Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Jenis Makanan yang Bisa Mempercepat Pubertas Dini Anak, Waspada!

7 Jenis Makanan yang Bisa Mempercepat Pubertas Dini Anak, Waspada!
Pexels/Tima Miroshnichenko
Intinya Sih
  • Pubertas dini dapat dipicu oleh faktor genetik, obesitas, dan pola makan tinggi gula, lemak, serta kalori yang memengaruhi keseimbangan hormon anak.

  • Fast food, ultra-processed food, makanan tinggi gula tambahan, daging olahan, dan konsumsi berlebihan daging merah disebut sebagai jenis makanan yang berpotensi mempercepat pubertas dini.

  • Para ahli menekankan pentingnya pola makan seimbang dengan membatasi makanan olahan serta memilih sumber protein alami seperti ikan, telur, tahu, dan tempe untuk mendukung tumbuh kembang sehat anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pubertas merupakan fase alami yang menandai proses tumbuh kembang anak menuju kedewasaan. Umumnya, pubertas mulai terjadi pada anak perempuan usia 8–13 tahun dan anak laki-laki usia 9–14 tahun. Namun, pada sebagian anak, perubahan ini bisa muncul lebih awal dari rentang usia tersebut atau dikenal sebagai pubertas dini.

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi terjadinya pubertas dini, mulai dari faktor genetik, berat badan berlebih, hingga pola hidup sehari-hari.

Salah satu yang turut menjadi perhatian para ahli adalah pola makan anak. Konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan kalori secara berlebihan diduga dapat meningkatkan risiko pubertas dini karena memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh.

Lantas, makanan apa saja yang perlu dibatasi agar risiko pubertas dini pada anak tidak meningkat? Berikut Popmama.com telah merangkumnya. Yuk, simak!

1. Fast food

Salah satu jenis makanan yang bisa mempercepat pubertas dini anak yaitu fast food
Pexels/Fernanda da Silva Lopes

Fast food seperti ayam goreng, burger, kentang goreng, pizza, hingga hot dog menjadi makanan yang sulit ditolak oleh anak-anak.

Namun, di balik kelezatannya, fast food umumnya mengandung kalori, lemak jenuh, gula, dan natrium dalam jumlah tinggi.

Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa diimbangi pola makan bergizi seimbang, jenis makanan ini dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan hingga obesitas pada anak.

Menurut dr. Verly Hosea, Sp.A. melalui konten edukasi di akun TikTok-nya @drverlyhosea, salah satu faktor yang diduga dapat memicu pubertas dini adalah konsumsi fast food secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa makanan cepat saji dapat meningkatkan jumlah jaringan lemak tubuh.

Jaringan lemak tersebut tidak hanya berfungsi sebagai cadangan energi, tetapi juga mampu menghasilkan hormon estrogen tambahan yang berperan dalam proses perkembangan seksual.

Penjelasan tersebut didukung oleh hasil tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Life pada tahun 2021. Bahwa pola makan tinggi energi, lemak jenuh, serta makanan cepat saji berkaitan erat dengan meningkatnya prevalensi obesitas pada anak.

Obesitas sendiri merupakan salah satu faktor risiko yang paling konsisten dikaitkan dengan pubertas dini.

Para peneliti menjelaskan bahwa jaringan lemak menghasilkan berbagai hormon, termasuk leptin dan adipokin, yang dapat memengaruhi sistem hormon reproduksi sehingga mempercepat aktivasi pubertas.

2. Ultra processed food (UPF)

Nugget bisa menjadi salah satu makanan yang mempercepat pubertas dini pada anak
Pexels/Connor Scott McManus

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah ultra processed food (UPF) semakin sering dibahas karena kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan.

UPF merupakan makanan yang telah melalui banyak tahapan pengolahan industri dan biasanya mengandung berbagai bahan tambahan, seperti pengawet, pewarna, pemanis, penguat rasa, hingga pengemulsi.

Contohnya antara lain:

  • nugget,
  • sosis,
  • mi instan,
  • keripik kemasan,
  • biskuit,
  • permen,
  • minuman kemasan.

Jenis makanan ini umumnya mengandung kalori, gula, lemak jenuh, dan natrium yang tinggi, tetapi rendah serat, vitamin, dan mineral.

Jika dikonsumsi terlalu sering, UPF dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan pada anak, yang kemudian berdampak pada berbagai sistem dalam tubuh, termasuk sistem hormon yang mengatur pubertas.

