Hari Dongeng Sedunia! Ini 7 Dongeng Terbaik untuk Anak Umur 1-3 Tahun

Jangan lupa untuk menirukan suara-suara binatang di dongeng ini ya, Ma

20 Maret 2019

Hari Dongeng Sedunia Ini 7 Dongeng Terbaik Anak Umur 1-3 Tahun
huffingtonpost.com

Apa kegiatan si Kecil sebelum tidur? Apa Mama sudah pernah mencoba membacakan atau menceritakan dongeng pada si Kecil sebelum tidur?

Membacakan dongeng, selain membiasakan anak untuk rajin membaca, juga dapat menjadi salah satu alternatif jika anak Mama sulit tidur karena kebiasaan mengedot atau mengempeng. Hal ini bisa menjadi salah satu cara pengalihan yang bisa Mama coba.

Pilihan dongeng, juga sebaiknya disesuaikan dengan umur si Kecil. Jangan pilih cerita yang rumit, karena pada umur 1-3 tahun biasanya anak belum dapat menangkap cerita yang kompleks karena keterbatasan bahasa mereka.

Carilah dongeng-dongeng dengan cerita sederhana, dan usahakan buku dongeng yang Mama bacakan lebih banyak mengandung unsur gambar dibanding tulisan ya.

Akan lebih baik juga jika Mama sambil melakukan gerakan atau mimik muka sesuai cerita, supaya si Kecil dapat lebih memahami dan tertarik dengan ceritanya.

Berikut Popmama.com berikan 5 rekomendasi cerita dongeng yang menarik untuk dibacakan pada anak umur 1-3 tahun.

Baca juga: Pengaruh Dongeng pada si Kecil Menurut Najelaa Shihab

1. Si Kelinci yang Sombong dan Kura-kura

1. Si Kelinci Sombong Kura-kura
bencourneyaillustrations.blogspot.co.id

Dongeng ini menceritakan tentang Kelinci yang sombong, yang merasa dirinya adalah binatang dengan kemampuan berlari paling cepat. Karena kesombongannya, suatu hari ia menantang kura-kura temannya untuk beradu lomba lari.

Kura-kura yang rendah hati, menerima ajakan si Kelinci, tanpa tahu maksud jelek di belakangnya.

Si Kelinci yang sudah yakin sekali menang, sangat bersemangat dan mengabarkan ke seluruh hutan jika ia akan mengikuti lomba lari dengan kura-kura. Dengan sombongnya ia menyuruh seisi hutan untuk melihat kemenangannya.

Pada hari perlombaan, seperti yang sudah dibayangkan, Kelinci melesat dengan cepat di awal. Sedangkan kura-kura yang berjalan lambat dengan santainya terus berlari sebisa mungkin mengejar kelinci.

Mendekati garis finish, Kelinci yang sombong memutuskan untuk tertidur sejenak di bawah pohon, karena yakin sekali kura-kura tidak akan mungkin menyusulnya.

Namun ternyata, Kelinci tertidur pulas lebih lama dari yang ia rencanakan dan kura-kura pun menyusul serta memenangkan lomba.

Pesan dari cerita ini adalah tidak boleh meremehkan kemampuan siapa pun, juga harus tekun jika ingin memperoleh kemenangan.

2. Singa dan Tikus

2. Singa Tikus
kathakids.com

Suatu hari seekor tikus melakukan kejahilan pada seekor singa. Dengan sengaja, tikus membangunkan si Singa.

Tak disangka, Singa sangat marah dan menangkap si Tikus yang hendak memakannya. Namun, si Tikus menangis memohon supaya Singa memaafkannya.

Dengan berbesar hati, Singa pun memaafkan dan melepaskan si Tikus. Tikus sangat berterima kasih dan berjanji akan membalas kebaikan Singa suatu hari nanti.

Beberapa hari kemudian, Singa tertangkap jerat yang dipasang oleh para pemburu. Singa sangat ketakutan akan dibunuh.

Ia menangis semalaman. Mendengar tangis Singa, Tikus menghampiri dan melihat Singa sudah diam di dalam jerat tak berdaya.

