Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketahui Waktu Tepat Mengajarkan Anak Personal Hygiene, Jangan Dipaksa!
Dok. NUVO
  • Personal hygiene perlu dikenalkan sejak masa kanak-kanak melalui cuci tangan, mandi, sikat gigi, dan kebersihan kuku, lalu diperkuat menjelang pubertas.

  • Saat pubertas, kelenjar keringat lebih aktif sehingga anak dianjurkan mandi minimal dua kali sehari dan membangun rutinitas kebersihan sesuai aktivitas serta lingkungan.

  • Orangtua perlu membahas perubahan tubuh tanpa mempermalukan anak, melibatkan mereka memilih personal care, dan memberi contoh kebiasaan bersih secara konsisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengajarkan anak menjaga kebersihan diri atau personal hygiene merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembangnya. Kebiasaan sederhana seperti mandi dua kali sehari perlu dikenalkan sejak dini agar anak terbiasa menjaga kebersihan secara mandiri.

Meski begitu, orangtua juga perlu memahami bahwa kebutuhan personal hygiene anak akan semakin berkembang seiring bertambahnya usia. Terlebih ketika anak mulai memasuki masa pubertas, berbagai perubahan fisik membuat perhatian terhadap kebersihan tubuh menjadi semakin penting.

Maka dari itu, penting bagi orangtua mengetahui waktu tepat mengajarkan anak personal hygiene. Simak pembahasannya telan Popmama.com siapkan.

1. Personal hygiene bisa dikenalkan sejak anak masih kecil

Popmama.com/Sania Chandra

Personal hygiene sebenarnya bukan sesuatu yang perlu baru diajarkan ketika anak memasuki masa remaja. Pasalnya, kebiasaan menjaga kebersihan diri sebaiknya sudah diperkenalkan sejak masa kanak-kanak.

Orangtua bisa mengenalkan berbagai aktivitas sederhana sesuai dengan usia anak, misalnya mencuci tangan, mandi secara rutin, menyikat gigi, serta menjaga kebersihan kuku. Dengan begitu, kebiasaan tersebut dapat terbentuk secara perlahan dan terasa sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

“Pada dasarnya personal hygiene sebaiknya diperkenalkan pada masa kanak-kanak,” kata Roslina Verauli, M.Psi selaku Child & Family Expert saat acara ‘Peluncuran NUVO Family DeoCare’ di Summarecon Mall Kelapa Gading 3, Selasa (29/9/2026).

Namun, edukasi mengenai kebersihan tubuh sebaiknya semakin diperkuat ketika anak mulai mendekati pubertas. Pada tahap ini, orangtua dapat mulai memberikan pemahaman yang lebih detail mengenai perubahan tubuh dan cara merawatnya.

“Namun, semakin tinggi untuk diajarkan pas anak menjelang pubertas. Orangtua baiknya semakin giat ajarkan tentang kesehatan dan kebersihan tubuh, kuku, gigi,” lanjutnya.

2. Mandi rutin semakin penting ketika keringat mulai banyak

Popmama.com/Sania Chandra

Memasuki masa pubertas, tubuh anak mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi kebiasaan personal hygiene. Salah satunya adalah kelenjar keringat yang menjadi lebih aktif, sehingga membuat produksi keringat dan aroma tubuh bisa terasa lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Kondisi tersebut merupakan bagian dari perubahan biologis yang normal. Meski begitu, anak tetap perlu dibekali kebiasaan menjaga kebersihan tubuh agar merasa nyaman dan tetap dapat beraktivitas dengan percaya diri.

“Paling utama karena kelenjar keringat aktif, makanya aroma tubuh dan keringat makin kuat. Anak seenggaknya butuh mandi minimal 2 kali sehari,” jelas Roslina Verauli.

Orangtua bisa membantu anak memahami bahwa mandi bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap bersih dan nyaman. Rutinitas tersebut juga dapat disesuaikan dengan aktivitas serta kondisi lingkungan tempat anak beraktivitas.

3. Ajak anak memahami perubahan tubuh dan memilih personal care

Popmama.com/Sania Chandra

Ketika mulai memasuki masa pubertas, anak perlu mengetahui bahwa tubuhnya akan mengalami sejumlah perubahan. Mulai dari produksi keringat yang meningkat hingga munculnya aroma tubuh.

Daripada membuat anak merasa malu atau tidak nyaman dengan perubahan tersebut, orangtua dapat mengajak mereka berdiskusi secara terbuka. Anak juga bisa dikenalkan dengan berbagai produk perawatan tubuh secara bertahap sesuai dengan kebutuhannya.