Menurut dr. Verly Hosea, Sp.A., mengemukakan bahwa konsumsi ultra-processed food secara berlebihan menjadi salah satu pola makan yang perlu diwaspadai. Ia menjelaskan bahwa makanan jenis ini mengandung kadar gula, lemak jenuh, dan kalori yang tinggi.

Selain itu, kandungan seratnya yang rendah membuat estrogen yang seharusnya dibuang bersama feses justru lebih banyak diserap kembali oleh usus dan masuk ke aliran darah.

Kondisi tersebut diduga dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh sehingga berpotensi memengaruhi waktu terjadinya pubertas.

3. Makanan tinggi gula tambahan

Permen bisa jadi salah satu penyebab pubertas dini pada anak
Pexels/kaboompics

Selain minuman bersoda, banyak makanan dan minuman yang diam-diam mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Contohnya adalah

  • donat,
  • kue kemasan,
  • biskuit manis,
  • cokelat,
  • sereal manis
  • es krim,
  • boba atau teh susu.

Organisasi World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula tambahan dibatasi hingga kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian.

Bahkan, WHO menyebutkan bahwa menurunkan asupan gula hingga di bawah 5 persen akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar, termasuk mengurangi risiko obesitas dan penyakit metabolik.

Pada anak-anak, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula juga berpotensi membentuk pola makan yang kurang sehat hingga dewasa.

Ketika tubuh menerima asupan gula berlebih secara terus-menerus, kadar glukosa dalam darah akan meningkat sehingga pankreas menghasilkan lebih banyak insulin untuk membantu menstabilkan gula darah.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan resistensi insulin yang berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas dan perubahan keseimbangan hormon.

Agar konsumsi gula anak tetap terkendali, Mama dapat mulai membiasakan anak memilih camilan yang lebih sehat, seperti buah segar, yogurt tanpa tambahan gula, atau kacang-kacangan sesuai usianya.

4. Daging olahan

Daging olahan seperti sosis bisa mempercepat pubertas dini anak
Pexels/Towfiqu barbhuiya

Sosis, nugget, kornet, ham, bakso kemasan, hingga smoked beef sering menjadi pilihan praktis untuk bekal sekolah atau menu makan anak. Rasanya yang gurih dan penyajiannya yang mudah membuat daging olahan cukup digemari. 

Namun, di balik kepraktisannya, makanan ini umumnya mengandung natrium, lemak jenuh, kalori, serta berbagai bahan tambahan pangan yang lebih tinggi dibandingkan daging segar.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Children tahun 2023 menyebutkan bahwa perubahan pola makan modern, termasuk meningkatnya konsumsi makanan olahan dan makanan siap saji, menjadi salah satu faktor lingkungan yang diduga berkontribusi terhadap semakin dini munculnya pubertas pada anak. 

Pola makan seperti ini tidak hanya meningkatkan berat badan, tetapi juga dapat mengganggu metabolisme, memicu peradangan kronis ringan, dan memengaruhi kerja sistem endokrin yang mengatur perkembangan seksual.

Selain kandungan lemak dan kalorinya, daging olahan juga umumnya memiliki kadar natrium yang tinggi. 

Mama tidak harus menghilangkan daging olahan sepenuhnya dari menu makanan anak. Namun, akan lebih baik jika makanan tersebut hanya diberikan sesekali, bukan menjadi lauk sehari-hari. 

Sebagai gantinya, Mama bisa memilih sumber protein yang lebih alami, seperti:

  • ayam segar, 

  • ikan, 

  • telur, 

  • tahu, 

  • tempe, 

  • daging.

Selain kandungan gizinya lebih baik, pilihan makanan ini juga membantu anak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya tanpa mengonsumsi terlalu banyak garam, gula, maupun lemak tambahan.

5. Daging merah yang dikonsumsi berlebihan

Daging merah bisa mempercepat pubertas dini anak
Pexels/Boys in Bristol Photography

Daging merah, seperti daging sapi, kambing, atau domba, merupakan sumber protein, zat besi, vitamin B12, dan zinc yang penting untuk mendukung pertumbuhan anak.

Karena kandungan gizinya yang lengkap, daging merah tetap menjadi salah satu makanan yang dianjurkan dalam pola makan seimbang.

Namun, seperti halnya jenis makanan lain, konsumsinya juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa anak yang mengonsumsi daging merah dalam jumlah tinggi cenderung mengalami menarche atau menstruasi pertama pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan anak yang mengonsumsinya dalam jumlah sedang.