Teringat akan kebaikan Singa, Tikus pun membantu melepaskan Singa dengan cara menggerogoti jaring tersebut hingga putus. Singa pun terbebas. Sejak saat itu, Singa dan Tikus pun menjadi teman baik.

Pesan dari cerita ini, jangan pernah melupakan kebaikan orang lain dan jangan sungkan untuk membalas kebaikan itu.

3. Si Kancil dan Kawanan Buaya

3. Si Kancil Kawanan Buaya
pustaka-dongeng.blogspot.co.id

Kancil, merupakan binatang yang terkenal cerdik di hutan. Suatu hari, Kancil ingin menyebrangi sungai dan mencari makanan di daratan sebelah sungai.

Namun, ternyata jembatan yang biasa dipakai untuk menyebrang rusak terkena badai tadi malam. Kancil yang kebingungan tiba-tiba memiliki ide.

Ia mencari Pak Buaya yang terkenal galak dan kejam. Dengan takut-takut dia mendekati Pak Buaya. Tak disangka Pak Buaya yang melihat Kancil langsung menerkam kaki si Kancil.

Kancil berteriak kaget, "Pak Buayaa.... tolong jangan makan saya sekarang.... tolong"

Si Buaya berhenti mengigit si Kancil, katanya "Kenapa memangnya? Saya sangat lapar. Dan kamu terlihat enak sekali."

"Beri saya waktu beberapa jam untuk menggendutkan tubuh saya terlebih dahulu, supaya daging saya lebih banyak, dan Pak Buaya bisa lebih puas memakannya," mohon si Kancil pada Buaya.

"Tidak, kamu pasti mau menipuku dan melarikan diri," tolak Buaya.

"Saya berjanji pak, selagi saya membesarkan badan, bapak bisa panggil teman-teman yang lain juga untuk menyantap saya. Tentu tubuh saya akan semakin besar dan bisa dibagi-bagikan pada teman-teman bapak. Namun saya harus mencari makanan di seberang. Karena makanan di daerah sini sudah sangat sedikit, saya tidak bisa menggendut disini. Ada berapa banyak teman yang bapak punya?" tanya Kancil.

"Banyak sekali" ujar Buaya.

"Kalau begitu coba panggil semuanya dan minta mereka berjajar supaya saya bisa menghitungnya. Jadi saya tahu akan dibagi berapa badan saya, setelah saya gemuk nanti" kata Si Kancil lagi pada Buaya.

Buaya dengan polosnya menuruti Kancil dan memanggil semua temannya, dan memintanya berjajar supaya Kancil bisa menghitung.

Setelah semua berkumpul, dan berjajar, Kancil menaiki satu per satu buaya-buaya itu sambil menghitungnya.

Kancil terus menjajaki buaya hingga ke sebrang sungai, dan kemudian berlari secepat mungkin untuk menghindari kawanan buaya, sebelum ia menjadi santapan.

Buaya-buaya itu merasa sangat bodoh, dan menyadarinya jika mereka hanya ditipu dan diperdaya oleh Kancil. Sedangkan Kancil? Dia berhasil menyebrang dan tidak dijadikan santapan buaya-buaya itu.

Editors' Picks

4. Kawanan Semut dan Belalang

4. Kawanan Semut Belalang
kiddingspace.in

Di suatu hari yang panas, seekor belalang duduk di atas pohon sambil menyanyi dan meminum air dingin.

Di hadapannya terlihat kawanan semut sedang sibuk mengangkat bahan-bahan makanan dari tempat satu ke tempat yang lain.

Sambil bersantai, Belalang menyindir kawanan semut-semut itu.

Sungguh semut-semut yang aneh, di hari sepanas ini, masih saja bekerja. Lebih baik seperti aku, bersantai-santai sambil minum air dingin, berteduh di bawah rindangnya pohon. "Hai semut-semut, bergabunglah bersamaku! Bersantailah dulu sejenak!"

Salah satu dari semut itu menjawab "Kami harus mengumpulkan makanan wahai Belalang. Kalau kami tidak mengumpulkan makanan sekarang, kami akan kelaparan di musim dingin nanti. Lebih baik kamu juga mengumpulkan makananmu dibandingkan bersantai seperti itu."

