Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Review Forgotten Island: Persahabatan Erat Dibentuk oleh Kenangan

5 min read
Review Forgotten Island: Persahabatan Erat Dibentuk oleh Kenangan
Dok. DreamWorks Animation
  • Forgotten Island berkisah tentang Jo dan Raissa memiliki persahabatan yang tumbuh dari pengalaman bersama sejak kecil.

  • Kehilangan kenangan menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menemukan jalan pulang.

  • Film ini memadukan mitologi Filipina, visual penuh warna, dan tema perubahan dalam persahabatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

DreamWorks Animation kembali menghadirkan film animasi keluarga lewat Forgotten Island. Mengambil latar Filipina era 1990-an, film ini mengikuti Jo dan Raissa, dua sahabat sejak kecil yang harus menghadapi kenyataan bahwa kehidupan akan membawa mereka ke jalan berbeda.

Pada malam terakhir sebelum perpisahan, keduanya justru terseret ke Pulau Nakali, dunia fantastis yang dipenuhi makhluk dari mitologi Filipina. Masalahnya, untuk kembali pulang mereka harus berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih personal: kenangan tentang persahabatan mereka sendiri perlahan menghilang.

Di balik petualangan penuh warna tersebut, Forgotten Island terasa seperti pengingat bahwa sebuah hubungan tidak dibentuk hanya oleh satu kenangan indah. Semua pengalaman yang pernah dilalui bersama, termasuk konflik, kehilangan, dan perubahan, ikut membentuk siapa kita sekarang.

Di Indonesia, Forgotten Island mendapat klasifikasi R13/anak usia 13 tahun ke atas, sehingga lebih cocok untuk penonton remaja. Filmnya hadir dengan visual penuh warna, film ini juga memiliki adegan fantasi menegangkan dan tema emosional yang mungkin terasa cukup intens untuk anak kecil.

Berikut Popmama.com rangkum review Forgotten Island yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026.

  1. 1. Persahabatan Jo dan Raissa terasa seperti hubungan yang benar-benar tumbuh bersama

    Persahabatan Jo dan Raissa terasa seperti hubungan yang benar-benar tumbuh bersama
    Dok. DreamWorks Animation

    Kekuatan utama Forgotten Island justru bukan terletak pada Pulau Nakali yang penuh makhluk ajaib, melainkan hubungan Jo dan Raissa. Penonton diperlihatkan bahwa keduanya bukan sekadar dua karakter yang tiba-tiba disebut sahabat, tetapi dua orang yang telah melewati masa kecil dan proses tumbuh bersama.

    Hal ini pula yang membuat ancaman kehilangan memori terasa lebih emosional. Persahabatan Jo dan Raissa memiliki sejarah yang cukup kuat sehingga konsep kehilangan kenangan dalam film benar-benar memiliki bobot. 

    Film ini ingin menunjukkan hubungan kedua karakter sebagai inti cerita di tengah dunia fantasinya yang begitu ramai. 

    Disinilah Forgotten Island punya pesan yang dekat dengan kehidupan nyata. Persahabatan yang erat bukan terbentuk hanya karena satu hari menyenangkan atau satu pengalaman besar, melainkan dari kumpulan kejadian kecil yang terus bertambah selama bertahun-tahun.

  2. 2. Kehilangan memori menunjukkan bahwa masa lalu ikut membentuk diri kita sekarang

    Kehilangan memori menunjukkan bahwa masa lalu ikut membentuk diri kita sekarang
    Dok. DreamWorks Animation

    Konsep kehilangan ingatan di Forgotten Island bukan sekadar alat untuk membuat jalan ceritanya menegangkan. Jo dan Raissa harus menghadapi kemungkinan kehilangan semua kenangan tentang satu sama lain jika ingin menemukan jalan pulang.

    Bagian ini menjadi metafora yang menarik. Seseorang mungkin tidak terus-menerus mengingat setiap percakapan, pertengkaran, atau momen kecil bersama seseorang, tetapi perjalanan tersebut tetap meninggalkan pengaruh terhadap diri orang tersebut. 

    Apa yang kita alami pada masa lalu ikut menentukan bagaimana kita memandang orang lain dan menjadi diri kita sekarang.

    Forgotten Island menjadikan memori sebagai salah satu fondasi utama film. Bahkan detail seperti gelang yang terus bertambah seiring perjalanan persahabatan Jo dan Raissa digunakan untuk memperlihatkan bagaimana pengalaman masa kecil mereka menumpuk menjadi bagian dari hubungan yang mereka miliki hari ini.

