- Brick Carousel, anak dapat merakit desain hewan unik menggunakan LEGO bricks dan memamerkan hasil karyanya di area carousel.
- Brick Mix, permainan yang menantang anak untuk memecahkan berbagai tantangan melalui kubus berputar.
- Hop & Build, aktivitas yang menggabungkan permainan fisik seperti engklek dengan kegiatan mengumpulkan dan merakit LEGO bricks bersama teman.
- Brick Seek, permainan mencari LEGO Baby Panda yang tersembunyi di dalam mystery boxes.
- Tower of Play, area tempat anak membuat LEGO Minifigure versi diri sendiri dengan memilih bagian tubuh dan aksesori sesuai karakter, lalu memajang hasil karyanya di instalasi khusus.
5 Aktivitas Seru Isi Liburan Sekolah, Sekaligus Melatih Skill Anak

LEGO Play Well 2026 menegaskan pentingnya bermain bagi keluarga, dengan 98 persen orangtua berharap punya lebih banyak waktu bermain bersama anak selama liburan sekolah.
Psikolog Pritta Tyas menjelaskan bahwa bermain membantu anak mengembangkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, rasa ingin tahu, serta ketangguhan mental yang berguna untuk masa depan.
Ada Playground baru bertema 'Main dan Jadi Hebat' di Grand Indonesia hingga 3 Juli 2026, menawarkan aktivitas interaktif yang melatih kreativitas dan problem solving anak.
Liburan sekolah menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak. Menariknya, hasil LEGO Play Well Report 2026 menunjukkan bahwa bermain masih menjadi aktivitas yang sangat penting bagi keluarga.
Sebanyak 98 persen keluarga mengaku berharap memiliki lebih banyak waktu untuk bermain bersama, sementara para orangtua juga semakin menyadari bahwa bermain bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, tetapi bagian dari proses belajar anak.
Pandangan tersebut turut diamini oleh Psikolog Keluarga Pritta Tyas. Menurutnya, bermain dan belajar bukanlah dua hal yang terpisah bagi anak. Saat bermain, anak juga sedang mengembangkan berbagai keterampilan penting yang akan berguna di masa depan, mulai dari kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, hingga ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
Karena itu, liburan sekolah dapat menjadi kesempatan tepat bagi orangtua untuk menghadirkan aktivitas bermain yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya!
1. Bermain permainan konstruksi untuk mengasah kreativitas

Liburan sekolah bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengajak anak bermain permainan konstruksi. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu anak menuangkan ide dan imajinasinya menjadi sebuah karya. Dari kepingan yang sama, anak dapat menciptakan berbagai bentuk sesuai kreativitas mereka.
Psikolog Keluarga Pritta Tyas mengatakan bahwa kreativitas berkembang ketika anak memiliki kesempatan untuk menemukan berbagai alternatif solusi dari sebuah tantangan.
"Kreatif itu ketika seorang anak bisa mencari beberapa alternatif cara untuk menyelesaikan suatu masalah," ujar Pritta di press conference LEGO “Bermain Jadi Hebat” di Grand Indonesia, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi salah satu bekal penting yang dibutuhkan anak di masa depan.
2. Mencoba permainan yang melatih kemampuan memecahkan masalah

Selain kreativitas, permainan yang melibatkan proses merakit atau menyusun juga dapat membantu mengembangkan kemampuan problem solving pada anak. Saat menghadapi tantangan, anak belajar mencari solusi, mencoba berbagai kemungkinan, hingga menemukan cara yang tepat untuk mencapai hasil yang mereka inginkan. Kemampuan ini menjadi bekal penting yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.
Hal ini sejalan dengan pandangan The LEGO Group yang melihat bermain sebagai bagian penting dalam proses belajar anak. General Manager for India and Asia Emerging Markets The LEGO Group, Cedric Roose, mengatakan, bermain adalah salah satu cara paling efektif bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh.
Menurutnya, melalui bermain, anak dapat mengembangkan berbagai keterampilan penting yang akan bermanfaat sepanjang hidup mereka.
Bagi yang sedang mencari aktivitas liburan sekolah, LEGO Playground bertema "Main dan Jadi Hebat" di Grand Indonesia hingga 3 Juli 2026 menghadirkan sejumlah permainan interaktif yang dirancang untuk mendorong kreativitas sekaligus kemampuan memecahkan masalah anak, di antaranya:
3. Mengerjakan proyek bersama keluarga

Membuat proyek sederhana bersama selama liburan sekolah dapat menjadi cara menyenangkan untuk mempererat hubungan keluarga. orangtua dan anak bisa bekerja sama menyelesaikan satu tujuan, mulai dari merakit, membuat kerajinan, hingga menyusun karya kreatif lainnya.
Pritta menjelaskan bahwa kegiatan bermain bersama dapat menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih hangat antara orangtua dan anak. Perasaan didampingi tersebut dapat membantu anak merasa lebih aman dan dekat dengan orangtua.
4. Memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan bertanya

Liburan sekolah juga bisa dimanfaatkan untuk melatih rasa ingin tahu anak. orangtua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai ide baru tanpa terlalu banyak mengatur hasil akhirnya.
Menurut Pritta, rasa ingin tahu atau curiosity merupakan salah satu future ready skills yang perlu dikembangkan sejak dini.
"Kita pengennya anak-anak itu kritis, bertanya. Kenapa aku harus buat ini? Memangnya kalau sudah ini, aku bisa buat apalagi? Dengan memberi ruang eksplorasi, anak belajar berpikir kritis dan tidak takut mencoba hal baru,” jelasnya.
5. Bermain sambil belajar menjadi pribadi yang tangguh

Ketika bermain, anak tidak selalu berhasil pada percobaan pertama. Ada kalanya mereka harus membongkar, memperbaiki, dan mencoba kembali hingga menemukan cara yang tepat. Pengalaman sederhana seperti ini dapat membantu membangun ketangguhan mental anak.
Pritta menilai resiliensi dapat dilatih melalui aktivitas bermain yang dilakukan secara konsisten.
"Kalau kita ingin anak kita resilience, kalau kita ingin anak kita tangguh, itu sebenarnya sangat bisa dibentuk perlahan-lahan lewat bermain," jelasnya.
Senada dengan itu, Cedric Roose mengatakan bahwa bermain dapat membantu anak mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan ketangguhan yang mereka butuhkan untuk menghadapi masa depan.



















