Seiring bertambahnya usia, anak berusia remaja membutuhkan ruang untuk beraktivitas dan bepergian secara mandiri, baik untuk keperluan sekolah, ekstrakulikuler, maupun aktivitas bermain bersama teman.
Namun, masih banyak orangtua yang tidak rela melepas anaknya bepergian sendiri. Kondisi ini juga terlihat dari pola mobilitas harian remaja yang masih banyak bertumpu pada pendampingan keluarga.
Berdasarkan survei BPS tahun 2024, sekitar 63% remaja Indonesia usia 13–18 tahun masih berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi atau diantar oleh orangtua.
Data ini menunjukkan bahwa perjalanan mandiri bagi remaja belum sepenuhnya menjadi kebiasaan, sehingga diperlukan proses bertahap untuk membangun kesiapan anak sekaligus kepercayaan orangtua.
Maka dari itu, berikut Popmama.com siap membahas beberapa tips menjaga keamana remaja saat bepergian sendiri.
