Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Viral! Aksi Anak SD di Cilacap Membaca Geguritan Penuh Penghayatan

3 min read
Viral! Aksi Anak SD di Cilacap Membaca Geguritan Penuh Penghayatan
TikTok.com/@celll903
  • Sandi, siswa kelas IV SD Negeri Karangrena 01 Cilacap, viral setelah membacakan geguritan dengan percaya diri dan ekspresi penuh penghayatan di depan kelas.

  • Video yang direkam guru Iin Aminah di TikTok meraih puluhan juta tayangan; warganet memuji intonasi, artikulasi, mimik dramatis, dan gerakan ekspresif Sandi.

  • Sandi mendeklamasikan geguritan “Ji Ro Lu Pat Mo Nem” karya Ari Hermawan Saputra, memicu perhatian pada pelestarian bahasa daerah serta peran sekolah mengembangkan bakat siswa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Media sosial kembali diramaikan oleh aksi mengagumkan seorang siswa Sekolah Dasar (SD) yang menunjukkan kecintaannya pada budaya dan bahasa daerah.

Tanpa canggung atau malu, anak laki-laki bernama Sandi sukses mencuri perhatian puluhan juta pasang mata usai video penampilannya membacakan geguritan di depan kelas viral di berbagai media sosial.

​Keberanian dan ekspresinya yang penuh penjiwaan saat berdeklamasi berhasil menuai pujian serta rasa kagum dari warganet

Berikut sudah Popmama.com rangkum fakta menarik aksi anak SD di Cilacap membaca geguritan penuh penghayatan.

  1. Siswa Kelas IV SD Negeri Karangrena 01 Cilacap

    Sandi siswa SD Negeri Karangrena 01 menunjukkan kemampuannya membaca geguritan viral
    TikTok.com/@celll903

    Aksi viral ini datang dari Sandi, seorang siswa kelas IV yang menempuh pendidikan di SD Negeri Karangrena 01, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

    Menariknya di tengah gempuran tren digital dan konten hiburan luar negeri yang mendominasi anak-anak zaman sekarang.

    Dengan unik dan keberaniannya Sandi membawakan karya sastra Jawa klasik atau geguritan menjadi sebuah momen istimewa.

    ​Hal yang paling menyita perhatian warganet adalah tingkat kepercayaan diri Sandi yang luar biasa.

    Layaknya seorang orator berpengalaman, ia tampil percaya diri dengan intonasi vokal yang mantap, artikulasi tegas, mimik wajah dramatis, hingga gerakan tangan bertolak pinggang yang ekspresif mengikuti tempo pembacaan puisi.

    Momen tersebut direkam secara sederhana oleh sang guru, Iin Aminah, lewat akun TikTok @iin.aminah77.

    Yang tak butuh waktu lama, video tersebut langsung dibanjiri puluhan juta tayangan dan respon positif dari warganet yang menjulukinya sebagai "calon orator masa depan".

  2. Membawakan Geguritan "Ji Ro Lu Pat Mo Nem" Karya Ari Hermawan Saputra

    Geguritan sastra Jawa
    commons.wikimedia.org/Ilham.nurwansah

    Dalam penampilannya yang memukau di depan kelas, Sandi mendeklamasikan bait demi bait geguritan berjudul "Ji Ro Lu Pat Mo Nem" karya budayawan dan sastrawan Jawa, Ari Hermawan Saputra.

    Judul "Ji Ro Lu Pat Mo Nem" sendiri berasal dari penomoran bahasa Jawa siji, loro, telu, papat, limo, enem yang mengisyaratkan tingkatan, tahapan, atau keteraturan dalam meniti kehidupan.

    Meskipun masih duduk di bangku kelas IV SD, Sandi membawakan teks yang cukup berat ini dengan artikulasi yang amat jernih dan ketepatan tempo baca yang luar biasa.

    Penjiwaannya yang total, terlihat dari setiap perubahan raut wajah dan penekanan intonasi suaranya yang ia tunjukkan.

    Hal ini terlihat bahwa Sandi tidak sekadar menghafal kata demi kata, melainkan benar-benar meresapi makna mendalam di balik setiap bait geguritan tersebut.

  3. Inspirasi untuk Generasi Muda Indonesia

    Sandi tidak malu membacakan geguritan di depan kamera dan teman-temannya
    TikTok.com/@celll903

    Sandi membuat banyak orang mengen​al kembali apa itu geguritan, Ma. Hal ini tentunya bagus dan baik untuk generasi muda ya.

    Karena di era di mana seni dan bahasa daerah sering kali dianggap usang oleh sebagian generasi muda, penampilan Sandi hadir bagaikan pengingat berharga tentang indahnya warisan tradisi Nusantara.

    Aksi sederhananya di depan kelas terbukti mampu mendobrak stereotip dan membuktikan bahwa karya sastra tradisional seperti geguritan tetap memiliki daya pikat yang kuat jika dibawakan dengan rasa bangga dan ketulusan.

    ​Video ini tak sekadar menjadi hiburan viral yang lewat begitu saja, Ma.

    Melainkan memicu diskusi hangat di kolom komentar mengenai pentingnya pendidikan karakter dan pelestarian bahasa ibu sejak usia dini.

    Banyak warganet yang terinspirasi oleh keberanian Sandi serta mengapresiasi peran guru dan sekolah dalam memfasilitasi bakat anak.

    Sosok Sandi menjadi bukti nyata bahwa bakat besar dan kecintaan pada budaya bisa tumbuh subur dari mana saja, bahkan dari balik ruang kelas sekolah dasar yang paling sederhana sekalipun.

    Itulah fakta menarik dari aksi anak SD di Cilacap membaca geguritan penuh penghayatan. Semoga keberanian dan semangat Sandi dapat menginspirasi anak-anak Indonesia lainnya untuk tidak ragu menunjukkan potensi diri serta mencintai budaya Nusantara.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More