"Hah, buat apa kumpulkan makanan dari sekarang. Musim dingin masih sangat lama, aku masih punya banyak waktu untuk mengumpulkan makanan. Lebih baik aku sekarang bersantai saja," ujar Belalang tanpa mengindahkan ucapan semut.

Namun, si Belalang terus menerus santai dan tidak berusaha untuk mengumpulkan makanan untuk musim dingin.

Benar saja, saat musim dingin tiba, salju tebal melapisi seluruh daerah, sehingga Belalang tidak mendapatkan satu makanan pun.

Ia menangis meratapi nasibnya yang hanya bersantai tidak mengumpulkan makanan selama musim panas.

Akibatnya sepanjang musim dingin, Belalang hidup dengan kelaparan. Sedangkan kawanan semut, berpesta pora dengan makanan yang ia kumpulkan selama musim panas.

5. Kisah pohon apel

5. Kisah pohon apel
i.ytimg.com

Suatu masa, terdapat sebuah pohon apel yang sangat besar, rimbun, dan banyak sekali berbuah apel yang manis dan berwarna merah. Seorang anak kecil senang sekali main di sekitar pohon itu.

Namun beranjak semakin besar anak kecil sudah tidak lagi bermain di sekitar pohon, dan membuat si Pohon Apel bersedih.

Suatu hari si Anak kecil yang sudah tumbuh remaja datang ke tempat Pohon Apel. “Hai anak muda kemarilah bermain-main di sekelilingku” kata si Pohon Apel.

“Aku tidak sempat bermain, aku kelaparan, tidak punya uang, dan aku tidak tahu harus berbuat apa” ucap Si Anak. “Kalau begitu ambillah semua buahku, dan juallah di pasar” tawar si Pohon Apel.

Si Anak senang sekali, mengambil semua pohon apel dan menjualnya di pasar hingga ia bisa mendapatkan uang.

Lama si Anak tidak datang lagi dan membuat si Pohon Apel kesepian kembali. Beberapa tahun setelahnya si Anak kembali, dan pohon apel senang sekali.

“Hai anak muda, kemarilah dan bermain di sekitarku” kata si Pohon Apel.

“Aku tidak punya waktu bermain, rumahku habis kebakaran, dan aku serta anak istriku tidak memiliki rumah lagi sekarang,” ujar si Anak sedih.

“Kalau begitu potong saja bahanku untuk dijadikan rumahmu” ucap Si Pohon Apel. Si Anak gembira luar biasa dan langsung memotong habis batang pohon hanya menyisakan sedikit batang serta akarnya.

Bertahun-tahun lamanya si Anak tak kembali lagi. Si Pohon Apel benar-benar merasa kesepian. Namun suatu hari si anak kembali lagi, wajahnya sudah tua, tubuhnya sudah bungkuk.

Namun si Pohon Apel masih tetap mengenalinya. “Apa lagi yang kau butuhkan nak? Aku sudah tidak memiliki apa-apa. Buahku sudah habis, batangku pun sudah kau tebang. Aku hanya memiliki akar saat ini” ucap si Pohon Apel. “Aku hanya membutuhkan tempat beristirahat untuk tempat tinggal abadiku. Dan aku memilih tempat ini di dekatmu.

Karena kamu adalah teman terbaikku” ungkap si Anak. Pohon apel senang sekali mendengarnya.

Si Anak yang sudah menjadi kakek-kakek itu pun meninggal dan dikuburkan di dekat pohon apel itu.

6. Putri berambut merah dan burung bewarna emas

6. Putri berambut merah burung bewarna emas
kidsgen.com

Di sebuah kerajaan, hidup seorang putri yang cantik. Dia memiliki rambut merah panjang dan sangat menyukai mawar sehingga semua orang memanggilnya Putri bunga mawar.

Setiap malam setelah senja, Putri Bunga Mawar pergi ke balkon dan bertepuk tangan. Seekor burung emas datang entah dari mana dan turun di bahunya. Seketika, rambut sang putri mulai bersinar dengan cahaya merah yang cemerlang.

