencari solusi bersama

4. Mencari solusi bersama
Pixabay/jill111
Mama juga bisa bahagia dalam kehidupan berumah tangga, lho!

Jika adik atau kakak ipar sudah bisa diajak berdiskusi dengan baik, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mencari solusi bersama.

Dari kesepakatan yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak inilah, maka kita sebagai orang tua tahu hal-hal apa saja yang harus dilakukan di rumah guna memperbaiki tingkah laku si anak yang jahil.

Selain itu, Mama juga dapat memberikan beberapa tips yang harus dilakukan si Kecil bila sepupunya kembali menjahilinya. 

5. Ajak orang ketiga sebagai penengah masalah

5. Ajak orang ketiga sebagai penengah masalah
Freepik/ Javi_indy

Jika sampai akhirnya pembicaraan Mama dan si Orangtua tidak menemukan titik solusi yang tepat dan malah semakin memanaskan suasana.

Sebaiknya langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengajak orang ketiga sebagai penengah masalah, antara Mama dan mereka.

Pihak ketiga inilah yang nantinya akan memberikan solusi dan keputusan yang adil bagi kedua belah pihak, dimana kedua orang tua nantinya harus menandatangani surat perjanjian yang biasanya tercantum bagaimana mencari solusi jika anak bermasalah dan apa yang harus dilakukan oleh kedua orangtuanya. Misalnya, guru kelas si anak-anak.  

Mudah-mudahan kelima tips mengkomunikasikan masalah anak pada saudara di atas, dapat membantu Mama dan saudara menyelesaikan masalahnya serta menghasilkan solusi bersama.

Semoga bermanfaat ya, Ma!

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!