Mama mungkin pernah merasa pekerjaan rumah akan lebih cepat selesai jika dikerjakan sendiri. Akhirnya, Mama memilih membereskan kamar anak, memasukkan pakaian kotornya ke keranjang, mengganti sprei, atau merapikan barang-barang yang berserakan tanpa meminta bantuan anak.
Kebiasaan ini memang terasa praktis, tetapi jika terus berlangsung hingga anak beranjak remaja, ada hal lain yang perlu diperhatikan.
Anak yang tidak pernah dilibatkan dalam pekerjaan rumah bisa tumbuh tanpa benar-benar memahami usaha di balik kenyamanan yang ia rasakan setiap hari. Rumah yang bersih, pakaian yang tersedia, dan kebutuhan keluarga yang terpenuhi dapat terlihat seperti sesuatu yang otomatis terjadi.
dr. Dono Baswardono membahas bagaimana kebiasaan tersebut berkaitan dengan invisible labor atau pekerjaan tak kasatmata yang sering dilakukan orang lain tanpa disadari.
Lantas, apa saja risikonya jika anak tidak pernah dilibatkan dalam pekerjaan rumah? Berikut Popmama.com telah merangkum 7 risiko jika anak tak pernah dilibatkan dalam pekerjaan rumah. Yuk, simak!
