Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Eksperimen Sains Ramadan untuk Anak, Unik dan Edukatif!

7 Eksperimen Sains Ramadan untuk Anak, Unik dan Edukatif!
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI
Intinya Sih
  • Ramadan bisa diisi dengan kegiatan edukatif lewat eksperimen sains sederhana yang seru dan menyenangkan untuk anak

  • Berbagai eksperimen seperti kembang api susu, air berjalan, perahu sabun, hingga balon mengembang mengajarkan konsep sains dengan cara visual dan mudah dipahami

  • Selain belajar sains, anak juga memahami nilai dan makna Ramadan melalui aktivitas yang kreatif dan bermakna di rumah

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mama pasti ingin bulan Ramadan tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga kegiatan edukatif yang menyenangkan untuk anak.

Eksperimen sains sederhana bisa menjadi cara seru untuk mengajarkan konsep ilmiah sambil mengaitkannya dengan tema Ramadan.

Anak akan belajar sambil bermain dan memahami fenomena alam di sekitar mereka dengan lebih mudah.

Berikut Popmama.com sudah merangkum eksperimen sains ramadan untuk anak yang bisa Mama coba di rumah dengan bahan-bahan sederhana.

Table of Content

1. Eksperimen kembang api

1. Eksperimen kembang api

Eksperimen kembang api
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Eksperimen kembang api susu ini mengajarkan anak tentang reaksi kimia antara sabun dan lemak dalam susu yang menghasilkan gerakan warna-warni yang cantik seperti kembang api.

Anak akan terpesona melihat warna-warna yang bergerak dan bercampur dengan sendirinya tanpa diaduk.

Aktivitas ini melatih kemampuan observasi anak dan pemahaman bahwa sabun dapat memecah lemak sehingga warna bergerak mengikuti aliran lemak yang terpecah.

Eksperimen ini sangat visual dan menarik sehingga anak akan antusias melakukannya berulang kali dengan kombinasi warna berbeda.

Bahan yang dibutuhkan:

  • Piring atau wadah datar

  • Susu cair

  • Pewarna makanan berbagai warna

  • Bedak tabur

  • Sabun cair

Cara melakukan eksperimen:

  • Siapkan piring atau wadah datar yang cukup besar

  • Tuang susu ke piring hingga menutupi seluruh permukaan piring

  • Teteskan beberapa pewarna makanan di berbagai titik di permukaan susu

  • Taburkan bedak secukupnya di atas susu

  • Teteskan sabun cair di tengah-tengah piring

  • Amati apa yang terjadi: warna akan bergerak dan bercampur seperti kembang api

  • Jelaskan bahwa sabun memecah lemak dalam susu sehingga warna bergerak mengikuti aliran

  • Coba ulangi dengan warna berbeda untuk melihat pola yang berbeda pula

2. Eksperimen air berjalan

Eksperimen air berjalan
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Eksperimen air berjalan ini mengajarkan anak tentang konsep kapilaritas yaitu kemampuan air untuk bergerak naik melalui celah-celah kecil melawan gravitasi.

Anak akan terkagum melihat air berwarna bisa berpindah dari satu gelas ke gelas lain melalui tisu tanpa dituang.

Aktivitas ini melatih kesabaran anak karena prosesnya membutuhkan waktu dan mengajarkan tentang sifat fisika air.

Eksperimen ini juga menunjukkan pencampuran warna primer menjadi warna sekunder yang menarik untuk dipelajari.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 3 gelas bening

  • Tisu gulung

  • Air mineral

  • Pewarna makanan merah dan biru

  • Sendok untuk mengaduk

Cara melakukan eksperimen:

  • Siapkan 3 gelas dan letakkan berjajar secara sejajar

  • Isi gelas 1 dan gelas 3 masing-masing dengan air sekitar 3/4 penuh

  • Biarkan gelas 2 di tengah dalam keadaan kosong

  • Teteskan pewarna makanan merah ke gelas 1 dan biru ke gelas 3

  • Aduk air berwarna hingga tercampur rata

  • Sobek 2 lembar tisu dan lipat memanjang seperti pipa

  • Celupkan ujung tisu pertama ke gelas 1 dan ujung lainnya ke gelas 2

  • Celupkan tisu kedua ke gelas 2 dan ujung lainnya ke gelas 3

  • Pastikan kedua ujung tisu menyentuh dasar gelas yang berisi air

  • Tunggu 10-30 menit dan amati perubahan yang terjadi

  • Air berwarna akan meresap naik melalui tisu dan mengisi gelas tengah

  • Air di gelas tengah akan berwarna ungu karena campuran merah dan biru

  • Jelaskan bahwa air bisa naik melawan gravitasi melalui celah kecil di tisu

3. Eksperimen perahu kertas yang bisa berlayar sendiri

Eksperimen perahu kertas
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Eksperimen perahu kertas ini mengajarkan anak tentang tegangan permukaan air dan bagaimana sabun dapat mengurangi tegangan tersebut sehingga menciptakan gaya dorong.

