SUGA BTS Jadi Co-Author Buku Terapi Musik untuk Anak Autisme, Bikin Kagum ARMY

Siapa sangka, di sela kesibukannya sebagai idol global, SUGA BTS masih punya waktu untuk berkontribusi di dunia kesehatan mental, lho.
Kali ini, idol Kpop bernama asli Min Yoon Gi itu ikut menulis buku terapi musik untuk anak dengan autisme. Kabar ini tentu membuat para ARMY bangga karena idolanya tak hanya berkarya lewat lagu, tapi juga peduli pada isu sosial yang berdampak nyata.
Buat Mama dan para remaja yang mengidolakan SUGA, berikut Popmama.com rangkumkan informasi lengkapnya.
1. Jadi co-author untuk buku panduan terapi musik anak dengan autisme

Sebelumnya, para penggemar dikejutkan dengan kabar keikutsertaan SUGA dalam penulisan buku berjudul The MIND Program, yang dijadwalkan rilis pada Kamis (19/3/2026).
Buku ini langsung mencuri perhatian publik karena di sampul buku tersebut tercantum nama Min Yoon Gi, yang merupakan nama asli SUGA sebagai salah satu penulisnya.
Buku ini merupakan panduan terapi yang menggunakan pendekatan musik untuk melatih keterampilan sosial anak dengan autisme.
Dalam proyek ini, SUGA bekerja sama dengan Profesor Chun Geun Ah selaku penulis utama. Keikutsertaannya ini juga rupanya sudah terjalin sejak lama nih, Ma.
Kolaborasi mereka disebutkan sudah terjalin sejak tahun 2024, berawal dari donasi yang diberikan SUGA untuk pendirian pusat perawatan anak autisme.
2. Aktif merancang program dan jadi instruktur musik secara sukarela

Dalam kata pengantar buku The MIND Program, Profesor Chun Geun Ah menyampaikan rasa terima kasihnya secara khusus kepada SUGA.
Ia mengungkapkan bahwa lead rapper dari BTS ini tidak sekadar namanya dipajang, tapi benar-benar aktif terlibat dalam proses kreatif.
SUGA diketahui ikut membagikan ide untuk perencanaan program dan bahkan menjadi instruktur musik sukarela dalam program percontohan.
"Buku ini tidak bisa dibahas tanpa menyebut nama Min Yoon Gi. Kontribusinya sangat menentukan terciptanya program ini menjadi kenyataan," tulis sang profesor dalam keterangan buku pengantar.
3. Berawal dari donasi, kemudian ikut menjadi penulis buku

Dilansir dari media setempat, program MIND sendiri merupakan singkatan dari music, interaction, network, dan diversity.
Jenis terapi ini menggunakan musik sebagai alat untuk mengembangkan keterampilan sosial anak dan remaja dengan spektrum autisme.
Seperti disebutkan sebelumnya, ketertarikan SUGA terhadap isu ini sudah terlihat sejak tahun 2024, ketika dirinya menyumbangkan dana sebesar 5 miliar won (sekitar Rp57 miliar) kepada Severance Hospital untuk mendirikan pusat terapi yang akhirnya dinamakan Min Yoon Gi Center.
Dari donasi inilah, ia kemudian terjun langsung dalam penulisan buku yang bertujuan untuk membantu keterampilan sosial anak dengan autisme.
Kehadiran SUGA dalam proyek The MIND Program membuktikan bahwa pengaruh seorang idola bisa melampaui panggung musik.
Kabar baik ini tentu jadi pengingat bahwa kesuksesan juga bisa diukur dari seberapa besar kontribusi seseorang terhadap sesama, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.


















