Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Tips yang Perlu Orangtua Lakukan saat Anak Mengidolakan Artis

7 Tips yang Perlu Orangtua Lakukan saat Anak Mengidolakan Artis
Instagram.com/bts.bightofficial
Intinya Sih
  • Fenomena anak dan remaja yang mengidolakan artis, serta pentingnya peran orangtua dalam mendampingi agar kekaguman tidak berubah menjadi obsesi berlebihan.

  • Ditekankan tujuh langkah pendampingan, mulai dari mengenali sosok idola anak, mengajarkan keseimbangan antara hobi fandom dan kewajiban utama, hingga membantu mengatur pengeluaran terkait fandom.

  • Orangtua juga diajak menjadikan idola sebagai sumber inspirasi positif bagi anak, sekaligus menjaga interaksi sehat di komunitas penggemar dan memantau tanda-tanda obsesi yang tidak wajar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Belakangan ini, euforia konser di Indonesia kembali terasa. Mulai dari musisi lokal hingga artis internasional, banyak konser yang sukses menyita perhatian publik. Bahkan hari ini, penjualan tiket konser BTS di Jakarta menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan para penggemar.  

Tidak sedikit anak dan remaja yang mulai memiliki idola favorit, mengikuti aktivitas mereka, mengoleksi merchandise, hingga menabung demi menonton konser.

Sebenarnya, memiliki idola adalah hal yang wajar dan bahkan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu mendampingi agar kekaguman tersebut tidak berkembang menjadi obsesi yang berlebihan.

Berikut Popmama.com 7 hal yang bisa Mama lakukan ketika anak mulai mengidolakan seorang artis, atlet, atau figur publik.

1. Kenali siapa sosok yang mereka kagumi

Para member BTS di atas panggung
Instagram.com/bts.bightofficial

Daripada langsung melarang, cobalah mencari tahu mengapa anak menyukai figur tersebut. Apakah karena bakatnya, kepribadiannya, kerja kerasnya, atau karya yang dihasilkan?

Dengan memahami alasan di balik kekaguman anak, Mama bisa lebih mudah mengajak mereka berdiskusi dan melihat sisi positif dari sosok idolanya.

2. Ajarkan bahwa idola juga manusia biasa

Membebr boyband  BTS
Instagram.com/bts.bightofficial

Anak sering kali melihat idolanya sebagai sosok yang sempurna. Padahal, setiap orang pasti memiliki kekurangan dan pernah melakukan kesalahan.

Penting bagi Mama untuk membantu anak memahami bahwa mengagumi seseorang tidak berarti harus membenarkan semua hal yang dilakukan oleh figur tersebut.

3. Bantu anak mengelola pengeluaran untuk hobi fandom

Toko merch kpop
Pinterest.com/ever’s journal

Mulai dari album, photocard, merchandise, hingga tiket konser, dunia fandom memang bisa membuat anak ingin membeli banyak hal.

Alih-alih langsung menolak, Mama bisa mengajarkan konsep prioritas dan menabung. Jika anak ingin membeli sesuatu yang berkaitan dengan idolanya, ajak mereka menyisihkan uang secara bertahap agar belajar bertanggung jawab terhadap keinginannya.

4. Pastikan aktivitas fandom tidak mengganggu kewajiban utama

Fans kpop memegang photocard
Pinterest.com/fatima

Mengikuti kabar idola memang menyenangkan. Namun, sekolah, waktu istirahat, dan aktivitas sehari-hari tetap harus menjadi prioritas.

Jika anak mulai begadang demi menonton siaran langsung atau terlalu sering bermain media sosial untuk mengikuti perkembangan idolanya, Mama bisa membantu membuat batasan yang sehat.

5. Gunakan idola sebagai sumber inspirasi

Fangirl BTS saat di konser
Pinterest.com/alessa

Banyak artis dan atlet sukses karena disiplin, kerja keras, dan konsistensi yang mereka bangun selama bertahun-tahun.

Mama bisa mengajak anak melihat proses di balik kesuksesan tersebut. Dengan begitu, anak tidak hanya fokus pada popularitas atau ketenaran, tetapi juga belajar tentang usaha yang diperlukan untuk mencapai mimpi.

6. Dampingi anak saat berinteraksi di komunitas penggemar

Para fans saat di konser BTS
Instagram.com/bts.bightofficial

Komunitas penggemar bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk berbagi minat yang sama. Namun, konflik antar-fandom atau perdebatan di media sosial juga sering terjadi.

Karena itu, penting untuk mengingatkan anak agar tetap sopan, menghargai perbedaan pendapat, dan tidak terlibat dalam perilaku perundungan di dunia maya.

7. Perhatikan jika kekaguman mulai berubah menjadi obsesi

Para member BTS di atas panggung
Instagram.com/bts.bightofficial

Mengidolakan seseorang akan menjadi kurang sehat jika anak mulai mengabaikan teman, keluarga, sekolah, atau aktivitas penting lainnya.

Mama perlu waspada apabila anak terlihat sangat emosional terhadap semua hal yang berkaitan dengan idolanya, sulit menerima pendapat berbeda, atau menghabiskan hampir seluruh waktunya hanya untuk mengikuti kehidupan sang idola.

Memiliki idola sebenarnya bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membantu anak menemukan motivasi dan inspirasi baru. Dengan pendampingan yang tepat, Mama dapat membantu anak menikmati dunia fandom secara sehat tanpa kehilangan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More