Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Buku "Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara" Wajib Dibaca Anak
Popmama.com/Syiva Amalia
  • Qanza dari Grasindo dan Water Lily Literary meluncurkan edisi Indonesia buku anak “Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara” di IIBF 2026, Jakarta, pada 2 September 2026.

  • Buku ini mengenalkan iman, syukur, kebaikan, serta tanggung jawab melalui imajinasi anggota tubuh yang berdialog, dengan storytelling ringan dan interaktif tanpa pendekatan menggurui.

  • Edisi Indonesia dikembangkan lewat kolaborasi Jakarta-London, melalui kurasi, penerjemahan, dan adaptasi ilustrasi; penulis berharap buku dibaca bersama orangtua serta tersedia di sekolah dan perpustakaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Buku Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara sudah keluar di Jakarta. Buku ini dibuat oleh orang dari Indonesia dan Inggris. Isinya mengajak anak membayangkan tangan, kaki, mata, dan telinga bisa bicara. Anak bisa belajar berbuat baik dan bersyukur dengan cerita yang seru. Buku ini bisa dibaca bersama Mama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendidik anak dengan nilai-nilai keagamaan, sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para Mama, ya nggak?

Terutama ketika buku bacaan bernuansa religius yang ada di pasaran, masih terkesan kaku atau terlalu mendikte.

Memahami keresahan tersebut, penerbit Qanza dari Grasindo bekerja sama dengan agen literasi internasional Water Lily Literary resmi meluncurkan buku anak terbaru berjudul Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara.

​Acara book launching dan sesi diskusi interaktif ini digelar pada Jumat, (02/09/2026) di IIBF 2026, Jakarta.

Melalui kolaborasi lintas negara, edisi bahasa Indonesia dari karya terbitan Little Hibba LTD ini dihadirkan lewat pendekatan storytelling yang ringan, imajinatif, dan eksploratif.

Bisa menjadi rekomendasi buku bacaan anak mama dirumah. Sudah Popmama.com rangkum alasan buku "Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara" wajib dibaca anak.

1. Ajarkan keimanan lewat konsep unik yang relatable

Popmama.com/Syiva Amalia

Ketika mengenalkan konsep abstrak seperti iman, rasa syukur, dan kebaikan kepada anak sering kali menjadi tantangan besar bagi orangtua. Apa Mama juga merasakan hal itu?

Jika disampaikan secara kaku atau sekadar memberi instruksi pada anak, "kamu harus begini ya" dan "kamu tidak boleh begitu". Terkadang anak cenderung merasa bosan dan malah sulit mencerna pesan moralnya. Apalagi untuk anak usia 6-9 tahun, di mana ia sudah masuk usia sekolah.

Untuk menjawab itu, coba ajak anak baca buku ini Ma!

Keunikan buku Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara terbitan Grasindo ini, dibandingkan memberi nasihat yang mendikte. Buku ini memakai pendekatan imajinatif yang sangat dekat dengan dunia anak.

Anak akan membayangkan bagaimana jika tangan, kaki, mata, hingga telinga mereka bisa bersuara dan bercerita tentang apa saja yang sudah dilakukan sehari-hari.

Konsep berdialog dan bereksplorasi ini akan membuat anak belajar bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh tubuhnya memiliki dampak dan pertanggungjawaban.

2. Storytelling menyenangkan dan tidak menggurui

Popmama.com/Syiva Amalia

Salah satu penyebab utama anak sering enggan membaca buku bergenre agama adalah pendekatan narasi yang terlampau kaku, sarat instruksi, dan terkesan mendikte.

Mungkin karena itu pengalaman membaca terasa menegangkan dan membosankan bagi anak-anak.

​Buku Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara mematahkan pola konvensional tersebut, Ma!

Tim redaksi Grasindo, khususnya Editor Qanza, Fadilatul Rakhma mengemas seluruh pesan moral dan keagamaan lewat gaya storytelling yang ringan, imajinatif, serta interaktif.

Anak sebagai pembaca tidak ditaruh sebagai "penerima petuah". Narasi di dalam buku justru memposisikan anak sebagai teman berdialog.

Ketika Mama membacakan dan anak membersamai, ia akan diajak bereksplorasi memahami fungsi anggota tubuh dan kebaikan tanpa dibayang-bayangi rasa bersalah.

Gaya penyampaian yang hangat dan menyenangkan ini sangat pas dijadikan bahan bacaan sebelum tidur.

Untuk menciptakan momen bonding yang berkesan antara Mama dan si Anak. Ajak ia berdiskusi santai tentang kebaikan yang telah dilakukan sepanjang hari.

3. Hasil kolaborasi internasional yang baru resmi rilis di IIBF 2026

Popmama.com/Syiva Amalia

Edisi bahasa Indonesia dari buku What If Our Limbs Could Speak ini bukan sekadar buku terjemahan biasa, lho!

Melainkan hasil dari kemitraan literasi internasional yang matang. Di mana terbitan aslinya berada di bawah naungan penerbit Little Hibba LTD yang berbasis di Inggris.

Melalui agen literasi Water Lily Literary dan Qanza dari Grasindo, karya berstandar global ini akhirnya resmi disajikan bagi pembaca anak di Indonesia.

​Proses pengerjaannya merupakan bentuk kolaborasi lintas negara antara tim redaksi di Jakarta dengan sang penulis di London.