Ketika burung itu mulai melantunkan sebuah lagu yang memesona, Putri Bunga Mawar ikut bernyanyi, dan semua orang di kerajaan itu tertidur dan memiliki mimpi-mimpi indah hingga fajar menyingsing.

Hingga suatu hari sesuatu yang mengerikan terjadi. Seorang penyihir mengutuknya. "Abracadabra, Sim-Sala-Bim, semoga warna mawar redup!" kata penyihir itu, dan rambut Putri Mawar langsung berubah menjadi hitam.

Malam itu juga, Putri Bunga Mawar keluar di balkonnya dan bertepuk tangan. Tetapi ketika burung emas itu muncul, rambutnya bersinar hitam bukannya merah. Burung itu menyanyikan melodi yang memesona, dan Putri Bunga Mawar menyanyikan lagu pengantar tidurnya.

Semua orang di kerajaan tertidur, tetapi malam itu mereka hanya memiliki mimpi buruk dan mimpi buruk. Pada hari berikutnya, sang putri yang sedih bertanya kepada burung itu, "Katakan, burung emas, bagaimana saya bisa membuat mimpi rakyat saya begitu manis lagi sampai fajar menyingsing?"

"Rambut hitam di air mawar," jawab burung itu.

Sang putri bertanya-tanya pada nasihat ini, namun ia mematuhinya.

Dia mengisi baskom dengan air dan menaburkan kelopak mawar di permukaannya. Kemudian, dia mencelupkan rambutnya ke dalam air mawar, dan langsung berubah merah lagi.

Malam itu, ketika burung itu bertengger di bahunya, cahaya merah rambutnya yang bercahaya menerangi langit malam sekali lagi. Sang Putri menyanyikan lagu pengantar tidurnya, dan semua orang di kerajaan itu tertidur dan memiliki mimpi indah sampai fajar.

Penyihir jahat itu sangat marah sampai kutukannya patah sehingga dia memutuskan untuk mengutuknya lagi.

"Abracadabra, Sim-Sala-Bim, semoga warna mawar redup!" Dan rambut sang putri berubah menjadi hitam.

Hanya saja kali ini sang penyihir juga mengambil semua bunga mawar di seluruh kerajaan.

"Mari kita lihat bagaimana kamu akan mematahkan kutukanku sekarang!" dia mencibir, dipenuhi amarah.

Sekali lagi, putri yang sedih bertanya kepada burung itu, "Katakan, burung emas, bagaimana saya bisa membuat mimpi rakyat saya begitu manis lagi sampai fajar?"

"Rambut hitam di air mawar," jawab burung itu.

"Tapi di mana aku harus menemukan bunga mawar?"

"Rambut hitam di air mawar," burung itu berkicau dan terbang menjauh.

Sang putri tidak tahu harus berbuat apa. Sedemikian hebatnya kesedihannya hingga matanya berkaca-kaca, salah satunya jatuh ke tanah di bawahnya. Pada saat itu, seorang pangeran muda dan tampan, yang telah berhenti di bawah balkon sang putri, mengeluarkan sebuah kotak kecil dan satu rambut merah dari dalamnya.

Dia membungkuk dan meletakkan rambut di atas air mata sang putri. Dan kemudian, keajaiban terjadi. Tiba-tiba, rambut merah berubah menjadi mawar merah.

Sang pangeran mengambil mawar dan membawanya ke sang putri. Setelah melihat mawar, dia segera mengelap air matanya dan memetik kelopaknya untuk menambah air di baskom. Kemudian, dia mencelupkan rambutnya ke dalam, dan kutukan itu patah. Semua orang terengah-engah, dan Raja bertanya kepada pangeran, "Anak muda, di mana kamu menemukan rambut merah itu?"

"Ketika sang putri dan aku sama-sama anak-anak, aku mengambil sehelai rambut dari kepalanya sebagai tanda kesetiaanku padanya. Dan dia melakukan hal yang sama kepadaku, menarik sehelai rambutku sendiri."