“Anak perlu dibikin aware. Mereka perlu tau ada perubahan di tubuh, dan perubahan ini perlu diantisipasi dengan mengebalkan personal care pada anak. Ajak anak memilih personal care mau yang kayak gimana? Aromanya gimana? Kenalkan secara bertahap,” lanjutnya.

Melibatkan anak dalam memilih kebutuhan personal care juga dapat menjadi cara untuk membangun rasa tanggung jawab terhadap kebersihan dirinya sendiri. Dengan demikian, anak tidak merasa bahwa rutinitas tersebut hanya merupakan aturan dari orangtua.

4. Jangan membuat anak malu dengan perubahan aroma tubuhnya

Popmama.com/Sania Chandra

Salah satu hal yang perlu diperhatikan orangtua adalah cara menyampaikan edukasi mengenai aroma tubuh. Ketika keringat mulai lebih banyak dan aroma tubuh berubah, anak mungkin merasa bingung atau bahkan tidak percaya diri.

Orangtua sebaiknya memberikan pemahaman bahwa perubahan tersebut merupakan bagian normal dari proses pertumbuhan. Edukasi tentang kebersihan tubuh dapat disampaikan tanpa memberikan kesan bahwa anak melakukan sesuatu yang salah atau harus merasa malu.

“Perubahan yang dialami remaja itu perubahan normal secara alami jadi nggak perlu malu aroma tubuh atau keringat yang berlebih, itu proses biologis,” jelas Roslina Verauli.

5. Bangun kebiasaan personal hygiene sebagai rutinitas harian

Popmama.com/Sania Chandra

Personal hygiene akan lebih mudah diterapkan jika dijadikan sebagai kebiasaan sehari-hari. Orangtua dapat membantu anak membangun rutinitas sederhana, seperti mandi secara teratur, menyikat gigi, membersihkan kuku, serta mengganti pakaian setelah beraktivitas.

Kebiasaan tersebut juga perlu disesuaikan dengan kondisi anak dan lingkungan. Di Indonesia yang memiliki iklim tropis, misalnya, anak dapat lebih mudah berkeringat, sehingga menjaga kebersihan tubuh menjadi semakin penting.

“Makanya bikin kebiasaan rutin harian. Mandinya perlu rutin. Karena di Indonesia dengan iklim tropis seenggaknya mandi 2x sehari,” ungkap Roslina Verauli.

Selain mengajarkan rutinitas, orangtua juga dapat memberikan contoh secara langsung. Anak biasanya lebih mudah memahami kebiasaan baru ketika melihat praktik tersebut dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Menyadari kebutuhan personal care anak yang memasuki masa remaja, NUVO Family menghadirkan produk NUVO Family DeoCare.

Produk tersebut diperkenalkan untuk mendampingi kebutuhan perawatan tubuh yang mulai berubah seiring dengan perkembangan anak menuju masa remaja.

Marketing Manager Personal Care Category WINGS Group Indonesia, Mita Ardiani, menjelaskan bahwa anak yang memasuki masa remaja cenderung semakin aktif dan mengalami perubahan fisik, termasuk lebih mudah berkeringat serta mulai munculnya aroma tubuh.

“Kami melihat bahwa, ketika anak mulai memasuki masa remaja, mereka mulai lebih aktif dan banyak mengeksplorasi berbagai hal. Bersamaan dengan itu, mereka juga mulai mengalami perubahan tubuh seperti lebih mudah berkeringat dan mulai munculnya bau badan. Karena itu, kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya membantu menjaga tubuh tetap fresh, tetapi juga memberikan manfaat perawatan kulit. Inilah yang kami hadirkan melalui NUVO Family DeoCare,” ungkapnya.

Produk ini tersedia dalam dua varian, yakni Deep Hydration yang mengandung Lavender Oil dan Allantoin Extract untuk membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus memberikan sensasi segar dan nyaman. Kedua varian dilengkapi Odor Fighter Technology untuk melawan bakteri S. aureus yang dapat berperan dalam munculnya bau badan. 

Itu dia informasi mengenai waktu tepat mengajarkan anak personal hygiene. Dengan demikian, kebutuhan personal hygiene anak dapat mulai diperkenalkan secara bertahap dan disesuaikan dengan perubahan tubuh yang mereka alami.

Curated For You

Editorial Team

Related Article