Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Alasan Kenapa Anak Sering Sakit Perut

7 Alasan Kenapa Anak Sering Sakit Perut
Pinterest.com/12familyde
Intinya Sih
  • Sakit perut pada anak bisa disebabkan oleh infeksi pencernaan, pola makan tidak sehat, alergi makanan, hingga gangguan seperti sembelit atau intoleransi laktosa.
  • Gejala yang sering muncul meliputi mual, muntah, diare, kembung, nyeri perut, dan penurunan nafsu makan yang dapat mengganggu aktivitas anak.
  • Orangtua perlu segera membawa anak ke dokter jika sakit perut terjadi berulang, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, atau nyeri berat di satu area tertentu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sakit perut merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami anak-anak. Penyebabnya pun beragam, mulai dari pola makan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu yang memerlukan penanganan dokter.

Meski sebagian besar kasus sakit perut pada anak tidak berbahaya, Mama tetap perlu memperhatikan frekuensi dan gejala yang menyertainya. Jika keluhan muncul berulang atau disertai gejala lain, sebaiknya jangan ditunda untuk berkonsultasi dengan dokter.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa penyebab anak sering mengeluh sakit perut yang perlu diketahui orangtua.

1. Infeksi pada saluran pencernaan

Seorang anak terlihat kesakitan
Pinterest.com

Salah satu penyebab paling umum sakit perut pada anak adalah infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit.

Dilansir dari columbiaasia.co.id⁠, infeksi pada sistem pencernaan dapat menyebabkan gejala seperti diare, muntah, mual, hingga kram perut. Anak biasanya juga terlihat lebih lemas dan kehilangan nafsu makan.

2. Pola makan kurang sehat

Seorang anak sakit perut
Pinterest.com/donnahorstmascarinas

Kebiasaan makan yang kurang seimbang kadar gizinya juga bisa memicu sakit perut.

Anak yang jarang mengonsumsi sayur, buah, serta kurang minum air putih lebih berisiko mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit. Akibatnya, perut terasa tidak nyaman, kembung, atau nyeri.

3. Alergi terhadap makanan tertentu

Seorang anak memegangi perutnya
Pinterest.com/caylefae

Beberapa anak memiliki alergi terhadap makanan tertentu, seperti susu sapi, telur, kacang-kacangan, atau makanan laut.

Saat mengonsumsi makanan pemicu alergi, anak bisa mengalami sakit perut yang disertai gejala lain seperti ruam kulit, gatal-gatal, mual, muntah, atau diare. Jika Mama mencurigai adanya alergi makanan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

4. Gangguan pencernaan

Seorang anak memegangi perutnya
Pinterest.com/revistamia

Gangguan pada sistem pencernaan, seperti sembelit, asam lambung, atau gangguan pencernaan fungsional, juga dapat menyebabkan anak sering mengeluh sakit perut.

Biasanya keluhan muncul berulang tanpa adanya infeksi yang jelas. Karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan, aktivitas, dan kebiasaan buang air besar anak.

5. Intoleransi laktosa

Seorang anak meringkuk kesakitan
Pinterest.com/teresabelen

Jika anak masih rutin minum susu dan sering mengeluh sakit perut setelahnya, bisa jadi ia mengalami intoleransi laktosa.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup enzim laktase untuk mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Akibatnya, anak dapat mengalami perut kembung, nyeri perut, diare, atau sering buang angin setelah mengonsumsi produk susu.

6. Makan terlalu banyak dalam satu waktu

Seorang anak memegangi perutnya yang kesakitan
Pinterest.com/planetayurvedapvtltd

Makan berlebihan juga dapat membuat perut anak terasa tidak nyaman.

Saat anak mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus, lambung harus bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut. Kondisi ini bisa memicu rasa begah, kembung, hingga nyeri perut. Karena itu, lebih baik ajarkan anak untuk makan secukupnya dan tidak terburu-buru.

7. Radang usus buntu

Seorang anak meringkuk kesakitan
Pinterest.com/5minutescraft

Sakit perut juga bisa menjadi tanda radang usus buntu atau apendisitis.

Dilansir dari  Generasi Maju⁠, orangtua perlu waspada jika anak mengalami nyeri yang semakin terasa di bagian kanan bawah perut. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti demam, mual, muntah, nafsu makan menurun, sulit buang angin, sembelit, atau diare.

Radang usus buntu termasuk kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera. Jika Mama menemukan gejala-gejala tersebut, segera bawa anak ke dokter atau instalasi gawat darurat terdekat.

Kapan Anak Harus Diperiksakan ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika sakit perut pada anak:

  • Terjadi berulang dalam waktu lama
  • Disertai demam tinggi
  • Anak muntah terus-menerus
  • Terdapat darah pada muntahan atau feses
  • Anak tampak sangat lemas
  • Nyeri semakin berat atau terlokalisasi di satu area tertentu
  • Mengganggu aktivitas dan pola makan anak

Dengan mengetahui penyebabnya sejak dini, Mama dapat membantu anak mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah keluhan semakin memburuk.

Share Article
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More