Melansir dari Buyung Alfian Noris Sudrajat selaku School System Lead British Council, “Ketika kompetensi dan kreativitas pengajar meningkat, proses penyampaian materi kepada anak-anak akan menjadi lebih terarah dan menyenangkan.”
5 Strategi Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Sekolah, Guru Wajib Tahu!

Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah umumnya hanya menjadi mulok atau ekstrakurikuler, sehingga jam belajar terbatas di tengah padatnya pelajaran bahasa, agama, dan umum.
Pembelajaran dianjurkan fleksibel dan menyenangkan melalui permainan, buku cerita bergambar bilingual, pembiasaan frasa kelas, serta lagu dan video animasi untuk memperkaya kosakata dan keberanian.
British Council dan Kementerian Agama mengembangkan strategi bagi MI, termasuk komunitas belajar serta pelatihan guru untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas pengajaran bahasa Inggris.
Mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak di Indonesia sangat menantang.
Salah satunya di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang bisa menjadi langkah awal berharga.
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan bahwa bahasa Inggris umumnya bukan mata pelajaran wajib di kurikulum MI.
Melainkan sekadar Muatan Lokal (Mulok) atau ekstrakurikuler pilihan.
Kondisi ini membuat jam belajar bahasa Inggris di sekolah cenderung sangat terbatas.
Terutama jika dibandingkan dengan mata pelajaran keagamaan dan umum lainnya.
Tantangan bagi anak-anak MI pun menjadi kompleks karena mereka harus membagi fokus belajar antara bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan materi agama yang cukup padat.
Tidak jarang anak merasa bingung saat harus mengenal kosakata asing di tengah jadwal belajarnya.
Jika tidak dikemas dengan pendekatan yang tepat, Bahasa Inggris bisa dianggap sebagai beban tambahan.
Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang fleksibel, menyenangkan, dan relevan dengan lingkungan madrasah.
Karena sifatnya yang opsional, pendekatan belajar tidak boleh bertumpu pada hafalan tata bahasa yang kaku!
Melainkan pada kebiasaan berkomunikasi yang santai.
British Council bersama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan kerjasama untuk mengembangkan strategi pembelajaran bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Yuk simak di Popmama.com 5 strategi belajar bahasa Inggris untuk anak sekolah, guru wajib tahu!
1. Metode Game Based Learning

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Perlu diketahui, anak usia 6-12 tahun sangat menyukai aktivitas bermain yang interaktif, lho!
Mereka memilih belajar yang tidak terlalu formal.
Dengan mengimplementasikan permainan sederhana ke dalam sesi belajar dapat meningkatkan keterlibatan serta motivasi anak.
Pendidik bisa memanfaatkan media tebak kata, kartu bergambar, hingga aplikasi edukatif yang dirancang khusus untuk anak.
Lewat permainan, proses penyerapan kata-kata baru akan tersimpan lebih mudah!
Tentu saja didukung dengan suasana belajar yang santai, ya.
Karena hal itu dapat mengurangi rasa takut anak.
Terutama saat mencoba melafalkan kata dalam bahasa Inggris.
Pilihlah topik permainan yang dekat dengan dunia anak.
Misalnya nama benda di lingkungan sekolah atau aktivitas sehari-hari.
2. Memanfaatkan buku cerita bergambar

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Metode storytelling atau bercerita dengan buku bergambar sangat efektif dalam proses belajar, lho!
Karena dapat menarik perhatian anak tanpa membuatnya merasa kewalahan.
Penggunaan teknik dua bahasa juga membantu anak untuk memahami alur cerita dengan lebih percaya diri dan mudah.
Pilihlah buku cerita dengan nilai kebaikan atau kisah sehari-hari yang realistis.
Terlebih saat menggunakan ilustrasi warna-warni yang menarik perhatian anak.
Oran tua atau guru dapat membaca kalimat bahasa Inggris lalu menyelipkan penjelasan sederhananya dalam bahasa Indonesia.
Ajak anak untuk menebak makna kata baru melalui gambar yang ada di buku, ya.
Hal itu bertujuan untuk mengasah daya kritis dan imajinasinya.
Rutinitas membaca ini secara bertahap akan menambah kosakata anak secara alami tanpa paksaan, deh
3. Menerapkan bicara bahasa Inggris saat di kelas

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Keterbatasan jam pelajaran di sekolah dapat dioptimalkan dengan membangun lingkungan yang aktif berbicara di dalam kelas.
Guru dapat memperkenalkan frasa atau sapaan harian bahasa Inggris yang wajib digunakan anak saat berinteraksi di lingkungan kelas.
Mulailah dari kalimat yang sederhana, seperti meminta izin ke toilet, menyapa guru, atau mengucapkan terima kasih.
Suasana kelas yang suportif akan membantu anak terbiasa melafalkan bahasa asing tanpa takut keliru.
Jangan lupa berikan apresiasi atau bintang penghargaan bagi setiap siswa yang berani berbicara menggunakan bahasa Inggris.
Pembiasaan ini tentu melatih keberanian anak, sehingga mereka dapat belajar bahasa Inggris tanpa tekanan.
4. Menggunakan media pembelajaran audio visual

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Anak-anak adalah peniru yang handal dan sangat cepat menyerap bahasa melalui media audio visual.
Dengan memutar lagu anak berbahasa Inggris atau video animasi, dapat menjadi sarana pembelajaran yang seru.
Lewat media ini, anak dapat mendengarkan intonasi dan pengucapan kata yang tepat dari secara langsung.
Manfaatkan teks terjemahan atau subtitle agar anak bisa menghubungkan antara suara yang didengar dengan bentuk tulisannya.
Ajak anak untuk bernyanyi atau menirukan gerakan melalui dialog favoritnya.
Aktivitas audio visual ampuh mengisi celah terbatasnya jam pelajaran di sekolah dengan cara yang sangat disukai anak.
5. Menguatkan mutu pengajaran lewat komunitas

Dok. Popmama.com/Raisha Nurul Riza Keterbatasan jumlah guru spesialis bahasa Inggris di puluhan ribu MI membutuhkan strategi penguatan pendidik yang berkelanjutan.
Pendekatan komunitas belajar antar-guru terbukti sangat efektif untuk saling berbagi metode pengajaran kreatif, terutama di lingkungan madrasah.
Melalui wadah kolaborasi ini, guru dari latar belakang non-spesialis tetap bisa mengajar bahasa Inggris secara percaya diri dan menarik.
Dukungan pelatihan intensif langsung memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas mengajar guru di dalam kelas.
Sinergi antar pendidik memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar bahasa asing yang setara dengan sekolah umum.
Itu dia 5 strategi belajar bahasa Inggris untuk anak sekolah, guru wajib tahu!
Mendampingi anak MI belajar bahasa Inggris memang memerlukan pendekatan yang fleksibel.
Mengingat fokus utama mereka di sekolah sudah cukup padat.
Yang paling penting adalah menumbuhkan rasa suka dan ketertarikan anak terlebih dahulu terhadap bahasa asing ini.
Dengan strategi pembelajaran yang tepat dan dukungan mutu pendidik yang terus diperkuat, bahasa Inggris sebagai mata pelajaran non-wajib bisa menjadi nilai tambah yang menyenangkan bagi anak.






















