Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Susu Formula 0–6 dan 6–12 Bulan

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Susu Formula 0–6 dan 6–12 Bulan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Susu formula dibedakan berdasarkan usia bayi, yaitu 0–6 bulan dan 6–12 bulan.

  • Terdapat berbagai jenis susu formula seperti berbahan dasar susu sapi, kedelai, bebas laktosa, dan hipoalergenik yang disesuaikan.

  • Pemberian susu formula diperbolehkan pada kondisi medis tertentu seperti galaktosemia, prematuritas, atau produksi ASI tidak mencukupi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

ASI menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya secara optimal. Namun, dalam kondisi tertentu seperti masalah kesehatan atau saat Mama menjalani pengobatan, pemberian ASI mungkin tidak dapat dilakukan. Dalam situasi ini, susu formula bisa menjadi alternatif yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Seiring dengan pertumbuhan bayi, kebutuhan nutrisinya pun ikut berubah. Karena itu, produk susu formula dibedakan berdasarkan usia, yaitu untuk bayi 0–6 bulan dan 6–12 bulan. Masing-masing memiliki kandungan yang disesuaikan dengan tahap perkembangan bayi.

Berikut Popmama.com rangkum perbedaan susu formula 0-6 Bulan dan 6-12 Bulan. Yuk, simak!

Table of Content

Perbedaan Susu Formula 0-6 Bulan dan 6-12 Bulan

Perbedaan Susu Formula 0-6 Bulan dan 6-12 Bulan

Perbedaan Susu Formula 0-6 Bulan dan 6-12 Bulan 1
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bayi usia 0–6 bulan membutuhkan asupan nutrisi yang mendekati kandungan ASI, karena pada fase ini susu menjadi satu-satunya sumber gizi utama sebelum MPASI diperkenalkan. Itu sebabnya, susu formula untuk usia ini biasanya diperkaya dengan prebiotik, vitamin, mineral, serta laktoferin yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh bayi.

Sementara itu, bayi usia 6–12 bulan sudah mulai mengonsumsi MPASI dan memiliki sistem pencernaan yang lebih matang. Aktivitasnya pun semakin meningkat. Karena itu, susu formula lanjutan diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tambahan, dengan kandungan seperti lemak, protein, kalsium, dan zat besi yang lebih tinggi, serta menggunakan bahan yang aman dan sesuai untuk bayi di usia tersebut.

Jenis Susu Formula

Perbedaan Susu Formula 0-6 Bulan dan 6-12 Bulan 2
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Susu formula bisa menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi si Kecil, terutama jika Mama atau bayi memiliki kondisi medis tertentu. Saat ini, tersedia berbagai jenis susu formula yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

  1. Susu formula dari susu sapi
    Sebagian besar susu formula dibuat dari susu sapi yang telah disesuaikan agar kandungannya mendekati ASI. Di dalamnya terdapat DHA, AA, prebiotik, probiotik, protein whey, vitamin, dan mineral yang membantu mendukung perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta pertumbuhan bayi.

  2. Susu formula dari kedelai
    Susu formula berbahan dasar kedelai biasanya diberikan pada bayi yang mengalami intoleransi laktosa atau alergi protein susu sapi. Jenis ini tidak mengandung whey dan casein, serta memiliki lemak nabati yang lebih mudah dicerna. Selain itu, kandungan seratnya juga lebih tinggi karena berasal dari tumbuhan.

  3. Susu formula bebas laktosa
    Jenis susu formula ini tidak mengandung laktosa, sehingga cocok untuk bayi yang tidak dapat mencerna gula susu. Sebagai pengganti, digunakan sumber gula lain seperti sirup jagung agar kebutuhan energi tetap terpenuhi.

  4. Susu formula hipoalergenik
    Susu formula hipoalergenik mengandung protein yang sudah dipecah menjadi bentuk lebih kecil, sehingga lebih mudah dicerna dan risiko alergi lebih rendah. Jenis ini umumnya direkomendasikan untuk bayi dengan alergi protein susu atau gangguan penyerapan nutrisi, termasuk bayi prematur.

