Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Membersihkan Liur Anjing Harus Menggunakan Tanah dalam Hukum Islam

Membersihkan Liur Anjing Harus Menggunakan Tanah dalam Hukum Islam
Pinterest.com/Dogsef
  • Dalam Islam, liur anjing termasuk najis mughallazhah; kulit atau wadah yang terkena harus dibasuh tujuh kali, dengan salah satu basuhan memakai campuran tanah.
  • Penggunaan tanah merupakan bentuk kepatuhan terhadap syariat, didasarkan pada ajaran untuk menerima putusan Allah dan Rasul dalam perkara keagamaan.
  • Secara ilmiah, tanah bermineral albit dan kuarsa bersifat adsorben yang dapat menyerap serta menurunkan koloni bakteri dan mikroorganisme dari liur anjing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam ajaran Islam, liur anjing tergolong sebagai najis mughallazhah (najis berat). Ketika kulit atau wadah terkena liur anjing, cara menyucikannya tidak cukup hanya menggunakan air biasa, melainkan harus dibasuh sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan tanah.

Pengetahuan seperti ini memang telah menjadi pengetahuan dasar bagi umat Islam. Tetapi Mama dan anak perlu tahu bahwa tidak hanya sebagai ajaran agama Islam, melainkan juga terdapat alasan ilmiah dan medis modern.

Berikut Popmama.com jelaskan alasan utama penggunaan tanah serta dalil yang mendasarinya.

  1. 1. Kepatuhan pada hukum Islam

    Membersihkan liur anjing harus menggunakan tanah dalam hukum Islam
    Pinterest.com/Shiaacademy26

    Dalam ajaran agama Islam, syariat adalah bentuk ketaatan seorang muslim terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Dalam fiqih, tata cara ini wajib dijalankan berdasarkan prinsip syariat.

    Sebagaimana firman Allah SWT:

    "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. An-Nisa: 65)

  2. 2. Kandungn tanah dalam bidang ilmiah

    Membersihkan liur anjing harus menggunakan tanah dalam hukum Islam
    Pinterest.com/gardenoasislife

    Tanah terbukti secara ilmiah memiliki daya serap (adsorpsi) dan pembersih yang sangat baik. Melalui pengujian laboratorium terbukti bahwa tanah khususnya yang mengandung mineral albit dan kuarsa memiliki sifat sebagai adsorben (penyerap) alami.

    Sifat ini terbukti efektif menyerap dan menurunkan jumlah koloni bakteri serta mikroorganisme berbahaya yang terkandung dalam air liur anjing. 

  3. 3. Hadist mengenai air liur anjing

    Membersihkan liur anjing harus menggunakan tanah dalam hukum Islam
    Pinterest.com/ahmedalostz55

    Cara menyucikan diri dari jilatan anjing berdasarkan atsar dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

    Rasulullah SAW bersabda: 'Jika anjing menjilat wadah milik salah seorang dari kalian, maka tumpahkanlah airnya, kemudian cucilah (wadahnya) sebanyak tujuh kali.'

    Dalam sebagian riwayat disebutkan: 'Pertamanya dengan tanah', dan riwayat lain 'Dan lumurilah pada kedelapan kalinya dengan tanah.'

    Para ulama sepakat akan kenajisannya, kecuali Mazhab Maliki yang berpendapat bahwa pembasuhan tersebut bersifat ta’abbud (ibadah) dan bukan karena najis.

    Sementara Mazhab Syafi'i dan Hanbali mewajibkan basuhan tujuh kali dengan satu kali di antaranya menggunakan tanah, sedangkan Imamiyyah mewajibkan sekali dengan tanah dan dua kali dengan air.

    Gimana, Mama? Membersihkan liur anjing harus menggunakan tanah dalam hukum Islam, selain sebagai salah satu syarait Islam, namun juga sudah terbukti melalui ilmiah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More