Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Budaya Bengkulu Paling Populer hingga saat Ini
Pexels/Windu Nugrahanto, Instagram.com/visitbengkulu
  • Bengkulu memiliki 8 budaya populer yang masih lestari, mencakup tradisi keagamaan, seni pertunjukan, musik, kain khas, serta kerajinan bersejarah.

  • Tabot, Dol, Sarafal Anam, Opai Malem Likua, dan Marhaban Buai Bayi menonjolkan nilai sejarah, syukur, doa, kebersamaan, disiplin, serta berbagi.

  • Kain Besurek, kulit lantung, dan seni Berejung memperkenalkan makna motif, kreativitas menghadapi keterbatasan, serta pentingnya komunikasi yang santun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengenalkan budaya Nusantara kepada si Anak bukan sekadar melestarikan tradisi, lho, Ma.

Lebih dari itu, nilai-nilai luhur di balik kebudayaan daerah bisa menjadi sarana yang sangat efektif untuk membentuk karakter, melatih empati, serta mempererat ikatan keluarga.

Salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan tradisi penuh makna adalah Bengkulu. Berbagai tradisi masyarakat Bengkulu yang masih lestari hingga kini ternyata menyimpan banyak pelajaran hidup yang berharga untuk tumbuh kembang anak.

Berikut sudah Popmama.com rangkum 8 budaya Bengkulu paling populer yang bisa Mama jadikan media pembelajaran karakter untuk anak. Disimak ya!

1. Tradisi Tabot

Pexels/Windu Nugrahanto

Tradisi Tabot bukan sekadar festival tahunan dari Bengkulu yang meriah, lho, Ma. Perayaan yang digelar setiap tanggal 1 hingga 10 Muharram ini merupakan upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenalkan sejarah dan peringatan kepahlawanan Syahid Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Nabi Muhammad SAW.

Lewat ragam prosesi uniknya, Mama bisa mengenalkan nilai sejarah Islam dan nilai keagamaan sejak dini kepada anak. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam mempersiapkan panggung dan bangunan Tabot juga menyimpan pelajaran berharga untuk anak.

Pelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersamaan, rasa empati, dan sikap saling menghormati di dalam kehidupan bermasyarakat.

2. Kain Besurek

Kain Besurek adalah warisan wastra khas Bengkulu yang mempertemukan keindahan budaya lokal dengan sentuhan kaligrafi Arab gundul.

Nama besurek sendiri berarti "bertulisan", di mana helai kainnya dihiasi beragam motif sarat makna seperti simbol keagungan, bentuk rembulan, kembang melati, hingga keindahan burung punai.

Tradisi yang dulunya hadir dalam momen penting seperti ayunan akikah bayi hingga busana adat ini kini terus dilestarikan sebagai kebanggaan daerah Bengkulu, Ma.

Mengenalkan cerita di balik Kain Besurek menjadi pintu masuk untuk mengajari anak remaja mana tentang rasa syukur atas ciptaan Tuhan dan keindahan alam.

Lewat detail motifnya, Mama bisa mengasah imajinasi visual anak sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Nusantara sejak dini.

3. Musik Dol

Instagram.com/visitbengkulu

Musik Dol adalah instrumen tabuh khas Bengkulu yang terbuat dari bonggol pohon kelapa dan dilapisi kulit hewan.

Suara dentumannya yang nyaring dan penuh energi selalu berhasil membakar semangat siapa saja yang mendengarnya. Uniknya, alat musik ini relatif ringan dan mudah dipelajari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Dengan mengenalkan anak belajar alat musik Dol sangat bagus untuk melatih koordinasi motorik dan menyalurkan energinya secara positif. Karena dimainkan secara bersama-sama, si Anak juga secara alami belajar tentang pentingnya fokus, kedisiplinan, serta ritme kerja sama dalam sebuah tim.

4. Kesenian Sarafal Anam

Instagram.com/andestasaputra

Sarafal Anam merupakan kesenian vokal bernuansa Islami yang memadukan lantunan syair Al-Qur'an dan doa dengan iringan ketukan rebana.

