Tips Jitu dari Mari Elka Pangestu untuk Memantau Pergaulan Anak

Sederhana, tapi manfaatnya besar banget lho, Ma

1 Maret 2018

Tips Jitu dari Mari Elka Pangestu Memantau Pergaulan Anak
Freepik/teksomolika

Semakin anak bertambah usia, maka tingkat kemandiriannya semakin bertambah. Pergaulannya juga sudah berbeda, tidak sama seperti mereka kecil.

Memiliki banyak teman adalah suatu kebanggaan bagi sebagian anak, terlebih bagi mereka yang memasuki usia pra remaja. Punya akun media sosial harus aktif. Follower Instagram belum sampai 1.000 dibilang kurang eksis. Bagi mereka eksistensi ini penting banget, Ma.

Nah, pasti Mama juga nggak mau Si Kecil sampai salah pergaulan kan?

Berikut ini ada beberapa tips untuk memantau pergaulan anak yang sangat bagus dari Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI periode 2011-2014, Ibu Mari Elka Pangestu, saat hadir di kantor IDN Media, Rabu, 28/02.

Tips ini bisa Mama terapkan untuk anak mama juga, lho.

1. Memantau anak lewat sosial media

1. Memantau anak lewat sosial media
Freepik

"Facebook helps us as parent," kata Ibu Mari.

Kenapa? 

Ya, dengan berteman di media sosial dengan anak, orangtua jadi bisa melihat apa saja status yang anak-anak posting.

2. Berteman dengan orangtua teman-teman anak kita

2. Berteman orangtua teman-teman anak kita
Unsplash/rawpixel

Setidaknya Mama mengetahui orangtua dari teman sekelas anak kita. Biasanya karena keterbatasan waktu, kita kesulitan menghafal ya. 

Jika Mama juga mengalami hal yang sama, paling tidak Mama berteman dengan orangtua dari sahabat anak-anak kita di social media. Mama bisa mengenal mereka lebih jauh, meski mungkin jarang bertemu. 

Mama juga bisa terlibat dengan kegiatan atau informasi dengan sesama orangtua lewat grup komunikasi di HP. 

Editors' Picks

3. Tidak melakukan konfrontasi secara langsung

3. Tidak melakukan konfrontasi secara langsung
Freepik/peoplecreations

Menanyakan secara langsung atau konfrontasi kepada anak hanya membuat anak merasa tidak nyaman dengan orangtuanya. Apa yang bisa diketahui melalui media sosial cukup sebagai cara pemantauan saja.

Setidaknya sebagai orangtua, kita mengetahui perasaan anak, mengetahui apa yang ia inginkan, dan dikerjakannya.

4. Manfaatkan tekhnologi

4. Manfaatkan tekhnologi
Freepik/teksomolika

Ini dia nih rahasia kita biar sigap jika anak-anak menghubungi atau memberi kabar kepada Si Mama saat jam kerja.

  • Menggunakan group chat,
  • Membedakan ring tone untuk anak dan pasangan dibanding dengan yang lainnya,
  • Anak menjadi prioritas untuk dijawab saat menghubungi kita.

5. Tetap harus perhatian di tengah kesibukan

5. Tetap harus perhatian tengah kesibukan
Unsplash/rawpixel

Lagi-lagi Bu Mari menceritakan, "Di tengah rapat tetap memikirkan anak, itu fokus harus bisa dibagi-bagi sebagai ibu yang bekerja. Saya juga pernah sekali waktu rapat dengan Ibu Sri Mulyani, dan di tengah rapat ia keluar, saya ikut keluar ceritanya mau ke kamar kecil, lalu saya dengar dia sedang bicara melalui smartphone sambil bilang 'nanti obatnya yang itu', seperti menjelaskan dengan orang rumahnya."

Meski jadwal kerja padat, kita tetap harus memperhatikan anak, minimal kita menanyakan, "sudah makan atau belum, kalau sakit sudah minum obat atau belum," ceritanya.

Itulah 5 cara sederhana Ibu Mari yang mudah untuk diterapkan dan memberikan efek besar untuk membangun kedekatan anak dengan orangtua. 

Yuk, kita tiru, Ma!