Kondisi yang Membuat Bayi Diperbolehkan Mengonsumsi Susu Formula

Perbedaan Susu Formula 0-6 Bulan dan 6-12 Bulan 3
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dokter memperbolehkan pemberian susu formula pada bayi, baik sejak lahir maupun saat berusia beberapa bulan, jika terdapat kondisi medis tertentu yang membuat ASI tidak bisa diberikan secara optimal.

  1.  Galaktosemia
    Galaktosemia adalah gangguan metabolisme bawaan yang membuat tubuh bayi tidak mampu mengolah galaktosa, yaitu jenis gula yang terdapat dalam ASI dan susu biasa. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan perkembangan, katarak, serta masalah pada hati dan ginjal, sehingga bayi perlu diberikan susu formula khusus seperti berbahan kedelai atau bebas laktosa, disertai pengaturan pola makan tertentu.

  2. Bayi prematur
    Bayi yang lahir prematur membutuhkan asupan nutrisi lebih tinggi, seperti kalori, lemak, dan protein, dibandingkan bayi cukup bulan. Oleh karena itu, bayi prematur, terutama yang lahir sebelum usia 32 minggu atau dengan berat di bawah 1,5 kg, sering memerlukan tambahan susu formula khusus. Namun, pemberiannya tetap harus dilakukan sesuai anjuran dan pengawasan dokter.

  3.  Kondisi medis lainnya
    Beberapa kondisi lain seperti dehidrasi, produksi ASI yang belum mencukupi, atau berat badan bayi yang tidak naik optimal juga bisa menjadi alasan pemberian susu formula, termasuk pada bayi yang kesulitan menyusu, terpisah dari ibu, atau memiliki kelainan bawaan seperti bibir sumbing.

Takaran Susu Formula Sesuai Usia Bayi

Perbedaan Susu Formula 0-6 Bulan dan 6-12 Bulan 4
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • 0–1 bulan: Sekitar 45–90 ml per sekali minum, diberikan setiap 2–3 jam.

  • 2–3 bulan: Berkisar 90–120 ml, dengan frekuensi setiap 3–4 jam.

  • 4–5 bulan: Meningkat menjadi kurang lebih 120–180 ml, tergantung kebutuhan dan pola menyusu bayi.

  • 6 bulan: Sekitar 180–230 ml per kali minum, dengan frekuensi 4–5 kali sehari.

  • 6–12 bulan: Sekitar 200–240 ml, diberikan 4–6 kali sehari di sela waktu makan MPASI.

Perlu diingat, kebutuhan setiap bayi bisa berbeda. Jadi, takaran ini hanya sebagai acuan dan bisa disesuaikan dengan kondisi serta nafsu makan si Kecil.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menentukan Susu Formula

Perbedaan Susu Formula 0-6 Bulan dan 6-12 Bulan 5
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pilihan susu formula di pasaran sangat beragam, sehingga Mama dan Papa perlu menyesuaikannya dengan usia, kebutuhan, dan kondisi si Kecil. Jika bayi memang perlu mengonsumsi susu formula, pastikan produk yang dipilih aman, sesuai standar, dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih susu formula, antara lain:

  • Pilih susu formula dengan kandungan yang sudah mengikuti standar internasional seperti Codex Alimentarius Commission dari Food and Agriculture Organization.

  • Pastikan produk memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai jaminan keamanan.

  • Perhatikan label kemasan untuk mengetahui kandungan nutrisi di dalamnya.

  • Cek kesesuaian usia bayi serta tanggal kedaluwarsa produk.

  • Hindari susu formula dengan kandungan gula tinggi karena dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan bayi.

  • Sesuaikan jenis susu dengan kondisi bayi, terutama jika memiliki alergi.

Nah, itu dia perbedaan susu formula 0-6 bulan dan 6-12 bulan. Semoga penjelasan di atas dapat membantu Mama memahaminya.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Related Articles

See More