Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia 2–3 Tahun yang Perlu Mama Ketahui!

Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia 2–3 Tahun yang Perlu Mama Ketahui!
Freepik/jcomp

  • Anak usia 2–3 tahun mulai menggabungkan 2–3 kata dalam sebuah kalimat untuk mengekspresikan keinginannya.

  • Mereka sudah dapat melafalkan huruf-huruf dasar dengan cukup jelas seperti P, B, M, H, W, D, N.

  • Anak mulai bertanya "kenapa?" dan "bagaimana?", menunjukkan rasa ingin tahu yang meningkat pesat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Periode usia 2–3 tahun adalah masa ketika kemampuan bahasa anak berkembang sangat pesat. Mereka mulai menggabungkan kata, memahami perintah sederhana, hingga mencoba menjelaskan alasan dari perilaku mereka.

Pada fase ini, bahasa anak memang mulai terdengar lebih jelas, meskipun belum selalu bisa dipahami oleh orang asing.

Agar Mama dapat memantau perkembangan si Kecil dengan tepat, berikut Popmama.com berikan tahap perkembangan bahasa anak Usia 2–3 Tahun yang perlu Mama ketahui!

  1. 1. Mulai menggabungkan 2–3 kata dalam sebuah kalimat

    Mama sedang menatap anak laki-laki yang sedang digendong dan terlihat bahagia
    Freepik

    Anak usia 2–3 tahun sering mengombinasikan kata untuk mengekspresikan keinginannya. Mereka mulai memahami bahwa dua atau tiga kata bisa membentuk pesan tertentu.

    Contoh kalimat:

    • “Aku mau susu.”
    • “Duduk, Ma!”
    • “Papa, bantu aku.”
    • “Aku mau kue.”
    • “All done ball.”

    Contoh situasi:
    Saat melihat kue di meja, anak bisa spontan berkata, “Mau kue, Ma!” sebagai bentuk permintaan.

  2. 2. Mengucapkan huruf-huruf dasar dengan benar

    Mama sedang memberikan brokoli pada anak
    Freepik/gpointstudio

    Di usia ini, mereka biasanya sudah dapat melafalkan huruf P, B, M, H, W, D, N dengan cukup jelas.

    Contoh:

    • P: Papa, puppy
    • B: bola, bayi, bubur
    • M: mama, minum
    • H: halo
    • D: datang, dada
    • N: naik

    Pelafalan mungkin belum sempurna, tetapi sudah dapat dimengerti oleh keluarga.

  3. 3. Menggunakan Kata Kerja Berimbuhan Seperti “sedang-” atau “-kan”

    Strategi yang tepat untuk mengasuh anak generasi Alpha dan Beta.jpg
    Freepik/jcomp

    Anak mulai paham bahwa tindakan bisa menggambarkan waktu.

    Contoh dalam Bahasa Indonesia:

    • “Balonnya pecahkan!”
    • “Tendang bola tadi.”
    • “Aku sedang lari!”
    • “Aku sedang main balok!”

    Contoh situasi:
    Saat berlari di halaman rumah, anak berkata, “Aku sedang lari cepat!”

  4. 4. Berusaha menarik perhatian Mama dan Papa

    Dorong anak jadi mandiri
    Freepik

    Ini menandakan anak ingin terhubung secara sosial.

    Contoh:

    • “Mama lihat!”
    • “Papa sini!”
    • “Lihat aku!”
    • “Mama, ayo lihat ini.”

    Contoh situasi:
    Saat menyusun balok, mereka memanggil Mama, “Lihat! Aku bikin tinggi!”

  5. 5. Menggunakan bentuk jamak dengan benar

    anak tersenyum saat bermain
    Freepik

    Anak mulai mengerti bahwa benda lebih dari satu membutuhkan bentuk jamak.

    Contoh:

    • “Mobil-mobil.”
    • “Kucing-kucing.”
    • “Burung-burung.”
    • “Bola-bola.”

    Contoh situasi:
    Ketika melihat banyak mobil mainan, anak berkata, “Mobil-mobil banyak!”

  6. 6. Mulai bertanya “kenapa?” dan “bagaimana?”

    anak dan ayah melukis
    Freepik

    Rasa ingin tahu meningkat pesat.

    Contoh:

    • “Kenapa panas?”
    • “Kenapa rusak?”
    • “Bagaimana cara nyalainnya?”
    • “Kenapa hujan turun?”

    Contoh situasi:
    Anak menunjuk lampu dan bertanya, “Bagaimana lampunya nyala?”

  7. 7. Mampu memberi alasan

    anak sedang memberi keyakinan pada ayah
    Freepik

    Anak sudah mulai memahami sebab-akibat sederhana.

    Contoh:

    • “Aku pakai jaket karena dingin.”
    • “Aku menangis karena jatuh.”
    • “Aku mau minum karena haus.”

    Contoh situasi:
    Saat Mama mengajak keluar rumah, anak bilang, “Bawa topi, panas.”

  8. 8. Mampu menjawab pertanyaan Apa, Siapa, Di mana, Kenapa

    anak dan ayah sedang berbincang
    Freepik/jcomp

    Ini menunjukkan perkembangan pemahaman yang matang.

    Contoh:

    • “Kalau kamu haus, kamu ngapain?” = “Minum.”
    • “Kalau ngantuk, kamu apa?” = “Tidur.”
    • “Siapa itu?” = “Itu Mama.”
    • “Apa warna ini?” = “Merah.”
  9. 9. Mengucapkan sebagian besar vokal dengan lebih jelas

    anak sedang berpikir
    Freepik/master1305

    Contoh:

    • “A” seperti pada kata panas
    • “I” seperti pada kata sini
    • “U” seperti pada buku

    Contoh situasi:
    Anak menunjuk buku dan berkata, “Mau buku itu.”

  10. 10. Bisa menyebutkan namanya sendiri

    anak dan orangtua sedang belajar
    Freepik

    Ketika ditanya, “Siapa namanya?”, anak biasanya mampu menjawab.

    Contoh:

    • “Namaku Lala.”
    • “Aku Rafa.”
    • “Nama aku Dio.”
  11. Apa yang Bisa Mama Lakukan untuk Mendukung Kemampuan Bicaranya?

    Anak perempuan duduk sambil dipeluk Mama
    Freepik/prostooleh

    1. Gunakan Kalimat Pendek dan Jelas
    Contoh:
    “Ini sendok Mama,” atau “Kita makan sekarang.”

    2. Ulangi Ucapannya dengan Versi yang Benar
    Contoh:.
    Anak: “Mau mimi.”
    Mama: “Mau minum susu ya? Oke.”

    3. Modelkan Bahasa Sepanjang Hari
    Contoh:
    “Mama potong apel.”
    “Kamu lagi mandi.”

    4. Tekankan Kata Baru
    Contoh:

    “Mobilnya juuulan naik!” (memanjangkan vokal agar mudah ditiru)

    5. Tambahkan Kalimat Anak
    Contoh:
    Saat anak berkata, “Help me,”
    Mama bisa mengembangkan:
    “Bantu aku, Mama.”

    Itulah 10 tahap perkembangan bahasa anak Usia 2–3 Tahun yang perlu Mama ketahui!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More