Anak akan senang melihat perahu kertas buatannya bisa bergerak maju sendiri tanpa didorong.

Aktivitas ini melatih keterampilan menggunting anak dan pemahaman tentang gaya dan gerak.

Eksperimen sederhana ini bisa diulang berkali-kali dan anak bisa membuat berbagai bentuk ikan atau perahu kertas untuk dicoba.

Alat dan bahan yang dibutuhkan:

  • Wadah atau baskom besar

  • Air secukupnya

  • Gunting

  • Kertas HVS

  • Sabun cair atau batang

Cara melakukan eksperimen:

  • Gunting kertas HVS menjadi bentuk perahu yang mengingatkan kisah Nabi Nuh AS

  • Buat celah kecil di bagian tengah ekor atau belakang bentuk
  • Siapkan wadah atau baskom yang cukup luas
  • Tuang air ke dalam wadah secukupnya hingga permukaannya tenang
  • Oleskan sedikit sabun di celah yang sudah dibuat
  • Letakkan bentuk perahu di permukaan air dengan hati-hati
  • Amati perahu yang bergerak maju dengan sendirinya seperti berlayar
  • Jelaskan bahwa sabun mengurangi tegangan permukaan air di bagian belakang
  • Perbedaan tegangan ini menciptakan gaya dorong yang membuat bentuk bergerak

4. Eksperimen sundial sederhana

Eksperimen sundial sederhana
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Sundial atau jam matahari adalah alat pengukur waktu tradisional yang mengajarkan anak tentang pergerakan matahari dan konsep waktu yang penting dalam menentukan waktu shalat dan berbuka puasa.

Anak akan belajar bagaimana nenek moyang kita menentukan waktu sebelum ada jam modern.

Aktivitas ini mengajarkan kesabaran dalam pengamatan jangka panjang dan pemahaman tentang rotasi bumi.

Eksperimen ini sangat bermakna karena mengaitkan sains dengan ibadah dalam islam.

Bahan yang dibutuhkan:

  • Piring kertas atau kardus tebal berbentuk lingkaran

  • Sedotan, pensil, atau sumpit sebagai gnomon (batang penunjuk)

  • Spidol permanen berbagai warna

  • Plastisin atau tanah liat untuk menopang gnomon

  • Jam untuk referensi waktu

Cara melakukan eksperimen:

  • Buat lubang kecil di tengah piring kertas

  • Masukkan sedotan atau pensil tegak lurus melalui lubang
  • Gunakan plastisin di bagian bawah untuk membuat gnomon berdiri tegak
  • Hias piring dengan gambar bulan sabit dan bintang di sekelilingnya
  • Letakkan sundial di tempat yang terkena sinar matahari sepanjang hari seperti teras atau halaman
  • Pada waktu imsak, tandai posisi bayangan dengan spidol hijau dan tulis "Imsak"
  • Setiap waktu shalat (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib), tandai posisi bayangan dan beri label
  • Beri tanda khusus dengan spidol warna berbeda di waktu maghrib untuk penanda berbuka puasa
  • Keesokan harinya, gunakan sundial untuk menebak jam berapa dengan melihat posisi bayangan
  • Jelaskan bahwa umat muslim dulu menggunakan posisi matahari untuk menentukan waktu shalat
  • Diskusikan bahwa waktu berbuka puasa juga ditentukan oleh posisi matahari saat matahari terbenam

5. Eksperimen membersihkan bakteri di tangan

Eksperimen membersihkan bakteri di tangan
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Eksperimen ini mengajarkan anak tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun untuk membersihkan kuman dan bakteri.

Merica digunakan sebagai representasi visual bakteri yang tidak terlihat mata sehingga anak bisa memahami konsep kebersihan dengan lebih konkret.

Aktivitas ini sangat penting terutama saat bulan Ramadan ketika menjaga kebersihan sebelum makan sahur dan berbuka puasa adalah hal yang wajib.

Eksperimen sederhana ini membuat anak lebih aware tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun.

