7 Cara Memilih Miniset Pertama untuk si Anak Perempuan

Anak perempuan mama beranjak dewasa, sudah saatnya ia perlu miniset. Ini cara memilihnya!

1 April 2019

7 Cara Memilih Miniset Pertama si Anak Perempuan
Freepik/pressfoto

Tidak terasa, anak gadis mama sudah menjelang dewasa. Bentuk tubuhnya mulai berubah dan sekarang ia butuh miniset!

Popmama.comyakin, Mama pasti antusias sekali untuk membelikan anak mama miniset pertamanya. Tetapi, tunggu dulu, mungkin sekali anak gadis Mama tidak menyukai periode ini karena merasa janggal dan malu.

Jadi, Mama perlu strategi untuk membelikan miniset pertama. Ini caranya!

1. Sadarkan si Anak bahwa payudaranya mulai tumbuh dan ia perlu miniset

1. Sadarkan si Anak bahwa payudara mulai tumbuh ia perlu miniset
Pixabay/ ivabalk

Ini yang sering terjadi, anak gadis mama tidak tahu atau malu mengungkapkan kalau dirinya butuh miniset.

Tumbuh kembang setiap anak yang berbeda-beda, membuatnya mungkin lebih cepat atau terlambat tumbuh dibandingkan teman-temannya.

Jika anak mama tumbuh lebih cepat dibandingkan teman-temannya, ia akan merasa malu ketika payudaranya mulai tumbuh. Ia akan berusaha menutupinya, salah satu caranya adalah dengan membungkukan badan, menyembunyikan dadanya.

Saat anak mama masuk usia 9-10 tahun (bisa lebih awal atau terlambat), dengan kasat mata, Mama bisa melihat dadanya mulai tumbuh. Mungkin puting payudara gadis mama mulai terlihat menghitam dan menonjol.

Mama bisa membuat si Gadis menyadari perubahan itu dengan membuka obrolan tentang payudara, misalnya dengan menceritakan pengalaman Mama sewaktu remaja atau menunjuk temannya yang telah lebih dahulu tumbuh payudaranya.

Selain itu, bentuk payudara setiap orang juga berbeda. Ada yang bentuk putingnya besar dan rata tetapi juga ada yang menonjol. Belum lagi ukurannya yang bervariasi, tergantung genetik dan banyak hal yang tidak mudah diuraikan.

Langkah pertama ini bisa Mama gunakan sebagai pembuka komunikasi yang tujuan akhirnya adalah membuat ABG Mama sadar bahwa sudah saatnya ia perlu memakai miniset.

Cek tanda-tanda puber yang mengiringi pertumbuhan payudara si Gadis. Bentuk tubuh anak mama akan berubah, pinggangnya melangsing dan bokongnya membesar, rambut tubuhnya mungkin mulai tumbuh, dan ia mendapat menstruasi pertama.

Mengenai menstruasi, Mama bisa mendapat infonya di sini.

2. Meluangkan waktu untuk mendengar curhat

2. Meluangkan waktu mendengar curhat
Pixabay/1041483

Tumbuhnya payudara bisa menjadi masalah besar untuk Si Gadis. Ia mungkin punya segudang pertanyaan tentang masalahnya ini.

Luangkan waktu untuk mendengar keluhan dan pertanyaan Si Gadis. Berikan jawaban yang jujur dan jika Mama tidak tahu, cari tahu dari sumber yang benar.

Membimbing anak melalui masa puber akan membuat mereka menyadari banyak hal dan yang pasti, menurut penelitian, akan membuat mereka terhindar dari perilaku seks pra-nikah.

Remaja adalah masa dimana anak mama sangat mendengar pendapat teman sebayanya. Pendapat positif dan negatif, menjadi pikiran utama mereka.

Jangan biarkan Si Gadis terpaku pada “apa kata teman” dan kemudian melakukan tindakan yang tidak lazim, misalnya mogok sekolah karena diejek memakai bra.

Jadilah teman yang baik, yang mendengar apa kata teman-teman Si Gadis, ya Ma!