"Itu benar, ayah," sang putri menegaskan dan mengeluarkan sebuah kotak kecil. Dia membukanya untuk mengungkapkan sehelai rambut dari kepala pangeran di dalamnya. Semua orang senang dengan berita ini. Pangeran dan Putri Bunga Mawar menikah pada hari yang sama.

Setelah mengetahui bahwa kutukannya telah dipatahkan lagi, penyihir tiba-tiba meledak. Akhirnya, bunga mawar bermunculan di setiap taman di kerajaan sekali lagi. Setiap malam Putri bunga mawar menyanyikan lagu pengantar tidurnya yang penuh kasih, sehingga semua orang tertidur dan bermimpi indah hingga fajar menyingsing.

7. Kisah Pangeran Katak

7. Kisah Pangeran Katak
YouTube.com/Bedtime Story For Kids

Suatu malam yang indah seorang putri muda mengenakan topi dan bakiaknya, pergi berjalan-jalan sendirian di hutan; dan saat dia tiba di mata air dingin, yang muncul di tengah-tengahnya, dia duduk untuk beristirahat sebentar.

Sekarang dia memiliki bola emas di tangannya, yang merupakan mainan favoritnya; dan dia selalu melemparkannya ke udara, dan menangkapnya lagi saat jatuh. Setelah beberapa waktu dia melemparkannya begitu tinggi sehingga dia tidak bisa menangkapnya saat jatuh, bola itu terbang pergi, dan berguling di atas tanah, sampai akhirnya jatuh ke mata air.

Sang putri melihat ke dalam aliran sungai setelah bolanya masuk, tetapi itu sangat dalam, begitu dalam sehingga dia tidak bisa melihat bagian bawahnya. Kemudian dia mulai meratapi kehilangannya, dan berkata, "Aduh! jika ada yang bisa mengambil bola saya, saya akan memberikan semua pakaian dan perhiasan saya yang bagus, dan semua yang saya miliki di dunia," kata sang Putri.

Sementara dia berbicara, seekor katak mengeluarkan kepalanya dari air, dan berkata, "Putri, mengapa kamu menangis begitu sedih?"  kata si Katak.

"Sayang! apa yang bisa kamu lakukan untukku, katak jahat? Bola emasku jatuh ke sungai," kata Putri.

Katak itu berkata, "Aku tidak mau mutiara, perhiasan, dan pakaian bagusmu, tetapi jika kamu akan mencintaiku, dan biarkan aku hidup bersamamu dan makan dari piring emasmu, dan tidur di tempat tidurmu, aku akan membawakanmu bolamu lagi,"

"Omong kosong," pikir sang Putri, "katak konyol ini sedang berbicara! Dia bahkan tidak pernah bisa keluar dari musim semi untuk mengunjungi saya, meskipun dia mungkin bisa mendapatkan bola untuk saya, dan karena itu saya akan memberitahunya bahwa dia akan mendapatkan apa yang dia minta," ungkap putri dalam hati. 

"Baiklah, jika kamu mau membawakan aku bolaku, aku akan melakukan semua yang kamu minta." kata  Putri.

Kemudian katak itu menundukkan kepalanya, dan menyelam jauh di bawah air; dan setelah beberapa saat dia muncul lagi, dengan bola di mulutnya, dan melemparkannya ke tepi sungai. Segera setelah putri muda melihat bolanya, dia berlari untuk mengambilnya; dan dia sangat senang memilikinya di tangannya lagi, dia tidak pernah memikirkan katak, tetapi berlari pulang dengan secepat mungkin. Katak itu memanggilnya, "tinggallah, tuan puteri, dan bawa aku bersamamu seperti katamu," kata katak. Tapi putri tidak berhenti untuk mendengar sepatah kata pun.