Alat dan bahan yang dibutuhkan:

  • Wadah atau mangkuk berisi air

  • Merica bubuk secukupnya

  • Sabun cair

  • Tangan anak

Cara melakukan eksperimen:

  • Isi wadah dengan air secukupnya

  • Taburkan merica bubuk di permukaan air secukupnya hingga menutupi permukaan
  • Jelaskan bahwa merica ini seperti kuman yang bisa mengotori makanan sahur dan takjil kita
  • Masukkan tangan anak ke dalam air tanpa sabun
  • Amati bagaimana merica (kuman) langsung menempel ke tangan yang akan menyentuh kurma untuk berbuka
  • Keringkan tangan dengan lap atau tissue
  • Oleskan sabun cair ke telapak tangan anak hingga merata
  • Celupkan tangan yang sudah bersabun ke dalam air yang sama
  • Amati bahwa merica menyebar menjauhi tangan, menunjukkan kebersihan yang diajarkan islam
  • Jelaskan bahwa sabun dapat mengusir dan membersihkan bakteri dari tangan
  • Diskusikan pentingnya wudhu dan mencuci tangan sebelum makan sahur dan berbuka puasa

6. Eksperimen pesan misterius

Eksperimen pesan rahasia
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Eksperimen jejak tangan misterius ini mengajarkan anak tentang reaksi kimia antara baking soda yang bersifat basa dan kunyit yang mengandung kurkumin.

Anak akan terkagum melihat jejak tangan yang tidak terlihat tiba-tiba muncul ketika diolesi larutan kunyit.

Aktivitas ini bisa digunakan untuk membuat pesan rahasia atau kartu ucapan Ramadan yang unik.

Eksperimen ini melatih kreativitas anak dan pemahaman tentang reaksi kimia sederhana yang menghasilkan perubahan warna.

Alat dan bahan yang dibutuhkan:

  • Baking soda

  • Air

  • Kunyit bubuk

  • Alkohol atau air

  • Kertas putih

  • Kuas atau kapas untuk mengoles

  • Mangkuk kecil untuk mencampur

Cara melakukan eksperimen:

  • Campur baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta encer

  • Gunakan campuran baking soda untuk menulis "Ramadan Mubarak" atau menggambar bulan bintang
  • Atau basahi tangan dan buat jejak tangan sebagai simbol sedekah dan berbagi
  • Biarkan kertas kering, tulisan atau jejak tangan tidak akan terlihat
  • Campur kunyit bubuk dengan larutan alkohol atau air hingga berwarna kuning pekat
  • Gunakan kuas atau kapas untuk mengoles seluruh permukaan kertas dengan campuran kunyit
  • Amati tulisan "Ramadan Mubarak" atau jejak tangan yang tiba-tiba muncul dengan warna oranye kecoklatan
  • Jelaskan bahwa reaksi antara baking soda dan kunyit menghasilkan perubahan warna

7. Eksperimen balon mengembang dengan cuka

Eksperimen balon mengembang dengan cuka
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Eksperimen reaksi kimia sederhana ini mengajarkan anak tentang gas karbon dioksida yang dihasilkan dari reaksi asam dan basa.

Anak akan terkagum melihat balon mengembang dengan sendirinya tanpa ditiup sama seperti kesabaran menunggu hasil saat berpuasa.

Aktivitas ini melatih pemahaman tentang reaksi kimia dan konsep gas yang mengembang.

Eksperimen ini juga bisa dikaitkan dengan proses pembuatan kue yang mengembang untuk perayaan Idul Fitri nanti.

Bahan yang dibutuhkan:

  • Botol plastik bekas ukuran 600ml

  • Cuka putih 100ml

  • Baking soda 2 sendok makan

  • Balon berwarna hijau dan kuning

  • Corong kecil

  • Kain untuk membersihkan jika tumpah

  • Spidol permanen untuk menggambar di balon (opsional)

Cara melakukan eksperimen:

  • Sebelum mulai, gambar bulan sabit dan bintang di balon dengan spidol permanen

  • Tuangkan cuka putih ke dalam botol plastik hingga seperempat penuh
  • Masukkan 2 sendok makan baking soda ke dalam balon menggunakan corong
  • Pasang mulut balon ke mulut botol dengan hati-hati, pastikan baking soda belum jatuh ke cuka
  • Pegang balon dengan kuat agar tidak lepas dari botol
  • Angkat balon ke atas sehingga baking soda jatuh ke dalam cuka
  • Amati reaksi yang terjadi dengan adanya gelembung dan suara mendesis
  • Perhatikan balon berhias bulan bintang yang mengembang seperti lentera Ramadan yang membesar
  • Setelah reaksi selesai, lepaskan balon dari botol dan ikat ujungnya
  • Balon yang mengembang bisa dijadikan hiasan dekorasi Ramadan di kamar anak
  • Jelaskan bahwa reaksi antara asam yaitu cuka dan basa yaitu baking soda menghasilkan gas CO2
  • Kaitkan dengan kue nastar atau kastengel yang mengembang untuk Idul Fitri karena proses yang sama

Itulah, Ma, 7 eksperimen sains ramadan untuk anak yang bisa Mama praktikkan di rumah dengan panduan lengkap.

Eksperimen-eksperimen sederhana ini tidak hanya mengajarkan konsep sains, tetapi juga mengaitkannya dengan tradisi dan nilai-nilai Ramadan yang bermakna.

Mama tertarik mencoba eksperimen yang mana bersama anak Mama di rumah?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More