Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Speech Delay Bisa Sampai Dewasa?
Pinterest.com/intheplayroom
  • Speech delay adalah keterlambatan kemampuan bicara anak yang perlu evaluasi profesional agar diketahui apakah masih wajar atau memerlukan intervensi khusus.
  • Keterlambatan bicara yang tidak ditangani sejak dini bisa berdampak pada komunikasi, sosial, dan belajar hingga usia remaja atau dewasa.
  • Terapi wicara serta stimulasi rutin di rumah seperti berbicara, membaca, dan bermain bersama dapat membantu mempercepat perkembangan bahasa anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Namun, jika kemampuan bicara si Kecil jauh tertinggal dibandingkan anak seusianya, orangtua perlu lebih waspada. Salah satu kondisi yang cukup sering ditemukan adalah speech delay atau keterlambatan bicara.

Kabar baiknya, banyak kasus speech delay dapat ditangani sejak dini dengan terapi dan stimulasi yang tepat. Namun, jika tidak mendapatkan penanganan yang sesuai, keterlambatan bicara bisa berdampak hingga anak beranjak remaja bahkan dewasa. Meski begitu, penting untuk diingat bahwa setiap anak perlu mendapatkan evaluasi dari dokter atau ahli tumbuh kembang karena penyebab speech delay bisa sangat beragam.

Berikut 7 hal tentang speech delay yang perlu Mama ketahui.

1. Speech delay adalah keterlambatan kemampuan berbicara sesuai usia anak

Pexels/gustavofring

Speech delay merupakan kondisi ketika kemampuan berbicara dan berbahasa anak belum berkembang sesuai tahapan usianya. Anak mungkin mengalami kesulitan mengucapkan kata, merangkai kalimat, atau menyampaikan keinginan dan perasaannya kepada orang lain.

Kondisi ini berbeda dengan anak yang hanya memiliki gaya belajar bahasa yang lebih lambat. Karena itu, evaluasi profesional sangat penting untuk mengetahui apakah keterlambatan yang terjadi masih dalam batas wajar atau membutuhkan intervensi.

2. Jika tidak ditangani, speech delay bisa berdampak hingga dewasa

Pexels/boomphotography

Pada beberapa kasus, keterlambatan bicara yang tidak mendapatkan penanganan dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, hingga proses belajar anak saat tumbuh besar.

Namun, tidak semua kasus memiliki hasil yang sama. Banyak anak dengan speech delay mampu mengejar ketertinggalannya setelah mendapatkan terapi dan stimulasi yang sesuai. Karena itu, deteksi dan penanganan sejak dini menjadi kunci penting.

3. Ada beberapa tanda speech delay yang bisa dikenali sejak usia dini

Pexels/gustavofring

Dilansir dari alodokter.com, Mama dapat mulai memperhatikan beberapa tanda berikut:

  • Usia 12 bulan belum melakukan kontak mata atau menunjuk benda yang diinginkan.

  • Tidak merespons saat namanya dipanggil pada usia sekitar 12 bulan.

  • Pada usia 18 bulan belum bisa mengikuti kata-kata yang diucapkan Mama atau Papa 

  • Usia 2 tahun belum memiliki sekitar 20 kosakata atau belum bisa menggabungkan dua kata.

  • Sulit memahami instruksi sederhana pada usia 2 tahun.

  • Ucapan anak usia 2 tahun sulit dipahami orang lain.

  • Usia 3 tahun belum mampu membuat kalimat sederhana.

Jika Mama menemukan beberapa tanda di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau ahli tumbuh kembang.

4. Gangguan pendengaran bisa menjadi salah satu penyebabnya

Pexels/towfiqubarbhuiya

Kemampuan berbicara sangat bergantung pada kemampuan mendengar. Anak belajar meniru suara yang didengarnya setiap hari.

Karena itu, gangguan pendengaran dapat membuat anak kesulitan memahami bunyi dan kata-kata di sekitarnya. Itulah sebabnya pemeriksaan pendengaran sering menjadi salah satu langkah awal saat mengevaluasi anak dengan speech delay.

5. Kondisi medis dan gangguan perkembangan juga bisa berpengaruh

Pexels/Normamortenson

Selain masalah pendengaran, speech delay juga dapat berkaitan dengan beberapa kondisi lain, seperti:

  • Gangguan spektrum autisme.

  • Sindrom Down.

  • Cerebral palsy.

  • Kelainan pada struktur mulut atau lidah.

  • Riwayat kejang, cedera kepala, atau radang otak.

  • Kondisi medis tertentu yang terjadi sejak masa kehamilan.

Karena penyebabnya beragam, diagnosis dari tenaga medis sangat diperlukan agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan anak.

6. Kurangnya stimulasi dan paparan gadget berlebihan juga dapat memengaruhi perkembangan bicara

Pinterest.com/intheplayroom

Anak belajar berbicara melalui interaksi langsung dengan orang-orang di sekitarnya. Jika komunikasi dua arah jarang terjadi, perkembangan bahasa anak bisa ikut terhambat.

Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan tanpa pendampingan juga dapat mengurangi kesempatan anak untuk berlatih berbicara dan berinteraksi. Oleh karena itu, waktu bermain, mengobrol, dan membaca bersama tetap menjadi stimulasi terbaik bagi perkembangan bahasa si Kecil.

7. Terapi dan stimulasi di rumah dapat membantu perkembangan bahasa anak

Pinterest.com

Penanganan utama yang sering direkomendasikan adalah terapi wicara. Terapi ini membantu anak meningkatkan kemampuan berbicara, memahami bahasa, dan berkomunikasi dengan lebih efektif.

Di rumah, orangtua juga bisa membantu dengan cara:

  • Mengajak anak berbicara sepanjang aktivitas sehari-hari.

  • Membacakan buku cerita secara rutin.

  • Bernyanyi bersama.

  • Mengajak anak meniru suara atau kosakata baru.

  • Bermain permainan yang melatih komunikasi.

  • Menggambar dan mewarnai sambil mengajak anak berdiskusi.

Yang terpenting, hindari membandingkan perkembangan anak dengan anak lain. Jika Mama merasa ada keterlambatan dalam kemampuan bicara si Kecil, segera konsultasikan dengan dokter anak atau ahli tumbuh kembang agar anak mendapatkan bantuan yang tepat sedini mungkin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article