  3. 3. Perpisahan Jo dan Raissa terasa dekat dengan kehidupan remaja

    Perpisahan Jo dan Raissa terasa dekat dengan kehidupan remaja
    Dok. DreamWorks Animation

    Konflik Jo dan Raissa terasa cukup relate untuk penonton remaja. Setelah lama tumbuh bersama, keduanya mulai menghadapi fase baru ketika Raissa akan melanjutkan kuliah, sementara Jo harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya mungkin tidak akan selalu ada di dekatnya.

    Momen ini terasa dekat dengan kehidupan nyata. Setelah lulus sekolah, teman yang dulu hampir setiap hari bersama bisa mulai sibuk dengan kampus, pekerjaan, atau lingkungan baru. Forgotten Island menunjukkan bahwa perubahan seperti ini wajar terjadi, tetapi bukan berarti persahabatan harus langsung berakhir.

    Film ini justru mengingatkan bahwa hubungan yang kuat bisa tetap bertahan meski bentuknya berubah. Kedekatan tidak selalu diukur dari seberapa sering bertemu, tetapi dari rasa peduli dan perjalanan panjang yang sudah dilewati bersama.

  4. 4. Budaya Filipina bukan sekadar dekorasi dalam petualangan mereka

    Budaya Filipina bukan sekadar dekorasi dalam petualangan mereka
    Dok. DreamWorks Animation

    Salah satu hal yang membuat Forgotten Island menarik adalah bagaimana budaya dan mitologi Filipina menjadi bagian penting dari perjalanan Jo dan Raissa. Pulau Nakali dipenuhi karakter yang terinspirasi dari cerita rakyat Filipina, termasuk manananggal dan berbagai makhluk mitologis lainnya.

    Unsur budaya tersebut tidak terasa seperti materi pelajaran yang sengaja disisipkan. Referensi budaya justru melekat pada karakter, keluarga, serta perjalanan Jo dan Raissa, sehingga penonton mengenalnya melalui cerita. Ada beberapa detail kehidupan masyarakat Filipina, mulai dari makanan, karaoke, tinikling, hingga kebiasaan menunjuk menggunakan bibir yang ikut memperkuat identitas film.

    Representasi ini juga punya makna personal bagi H.E.R., pengisi suara Jo. Ia mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari film yang membawa cerita dan budaya Filipina yang tumbuh bersamanya kepada lebih banyak orang.

    “Jarang sekali bisa menemukan representasi Filipina. Aku bangga dapat menjadi bagian dari film ini dan berkesempatan untuk menceritakan kisah-kisah yang tumbuh bersamaku kepada orang lain. Ini merupakan hal yang sangat spesial bagiku,” ujar H.E.R dikutip dari rilis DreamWorks Animation yang diterima Popmama.com. 

  5. 5. Visualnya ramai, inti Forgotten Island justru dekat dengan keseharian

    Visualnya ramai, inti Forgotten Island justru dekat dengan keseharian
    Dok. DreamWorks Animation

    Secara visual, Forgotten Island memang sangat energetik. Warna, perubahan gaya animasi, makhluk fantastis, dan berbagai lelucon datang hampir tanpa henti. Satu sisi mungkin akan melihatnya terlalu padat dengan ‘ambisi’ visual dan idenya terkadang terasa berlebihan.

    Namun, justru setelah semua petualangan itu berjalan, hal yang tertinggal bagi bukan makhluk di Nakali atau adegan aksinya. Pesan yang terasa adalah bahwa orang-orang yang tumbuh bersama kita meninggalkan jejak dalam hidup. Hubungan Jo dan Raissa tidak berharga hanya karena satu memori yang sempurna, melainkan karena seluruh perjalanan yang telah mereka lalui bersama.

    Mungkin itu pula alasan pertanyaan utama Forgotten Island terasa sederhana tetapi emosional: jika seluruh kenangan bersama sahabatmu perlahan hilang, apa yang masih tersisa dari hubungan itu?

    Film ini seakan menjawab bahwa persahabatan lebih besar daripada satu kenangan. Masa lalu mungkin tak selalu bisa dipertahankan dengan sempurna, tetapi pengalaman yang pernah dilalui bersama telah membantu membentuk siapa diri kita hari ini.

    Forgotten Island akan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More