Mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak di Indonesia sangat menantang.
Salah satunya di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang bisa menjadi langkah awal berharga.
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan bahwa bahasa Inggris umumnya bukan mata pelajaran wajib di kurikulum MI.
Melainkan sekadar Muatan Lokal (Mulok) atau ekstrakurikuler pilihan.
Kondisi ini membuat jam belajar bahasa Inggris di sekolah cenderung sangat terbatas.
Terutama jika dibandingkan dengan mata pelajaran keagamaan dan umum lainnya.
Tantangan bagi anak-anak MI pun menjadi kompleks karena mereka harus membagi fokus belajar antara bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan materi agama yang cukup padat.
Tidak jarang anak merasa bingung saat harus mengenal kosakata asing di tengah jadwal belajarnya.
Jika tidak dikemas dengan pendekatan yang tepat, Bahasa Inggris bisa dianggap sebagai beban tambahan.
Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang fleksibel, menyenangkan, dan relevan dengan lingkungan madrasah.
Karena sifatnya yang opsional, pendekatan belajar tidak boleh bertumpu pada hafalan tata bahasa yang kaku!
Melainkan pada kebiasaan berkomunikasi yang santai.
British Council bersama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan kerjasama untuk mengembangkan strategi pembelajaran bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Yuk simak di Popmama.com 5 strategi belajar bahasa Inggris untuk anak sekolah, guru wajib tahu!