Karena terpisahkan jarak dan zona waktu, seluruh tahap penyelarasan dilakukan secara hybrid, Ma. Menggabungkan komunikasi digital yang intensif hingga pertemuan tatap muka di pameran buku internasional.

​Perwakilan dari Water Lily Literary, Wedha Stratesti Yudha, membeberkan dinamika kolaborasi panjang di balik penerbitan buku ini:

​"Prosesnya lumayan panjang ya, awal sekali kan inisialnya 2024 saat di Kuala Lumpur itu, pertemuan pertama. Lalu kan ada proses review, hasil review dicek lagi oleh tim redaksi apakah oke isinya, apakah ilustrasinya cocok dengan pasar Indonesia. Nah karena jaraknya terlalu jauh ya, Sajeda di London, kami di Jakarta, komunikasinya kombinasi online dan offline via email, Zoom, GMeet, hingga ketemu di book fair," ungkap Wedha Stratesti Yudha.

​Perjalanan panjang tersebut berbuah manis ketika buku ini resmi diluncurkan pada Jumat (02/09/2026), di panggung utama Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026, Jakarta.

Momen perilisan di pameran buku terbesar ini, menjadikan kehadiran edisi Indonesia dari Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara makin istimewa dan bernilai tinggi untuk dikoleksi di rak buku keluarga ya!

4. Proses kurasi dan adaptasi visual yang matang

Popmama.com/Syiva Amalia

Menerbitkan edisi terjemahan dari buku luar negeri tidak sekadar memindahkan bahasa, ya Ma!

Tetapi juga mengadaptasi konteks budaya dan estetika visual agar ramah bagi anak-anak Indonesia. Dari sekian banyak karya terbitan Little Hibba LTD, naskah Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara melewati proses kurasi dan seleksi redaksi yang sangat ketat sebelum akhirnya dipilih untuk diterbitkan.

​Proses adaptasi ini pun melibatkan editor Fadilatul Rakhma, penerjemahan yang luwes oleh Elly F, serta penataan artistik oleh Dhestyra C Puteri.

Tim redaksi berulang kali melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa ilustrasi buatan Salma Azhar tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga nyaman dibaca oleh anak mama.

Dinamika dan ketelitian di balik layar ini diungkapkan langsung oleh Editor Qanza, Fadilatul Rakhma dalam book launching di IIBF 2026.

​"Dari awal pertama penerbitan ini saya sempat sharing juga sama redaksi yang lain, kita juga saling baca juga. Ada yang perlu dikoreksi lagi, kita saling check ilustrasinya dan penempatannya juga. Tapi insyaAllah ini terbitannya sudah cukup baik," jelas Fadilatul Rakhma.

​Wedha Stratesti Yudha dari Water Lily Literary juga menambahkan bahwa pemilihan judul ini didasarkan pada kesesuaian karakter pasar bacaan anak di Indonesia:

​"Ada proses review, hasil review dicek lagi oleh tim redaksi apakah oke isinya, apakah ilustrasinya cocok dengan pasar Indonesia. Nah dari sekian rekomendasi, dua judul ini yang dinilai oleh tim Mbak Dilla paling cocok untuk pasar Indonesia," tambah Wedha.

Wah! ​Berkat proses kurasi dan adaptasi visual yang matang, buku edisi Indonesia tampil sangat berkualitas ya. Baik dari segi ketepatan pesan, keluwesan bahasa, maupun daya tarik visualnya!

5. Direkomendasikan penulis untuk dimiliki anak dan dibaca bersama mama

Popmama.com/Syiva Amalia

Ma, buku anak akan memberikan dampak yang jauh lebih membekas ketika dibaca bersama orangtua di rumah.

Kehadiran Mama saat mendampingi anak membaca buku Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara bukan sekadar membacakan teks, ya. Melainkan menciptakan ruang dialog yang hangat untuk berdiskusi.

​Dalam sesi peluncuran di IIBF 2026, Sajeda Faraz selaku kreator dan pendiri Little Hibba, London.

Mengungkapkan misi besarnya, bahwa impian utamanya diterbitkannya buku ini adalah agar buku-buku anak tidak hanya berakhir menjadi pajangan di rak. Melainkan aktif dibacakan oleh orangtua serta mudah diakses oleh seluruh anak tanpa terkecuali.

​Sajeda Faraz menyampaikan pesan hangatnya secara langsung bagi para Mama dan anak di Indonesia:

​"My hope is that children love them, the books, and parents like reading it out to their children. And, and if it can go into libraries, in schools, and, you know, where children are seeing it on everyday. Because sometimes not every child is able to buy a book. So if it's in a free space, it's always nice to access books. So that's in libraries, you know, in schools, so I'd love for it to go into that," tutur Sajeda Faraz.

Itulah alasan buku Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara wajib dibaca anak. Lewat buku ini Mama bisa menghadirkan suasana belajar yang interaktif, imajinatif, dan penuh kehangatan di rumah.

​Proses kurasi yang matang, ilustrasi full color yang memanjakan mata, serta pesan bermakna di balik peluncurannya di IIBF 2026 menjadikan buku terbitan Qanza dari Grasindo x Water Lily Literary ini sebagai fondasi terbaik untuk masa depan anak mama

Curated For You

Editorial Team

Related Article