Ilustrasi dokter menulis resep pengobatan (pexels.com/Lucas Guimarães Bueno)
Segera cari pertolongan medis apabila sembelit berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai keluhan lain yang mengkhawatirkan. Pemeriksaan juga diperlukan jika anak tampak sangat kesakitan atau tidak mampu makan dan minum dengan baik.
Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
Sembelit berlangsung lama atau sering kambuh: Anak terus mengalami kesulitan BAB meskipun sudah dilakukan perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari.
Muntah atau demam: Keluhan ini dapat menandakan adanya masalah lain yang membutuhkan pemeriksaan medis, terutama jika disertai nyeri perut.
Perdarahan dari anus: Adanya darah saat BAB perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Penurunan berat badan: Berat badan anak menurun tanpa alasan yang jelas sehingga perlu dievaluasi oleh dokter.
Tanda-tanda dehidrasi: Anak tampak sangat lemas, buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, atau menunjukkan tanda kekurangan cairan lainnya.
Rasa sakit yang berat atau kesulitan makan dan minum: Jika anak terlihat sangat kesakitan atau tidak bisa makan maupun minum, jangan menunda mencari pertolongan medis.
Jika anak mengalami nyeri perut hebat, muntah berulang, atau perut membuncit disertai tidak bisa BAB maupun buang angin, segera bawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Dokter dapat membantu mencari penyebab sembelit, menilai kondisi anak, dan menentukan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, anak tidak hanya terbantu untuk mengatasi kesulitan BAB, tetapi juga dapat perlahan mengurangi rasa takut terhadap aktivitas tersebut.
Itu dia informasi mengenai apa yang harus dilakukan saat anak takut BAB. Bantu si Kecil membangun kebiasaan BAB yang sehat, ciptakan suasana toilet yang nyaman, dan jangan ragu mencari bantuan medis jika keluhannya menetap atau disertai tanda bahaya.