3. Membiarkan anak mencari informasi sendiri

3. Membiarkan anak mencari informasi sendiri
Freepik

Sudah sepantasnya Mama menjadi orang yang paling tahu kebutuhan anak-anaknya. Mama bisa menjadi teman untuk si Gadis agar ia bisa melalui “masa sulitnya” ini.

Saat Mama melihat tubuh gadis mama mulai berubah, ungkapkan perhatian dengan bertanya apakah anak mama telah memikirkan untuk membeli miniset pertama.

Anak zaman now mungkin sudah mencari informasi sendiri.

Tanyakan apa ia telah tahu model-model miniset dan sudah ingin mencoba beberapa di antaranya. Tanyakan pula, apakah ia perlu diantar untuk membeli atau memberi bantuan saat membeli secara online.

Berikan kebebasan kepada anak gadis mama untuk memilih bentuk, warna, dan dimana ia akan membeli bra pertamanya. Mama hanya memberi bimbingan dan memberi masukan mana yang lebih baik untuknya.

Namun, tentu, bebaskan ia memutuskan mana yang akan ia beli. Paling tidak, Mama pasti membayar pembeliannya, kan?

Editors' Picks

4. Agar tidak malu, belanja saja miniset secara online

4. Agar tidak malu, belanja saja miniset secara online
theonlinemom.com

Pergi ke toko untuk membeli bra mungkin terlalu memalukan untuk ABG Mama. Tenang, sekarang ini Mama bisa kok belanja secara online.

Masalahnya adalah, beli lewat internet membuat anak mama tidak bisa mencobanya.

Jadi, pastikan Mama membeli miniset di toko online yang memberikan garansi pengembalian atau tukar barang jika ukuran atau model tidak sesuai.

5. Jika ingin pas, belanja dan mencoba miniset di toko

5. Jika ingin pas, belanja mencoba miniset toko
Pixabay/gonghuimin468

Ini adalah cara yang paling benar untuk mendapatkan miniset pertama.

Luangkan waktu untuk mengantar anak mama belanja miniset. Di toko, anak mama bisa memilih, memegang langsung, dan mencoba miniset pertamanya. Mama bisa mengajak anak mama ke toko khusus atau departemen store.

Keuntungan lain datang ke toko adalah, gadis mama bisa mendapat pelayanan profesional. Petugas atau pramuniaga konter pasti mengetahui cara mengukur lingkar dada yang tepat dan memberi masukan mengenai jenis-jenis miniset yang cocok untuk anak mama.

6. Coba berbagai jenis miniset sebelum menentukan yang paling cocok

6. Coba berbagai jenis miniset sebelum menentukan paling cocok
Pixabay/anhz27

Mama tentu setuju bahwa memilih miniset atau bra seperti memilih jodoh. Susah menemukan yang sesuai.

Jadi, untuk pertama kali, mama mungkin harus membelikan beberapa jenis miniset untuk Si Gadis. Miniset untuk remaja ada beberapa macam. Bentuk sport dengan karet elastis yang cukup kuat di dada atau dengan pengait, dari bahan kaos katun atau stretch, dengan bantalan atau tidak.

Setelah mencoba memakai beberapa jenis miniset, anak mama tentu akan punya pilihan favorit.

Sebenarnya, pemilihan miniset tergantung sekali dengan bentuk tubuh dan payudara Si Anak. Namun di langkah awal, hal tersebut belum terlalu signifikan, yang penting adalah anak merasa nyaman memakainya.

7. "Menyimpan" rahasia soal pembelian miniset

7. "Menyimpan" rahasia soal pembelian miniset
Pxhere/ CC0 Public Domain

Tumbuh payudara bukan hal yang dibanggakan anak perempuan. Mereka malah cenderung malu jika ada orang lain yang memerhatikan dada mereka.

Mama, meskipun tahu sebaiknya tidak menjadikan payudara si Gadis sebagai bahan obrolan, walaupun itu dengan Papa.

Menahan diri membicarakan hal ini memberi pelajaran kepada anak untuk menghargai rahasia dan privasi orang lain.

Hufft, masalah miniset saja bisa rumit ya? Tapi seru kan, Ma?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!