Para peneliti menduga bahwa tingginya asupan protein hewani dan energi dapat memengaruhi produksi Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1), yaitu hormon yang berperan dalam pertumbuhan sekaligus berkaitan dengan proses pematangan reproduksi.

Mama bisa menyajikannya dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan anak dan mengombinasikannya dengan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, serta sumber protein lain seperti ikan, telur, tahu, dan tempe.

Pola makan yang beragam dan seimbang jauh lebih penting dibandingkan dengan berfokus pada satu jenis makanan tertentu. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi sekaligus mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

6. Produk susu berlebihan

Olahan susu berlebihan seperti keju dan yogurt bisa mempercepat pubertas dini pada anak
Pexels/Nicolás Rueda

Susu dan produk olahannya seperti yogurt dan keju sering dianggap sebagai bagian penting dari pola makan anak karena mengandung kalsium, protein, dan vitamin D yang mendukung pertumbuhan tulang.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi susu dalam jumlah tinggi mulai diteliti lebih lanjut terkait hubungannya dengan waktu terjadinya pubertas.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa protein hewani dalam susu dapat memengaruhi kadar Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1), yaitu hormon yang berperan penting dalam proses pertumbuhan. IGF-1 membantu pembentukan tulang dan jaringan tubuh, tetapi dalam kadar tertentu juga dikaitkan dengan percepatan pematangan biologis, termasuk proses pubertas.

Sebuah review dalam Frontiers in Endocrinology (2022) menjelaskan bahwa jalur IGF-1 merupakan salah satu mekanisme biologis yang terlibat dalam regulasi waktu pubertas.

Asupan protein hewani, termasuk dari susu, dapat memengaruhi kadar IGF-1 dalam tubuh.

Selain itu, penelitian lain dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism juga menemukan bahwa anak dengan kadar IGF-1 yang lebih tinggi cenderung memiliki laju pertumbuhan dan maturasi yang lebih cepat dibandingkan dengan kelompok dengan kadar lebih rendah.

Konsumsi susu tidak serta-merta menyebabkan pubertas dini, melainkan dapat menjadi bagian dari pola makan tinggi energi yang berkontribusi pada perubahan metabolik secara keseluruhan. Faktor seperti berat badan, aktivitas fisik, dan genetik tetap memiliki peran yang jauh lebih dominan.

7. Karbohidrat olahan

Mie instan bisa mempercepat pubertas dini pada anak
Pexels/MART PRODUCTION

Karbohidrat olahan seperti roti, mie instan, nasi putih dalam porsi berlebihan tanpa serat yang cukup, kue berbahan tepung halus, serta sereal merupakan jenis makanan yang mudah ditemukan dalam pola makan anak sehari-hari.

Makanan ini memiliki indeks glikemik tinggi, yang berarti dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Ketika kadar gula darah meningkat secara cepat, tubuh akan merespons dengan meningkatkan produksi insulin. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, dapat muncul resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.

Dalam jangka panjang, perubahan metabolik ini dapat berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas, yang merupakan salah satu faktor paling konsisten dikaitkan dengan pubertas dini.

Penelitian dalam jurnal Life (2021) menjelaskan bahwa pola makan tinggi karbohidrat olahan dan energi berlebih dapat memengaruhi keseimbangan hormon melalui peningkatan berat badan dan perubahan sinyal metabolik seperti leptin dan insulin.

Leptin sendiri merupakan hormon yang memberi sinyal kepada otak bahwa tubuh memiliki cukup cadangan energi untuk memulai proses pubertas.

Selain itu, review dalam Frontiers in Endocrinology (2022) juga menyoroti bahwa gangguan metabolisme akibat pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat memengaruhi kerja hipotalamus–hipofisis–gonad (HPG axis), yaitu sistem utama yang mengatur dimulainya pubertas.

Aktivasi sistem ini yang lebih cepat pada sebagian anak diduga berkaitan dengan kondisi metabolik yang tidak seimbang.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa karbohidrat olahan bukan satu-satunya faktor. Karena itu, pendekatan yang disarankan bukan menghindari karbohidrat sepenuhnya, tetapi memilih jenis karbohidrat lain seperti nasi merah, oat, ubi, dan sumber serat lainnya agar penyerapan gula lebih stabil.

Itulah 7 jenis makanan yang bisa mempercepat pubertas dini anak yang perlu Mama waspadai. Semoga membantu, ya Ma!

Share Article
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More