Tradisi yang sering hadir dalam perayaan akikah dan pernikahan ini dibawakan oleh laki-laki berbusana muslim sebagai simbol kebersamaan dalam memimpin doa dan memanjatkan rasa syukur atas nikmat Tuhan.

Lantunan musik yang tenang dari tradisi ini bisa menjadi sarana untuk mengenalkan anak mama pada rasa syukur dan pentingnya berdoa. Selain itu, keterlibatan para penampil dalam membimbing doa memberikan teladan nyata bagi anak tentang pentingnya belajar menjadi pribadi yang tenang, taat, dan bertanggung jawab.

5. Kerajinan kulit Lantung

Instagram.com/sarirasa_bengkulu

Kerajinan kulit lantung memanfaatkan batang pohon karet yang dipukul-pukul hingga tipis untuk diolah menjadi beragam barang berguna, seperti tas, dompet, hingga bingkai foto.

Wastra unik ini memiliki nilai sejarah yang kuat karena lahir dari perjuangan rakyat di masa sulit tahun 1943 untuk tetap bertahan hidup dan berkreasi di tengah keterbatasan.

Kisah tangguh di balik kulit lantung mengajarkan anak untuk tidak mudah menyerah dan tidak gampang mengeluh saat menemui jalan buntu. Dari sini, Mama bisa menginspirasi anak remaja untuk selalu menggunakan akalnya secara kreatif dan memanfaatkan hal-hal di sekitarnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

6. Tradisi Opoi Malem Likua

Instagram.com/budaya.sayo

Opoi Malem Likua adalah tradisi khas suku Serawai dan Rejang yang dilakukan setiap malam ke-27 Ramadan dengan menyalakan susunan batok kelapa di halaman depan rumah.

Cahaya dan aroma khas dari pembakaran batok kelapa ini menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan, sarana mengirimkan doa untuk para leluhur, sekaligus menjadi momen berharga bagi anggota keluarga untuk berkumpul bersama di malam hari.

Suasana hangat dari tradisi ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi tumbuh kembang emosional anak mama, lho. Dari momen sederhana ini, Mama bisa menanamkan rasa syukur dalam diri anak, mengajarkan pentingnya mendoakan orang tua serta keluarga, dan mempererat ikatan emosional antaranggota keluarga.

7. Tradisi Marhaban Buai Anak

Instagram.com/budaya.sayo

Marhaban Buai Anak merupakan bagian dari prosesi syukuran akikah di Bengkulu, Ma. Saat momen ini, anak digendong dan diletakkan di dalam buaian berhias kain besurek, diiringi lantunan selawat dan prosesi cukur rambut secara bergantian. Suasana makin meriah dengan hadirnya banjar uang (bendera berisi uang) yang selalu disambut antusias oleh anak-anak sekitar.

Momen ini menjadi sarana mengajari anak remaja mama bahwa kehadiran seorang anak adalah anugerah besar yang patut disyukuri dan didoakan bersama. Kehadiran banjar uang juga menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan konsep berbagi kebahagiaan dengan teman.

8. Seni Berejung

Berejung merupakan seni tutur atau nyanyian tradisional dalam logat Serawai yang dibawakan di sela-sela pertunjukan tarian adat pada acara pernikahan atau syukuran.

Melalui lantunan liriknya yang indah, penutur berejung menyampaikan ungkapan hati hingga pesan-pesan bijak dengan cara santai dan menghibur tanpa terkesan menggurui.

Seni Berejung mengajarkan anak tentang pentingnya cara berkomunikasi yang baik. Dari tradisi ini juga, Mama bisa memberi pemahaman pada anak bahwa saat ingin menyampaikan pendapat atau mengingatkan teman, bisa mengatakannya dengan cara yang halus, santun, dan menyenangkan agar mudah diterima oleh orang lain.

Nah, itulah 8 budaya Bengkulu paling populer hingga saat ini. Mengenalkan budaya Nusantara seperti tradisi Bengkulu ke anak ternyata sangat menyenangkan ya, Ma? Lebih dari sekadar melestarikan warisan leluhur, cerita dan nilai di balik tradisinya bisa menjadi fondasi karakter yang kuat supaya ia tumbuh menjadi anak yang santun, tangguh, dan bangga akan identitas bangsanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article