Karbohidrat olahan seperti roti, mie instan, nasi putih dalam porsi berlebihan tanpa serat yang cukup, kue berbahan tepung halus, serta sereal merupakan jenis makanan yang mudah ditemukan dalam pola makan anak sehari-hari.
Makanan ini memiliki indeks glikemik tinggi, yang berarti dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.
Ketika kadar gula darah meningkat secara cepat, tubuh akan merespons dengan meningkatkan produksi insulin. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, dapat muncul resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.
Dalam jangka panjang, perubahan metabolik ini dapat berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas, yang merupakan salah satu faktor paling konsisten dikaitkan dengan pubertas dini.
Penelitian dalam jurnal Life (2021) menjelaskan bahwa pola makan tinggi karbohidrat olahan dan energi berlebih dapat memengaruhi keseimbangan hormon melalui peningkatan berat badan dan perubahan sinyal metabolik seperti leptin dan insulin.
Leptin sendiri merupakan hormon yang memberi sinyal kepada otak bahwa tubuh memiliki cukup cadangan energi untuk memulai proses pubertas.
Selain itu, review dalam Frontiers in Endocrinology (2022) juga menyoroti bahwa gangguan metabolisme akibat pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat memengaruhi kerja hipotalamus–hipofisis–gonad (HPG axis), yaitu sistem utama yang mengatur dimulainya pubertas.
Aktivasi sistem ini yang lebih cepat pada sebagian anak diduga berkaitan dengan kondisi metabolik yang tidak seimbang.
Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa karbohidrat olahan bukan satu-satunya faktor. Karena itu, pendekatan yang disarankan bukan menghindari karbohidrat sepenuhnya, tetapi memilih jenis karbohidrat lain seperti nasi merah, oat, ubi, dan sumber serat lainnya agar penyerapan gula lebih stabil.
Itulah 7 jenis makanan yang bisa mempercepat pubertas dini anak yang perlu Mama waspadai. Semoga membantu, ya Ma!