Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

MBG Melakukan Uji Coba Prasmanan, Terinspirasi dari Jepang

3 min read
MBG Melakukan Uji Coba Prasmanan, Terinspirasi dari Jepang
Pinterest.com/hanip & Instagram.com/itsadhiw
  • BGN menguji coba skema prasmanan MBG sejak 5 Oktober 2026, melibatkan lebih dari 60 dapur SPPG di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Jayapura.

  • Makanan dari dapur SPPG dikirim hangat lalu disajikan di kelas; siswa bergiliran piket dalam kelompok 5–6 orang untuk melayani teman dan belajar tanggung jawab.

  • Evaluasi sementara BGN mencatat respons positif: siswa dapat mengambil porsi sesuai kapasitas, makanan lebih banyak habis dikonsumsi, dan potensi sisa makanan berkurang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kini kembali menghadirkan inovasi menarik yang patut diapresiasi oleh para orangtua di rumah. 

Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mulai menguji coba pemberian makanan bergizi dengan menggunakan skema prasmanan yang terinspirasi dari sistem sekolah di Jepang. 

Uji coba inovatif ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi anak-anak di sekolah, tetapi juga mengajarkan kemandirian serta kedisiplinan sejak dini.

Melalui skema prasmanan ini, makanan yang dimasak di dapur SPPG dibawa langsung ke sekolah dalam kondisi hangat untuk kemudian disajikan di dalam kelas.

Sebanyak lebih dari 60 dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Jayapura telah dilibatkan dalam tahap uji coba ini.

Langkah strategis tersebut dinilai sangat efektif untuk menjaga kualitas hidangan agar tetap segar sekaligus menekan risiko makanan menjadi cepat rusak.

Metode baru ini juga dirancang sebagai sarana edukasi karakter yang menyenangkan bagi para siswa di sekolah. 

Yuk, simak ulasan lengkapnya di Popmama.com terkait MBG melakukan uji coba prasmanan, terinspirasi dari Jepang! 

  1. 1. Uji coba skema prasmanan MBG di berbagai wilayah

    Uji cob MBG prasmanan
    Instagram.com/itsadhiw

    Skema prasmanan ini resmi diuji coba oleh Badan Gizi Nasional (BGN) mulai tanggal 5 Oktober 2026. 

    Uji coba perdana tersebut melibatkan lebih dari 60 dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. 

    Wilayah yang menjadi sasaran program ini meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, hingga menjangkau wilayah Jayapura.

    Makanan yang telah dimasak di dapur SPPG akan dibawa menuju sekolah dalam kondisi hangat. 

    Setibanya di sekolah, makanan tersebut langsung disajikan kepada para siswa di dalam kelas masing-masing. 

    Inovasi penyajian ini diterapkan dengan tujuan makanan menjadi jauh lebih fresh bagi anak-anak. 

    Selain itu, cara ini juga berfungsi untuk meminimalisir risiko makanan menjadi rusak sebelum dikonsumsi siswa.  

  2. 2. Konsep piket siswa dalam penyajian

    Uji cob MBG prasmanan
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Konsep prasmanan ini dirancang khusus oleh BGN sebagai sarana edukasi karakter juga.

    Tujuannya untuk mengembangkan karakter anak dengan baik di sekolah. 

    Dalam praktiknya, para siswa akan dilibatkan secara langsung melalui pembentukan kelompok piket harian yang terstruktur. 

    Setiap kelompok piket tersebut beranggotakan sekitar 5 sampai 6 orang siswa secara bergiliran. 

    Tugas utama mereka adalah membantu melayani teman-teman sekelasnya saat mengambil makanan di meja prasmanan. 

    Pola ini terinspirasi langsung dari sistem kemandirian makan di sekolah-sekolah Jepang. 

    Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa belajar bekerja sama dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompoknya. 

  3. 3. Evaluasi positif dan penurunan angka food waste

    Anak perempuan membuang makanannya
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Hasil evaluasi sementara dari pihak BGN menunjukkan adanya respons yang sangat positif terhadap uji coba skema prasmanan ini. 

    Sejauh ini, tingkat makanan yang habis dikonsumsi oleh para siswa tercatat menunjukkan hasil yang jauh lebih baik. 

    Hal tersebut secara langsung berdampak positif pada potensi food waste atau sisa makanan yang terbuang menjadi lebih sedikit. 

    Anak-anak dapat mengambil porsi makanan sesuai dengan kapasitas mereka tanpa ada yang tersisa di piring. 

    Dengan porsi yang pas dan suasana makan yang menyenangkan, gizi harian anak di sekolah pun dapat terpenuhi secara optimal. 

    Orangtua tentu merasa lebih tenang karena anak-anak makan dengan lahap dan disiplin.

    Itu dia fakta terkait MBG melakukan uji coba prasmanan, terinspirasi dari Jepang! 

    Kehadiran sistem piket dan kebebasan mengambil porsi sendiri terbukti mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam menghabiskan makanannya tanpa tersisa.

    Sebagai orangtua, tentu harapannya agar program ini dapat segera diperluas ke lebih banyak sekolah di seluruh penjuru Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More