"Sejujurnya, saya sedikit emosional dan merasa terluka. Saya ingin kebebasan untuk mengenakan hijab. Ini adalah pilihan pribadi. Jika suatu hari saya ingin melepasnya, itu juga seharusnya menjadi pilihan saya," ujar Zahra.
Azerbaijan Larang Penggunaan Hijab di Sekolah, Murid Gelar Aksi Protes

Siswa di Azerbaijan memprotes pembatasan hijab dengan memboikot kegiatan belajar di sekolah.
Aturan seragam sekuler berdampak pada siswi dan guru berhijab yang dilaporkan tidak dapat masuk sekolah atau mengajar.
Protes meluas hingga Istanbul, sementara sejumlah perempuan menyuarakan kebebasan memilih hijab dan memperoleh pendidikan.
Sejumlah siswa di Azerbaijan menggelar aksi protes dan memboikot kegiatan belajar pada Sabtu (10/10/2026) setelah muncul laporan mengenai pembatasan penggunaan hijab di lingkungan sekolah.
Pemerintah Azerbaijan diketahui menerapkan kebijakan baru mengenai aturan berpakaian sekuler. Kebijakan menuai penolakan lantaran para siswi dan guru yang mengenakan hijab tidak diperbolehkan memasuki sekolah atau menjalankan aktivitas mengajar.
Aksi protes semakin menjadi sorotan karena Azerbaijan merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Berikut Popmama.com siap membahas informasi lebih lanjut terkait kebijakan Azerbaijan larang penggunaan hijab di sekolah.
Table of Content
1. Pemerintah Azerbaijan menerapkan aturan seragam sekolah yang sekuler

x.com/slmhktn Dilansir dari Al Jazeera, polemik penggunaan hijab di sekolah Azerbaijan bermula setelah Kabinet Menteri Azerbaijan mengesahkan perubahan aturan seragam sekolah pada 21 September 2026.
Pemerintah menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memperkuat karakter sekuler dalam sistem pendidikan umum. Dalam aturan tersebut, penggunaan aksesori atau pakaian yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan seragam sekolah dilarang karena dianggap bertentangan dengan prinsip sekularisme.
Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari dekret Presiden Ilham Aliyev pada Juli 2026 mengenai penerapan seragam standar di lembaga pendidikan negeri.
Meskipun aturan tidak secara eksplisit menyebut hijab sebagai pakaian yang dilarang, penerapannya justru menimbulkan persoalan. Sejumlah siswi dan guru yang mengenakan hijab dilaporkan tidak diperbolehkan memasuki lingkungan sekolah. Situasi ini kemudian memicu perdebatan di tengah masyarakat.
Pasalnya, sekitar 96 persen penduduk Azerbaijan beragama Islam, sehingga pembatasan penggunaan hijab di lingkungan pendidikan memunculkan pertanyaan mengenai kebebasan beragama di negara tersebut.
2. Siswa memboikot kegiatan belajar sebagai bentuk solidaritas

x.com/afigali Perdebatan mengenai aturan seragam sekolah di Azerbaijan kemudian berkembang menjadi persoalan kebebasan mengenakan hijab. Penolakan terhadap kebijakan tersebut tidak hanya disampaikan melalui media sosial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi langsung di lingkungan sekolah.
Perdebatan pun bergeser dari soal keseragaman pakaian menjadi persoalan kebebasan mengenakan hijab di negara yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut.
Platform media Azerbaijan, Meydan TV, mendokumentasikan aksi protes yang dilakukan para siswa di Sekolah Nomor 69 di Baku. Dalam aksi itu, sejumlah siswa menolak mengikuti pelajaran sebagai bentuk solidaritas terhadap teman-teman perempuan mereka yang mengenakan hijab.
Para siswa meminta pihak sekolah memberikan izin kepada siswi berhijab agar dapat memasuki sekolah dan mengikuti kegiatan belajar seperti biasa. Mereka menilai teman-teman perempuan lainnya seharusnya tetap mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan tanpa harus menghadapi pembatasan akibat pilihan berpakaian.
3. Guru berhijab mengaku diminta memilih antara melepas hijab atau berhenti mengajar

x.com/TurgayEvren1 Polemik aturan berpakaian di sekolah Azerbaijan juga berdampak pada para guru perempuan yang mengenakan hijab. Bahkan, beberapa siswa ditemukan menangis usai mengetahui gurunya tidak lagi mengajar di sekolah karena dilarang menjalankan tugasnya akibat mengenakan hijab.
Meskipun ketentuan seragam sekolah tidak secara tegas menyebut larangan hijab, sejumlah guru mengaku harus memilih antara melepas hijab atau berhenti mengajar. Salah satu guru yang menyampaikan keberatannya adalah Zahra Hasanova.
Ia mengaku sedih atas pembatasan yang dilakukan secara tiba-tiba. Dirinya berharap setiap perempuan di Azerbaijan memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya dalam mengenakan hijab.
4. Siswi Azerbaijan tegaskan hijab tidak menghalangi pendidikan

Instagram.com/doamuslims Penolakan terhadap pembatasan hijab juga disuarakan oleh seorang siswi Azerbaijan Dalam video yang tersebar di media sosial, seorang anak bernama Khadijah mengaku mulai mengenakan hijab sejak usia sembilan tahun atas kemauannya sendiri.
Menurutnya, hijab tidak menghalangi seseorang untuk mendapatkan pendidikan. Dirinya tetap mencintai hijab dan belajar di saat bersamaan, begitu pula para guru dan teman-temannya yang lain.
"Hijab adalah kebanggaan saya! Saya tidak akan pernah melepas hijab saya!" tegas Khadijah.
5. Aksi protes meluas hingga ke Istanbul dan Turki

x.com/afigali Polemik mengenai penggunaan hijab di sekolah Azerbaijan turut mendapat perhatian dari masyarakat internasional. Di Istanbul, Turki, sejumlah orang menggelar aksi protes di depan Konsulat Azerbaijan untuk menyuarakan penolakan terhadap pembatasan bagi perempuan berhijab.
Mereka turut menyoroti pentingnya memberikan kebebasan kepada perempuan untuk menjalankan keyakinan dan menentukan pilihan berpakaian tanpa kehilangan akses terhadap pendidikan maupun pekerjaan.
Persoalan ini juga menyentuh perbedaan pandangan terkait kebebasan beragama, kewenangan lembaga pendidikan, serta penerapan prinsip sekularisme dalam kehidupan masyarakat.
Demikian informasi mengenai Azerbaijan larang penggunaan hijab di sekolah. Bagaimana menurut pendapat Mama?