Keesokan harinya, sama seperti sang putri duduk untuk makan malam, dia mendengar suara aneh, seolaholah terdengar ada yang naik di tangga marmer. Setelah itu, terdengar ketukan lembut di pintu, dan sebuah suara kecil berteriak dan berkata:

'Buka pintu, puteriku sayang,
Buka pintu untuk cinta sejatimu di sini!
Dan ingat kata-kata yang kamu dan aku katakan
Di dekat air mancur, di bawah naungan greenwood. '

Kemudian sang putri berlari ke pintu dan membukanya, dan di sana dia melihat katak, yang telah dia lupakan. Melihat pemandangan ini, dia sangat ketakutan, dan menutup pintu secepat dia bisa kembali ke tempat duduknya.

Raja, ayahnya, melihat bahwa ada sesuatu yang membuatnya takut, bertanya apa masalahnya. "Ada katak jahat," katanya, "di pintu, yang mengangkat bolaku keluar dari musim semi pagi ini: aku mengatakan kepadanya bahwa dia harus tinggal bersamaku di sini, berpikir bahwa dia tidak akan pernah bisa keluar dari musim semi; tetapi di sana dia ada di pintu, dan dia ingin masuk," kata Putri sangat panik.

Sementara dia berbicara, katak itu mengetuk pintu lagi, dan berkata:

'Buka pintu, puteriku sayang,
Buka pintu untuk cinta sejatimu di sini!
Dan ingat kata-kata yang kamu dan aku katakan
Di dekat air mancur, di bawah naungan greenwood. '

Kemudian raja berkata kepada putri muda itu, "Seperti yang telah kamu katakan, kamu harus menyimpannya; jadi pergi dan biarkan dia masuk," kata sang Raja.

Putripun melakukannya, dan katak melompat ke dalam ruangan, dan kemudian langsung - meloncat naik dari bagian bawah ruangan ke atas, sampai dia datang dekat ke meja di mana sang putri duduk .

"Berdoalah, angkat aku di kursi," katanya kepada putri, "dan biarkan aku duduk di sebelahmu." Segera setelah dia melakukan ini, katak berkata, "Letakkan piringmu lebih dekat denganku, supaya aku bisa makan dari itu." Ini yang dia lakukan, dan ketika dia makan sebanyak yang dia bisa, dia berkata, "Sekarang aku lelah; bawa aku ke atas, dan tempatkan aku di tempat tidurmu. "Dan sang putri, meskipun sangat tidak rela, mengangkatnya ke tangannya, dan meletakkannya di atas bantal di tempat tidurnya sendiri, di mana ia tidur sepanjang malam. Begitu cahaya, dia melompat, melompat ke bawah, dan keluar dari rumah. "Akhirnya dia pergi, dan aku tidak akan bermasalah dengannya lagi," kata sang Putri.

Tapi dia salah, karena saat malam datang lagi dia mendengar ketukan yang sama di pintu; dan katak itu datang sekali lagi, dan berkata:

'Buka pintu, puteriku sayang,
Buka pintu untuk cinta sejatimu di sini!
Dan ingat kata-kata yang kamu dan aku katakan
Di dekat air mancur, di bawah naungan greenwood. '

Dan ketika sang Putri membuka pintu, katak masuk, dan tidur di atas bantal seperti sebelumnya, sampai pagi tiba. Dan malam ketiga dia melakukan hal yang sama. Tetapi ketika sang putri terbangun pada keesokan paginya dia terkejut melihat, bukannya katak, seorang pangeran tampan, menatapnya dengan sangat tulus.

Dia mengatakan kepadanya bahwa dia diubah oleh seorang peri menjadi katak. Untuk kembali menjadi pangeran ia harus bertemu dengan putri yang mau menikah dengannya.

Peri itu mentakdirkannya agar pangeran bisa makan dari piringnya, dan tidur di tempat tidurnya selama tiga malam. "Kamu," kata sang pangeran, "telah menghancurkan kutukan ini, dan sekarang aku tidak memiliki apa-apa untuk diharapkan kecuali bahwa kamu harus pergi bersamaku ke kerajaan ayahku, di mana aku akan menikahimu, dan mencintaimu selamanya," katanya. 

Mereka kemudian pergi ke kerajaan sang Pangeran, dan masuk degan delapan kuda yang indah dengan penuh sukacita dan kegembiraan, untuk kerajaan pangeran dan di sana mereka hidup bahagia bertahun-tahun.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;