Anak yang sulit kontak mata sering kali disebut sebagai anak yang mungkin pemalu. Padahal, kondisi ini bisa juga menjadi salah satu tanda keterlambatan perkembangan sosial, Ma.
Namun, orangtua perlu ingat bahwa autisme tidak hanya sebatas anak yang lambat bicara atau suka mengulang gerakan. Bisa saja anak menghindari tatapan mata tapi tidak mengalami autisme.
Itulah mengapa penting untuk mengenali keseluruhan pola, bukan hanya satu tanda. Seperti kisah Eva, gadis kecil dari seorang terapis wicara yang didagnosis autisme di usia 2 tahun.
Dalam cerita yang viral di media sosial, Eva tumbuh normal seperti anak pada umumnya, tersenyum, meniru gerakan, bahkan mulai bicara. Tapi di usia 13 bulan, ia mengalami regresi atau kemunduran kemampuan, yang membuatnya didagnosis autisme di usia genap 2 tahun.
Cerita ini mengingatkan kita bahwa deteksi dini sangat penting agar orangtua bisa lebih waspada tanpa panik, lalu mengambil langkah tepat. Yuk, simak kisah selengkapnya dalam rangkuman Popmama.com berikut ini.
