Cara Mengajarkan Anak untuk Taat pada Orangtua

Membuat anak taat pada Mama ternyata tidak bisa sembarangan, lho

30 Agustus 2019

Cara Mengajarkan Anak Taat Orangtua
Pexels/Nicholas Githiri

Mendidik anak memang bukan persoalan mudah, butuh komitmen dan konsistensi dalam menjalaninya.

Ada kalanya Mama merasa lelah, terutama ketika anak mulai tidak taat dan tidak mau mendengarkan perkataan Mama.

Padahal, Mama hanya ingin membimbing agar anak menjadi lebih baik.

Tapi, jangan menyerah, Ma. Dengan kesabaran, perlahan anak pasti akan belajar untuk taat kepada Mama. Memang butuh waktu, tapi percayalah hal ini akan berbuah manis.

Tidak hanya untuk sekarang, tapi juga untuk masa depan anak. Agar membantu Mama, berikut cara yang bisa diikuti untuk mengajarkan ketaatan pada anak:

1. Katakan “tidak” dan tunjukan maksud dari kata tersebut

1. Katakan “tidak” tunjukan maksud dari kata tersebut
Pexels/Pixabay

Saat anak melakukan hal yang keliru, jangan pernah ragu untuk berkata tidak. Tindakan ini adalah salah satu bentuk komunikasi agar anak memahami maksud Mama.

Iringi kata ini dengan tindakan juga ya, Ma. Misalnya, ketika anak bermain dengan benda tajam, katakan tidak sambil menjauhkan atau mengambil benda tajam yang sedang anak mainkan.

Hal ini akan menutup kesempatan anak untuk tetap melakukan hal yang Mama larang.

2. Konsisten dengan sebuah peraturan

2. Konsisten sebuah peraturan
Pexels/Alexander Dummer

Konsistensi sangat penting agar anak paham bahwa peraturan Mama tidak bisa ditawar-tawar.

Anak mungkin akan mencoba melakukan hal yang sama berulang-ulang untuk menguji kesabaran Mama, tapi Mama tidak boleh menyerah.

Jika Mama tidak memperbolehkan suatu hal pada hari ini, maka peraturan tersebut juga berlaku untuk besok atau minggu depan.

Terkadang, Mama mungkin ingin berubah pikiran karena merasa tidak tega.

Mungkin Mama berpikir tidak ada salahnya memberikan satu jam tambahan untuk bermain gadget karena anak sudah berlaku baik.

Toh, hanya kali ini. Tapi jangan lakukan hal ini, Ma. Jika Mama mengalah satu kali saja, anak akan berpikir bisa menawar peraturan Mama.

Editors' Picks

3. Bersikap tegas namun tetap lemah lembut

3. Bersikap tegas namun tetap lemah lembut
Pexels/Emma Bauso

Tidak perlu menjadi galak ketika mendidik anak, apalagi hingga menggunakan kekerasan.

Mama mungkin ingin membuatnya jera dengan menjewernya. Tapi sikap ini justru membuat anak tidak menghormati Mama dan semakin memberontak.

Kekerasan bahkan bisa mempengaruhi kognitif dan psikis anak lho, Ma.

Yang diperlukan adalah sikap tegas, namun tetap lemah lembut.

Walaupun Mama sedang mendidik anak, tunjukan bahwa Mama tetap menyayangi mereka.

Buat anak takut dengan peraturan, bukan dengan Mama. Jika Mama bersikap demikian, anak akan tetap taat meskipun Mama tidak berada di dekatnya.

4. Iringi larangan Mama dengan penjelasan

4. Iringi larangan Mama penjelasan
Pexels/Dam Tuong Quan

Mama tentunya akan lebih mudah menerima penolakan ketika ada penjelasan yang mengiringinya, begitu pula dengan anak.

Ketika melarang sesuatu, biasakan untuk memberikan penjelasan agar anak paham mengapa tindakan tersebut dilarang.

Mama bisa melengkapi kalimat “Jangan membuang sampah di saluran air,” dengan “karena akan membuatnya tersumbat dan menciptakan banjir.”

Penjelasan ini juga membuat anak paham bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Perlahan, anak akan belajar untuk bertanggung jawab dengan tindakannya.

5. Jangan lupa memberikan pujian ketika anak berlaku baik

5. Jangan lupa memberikan pujian ketika anak berlaku baik
Pexels/Alena Shekhovtcova

Dalam dunia kerja, terdapat istilah carrot and stick yang diterjemahkan sebagai hadiah dan hukuman.

Istilah ini merujuk pada metode yang digunakan atasan untuk mempertahankan ataupun meningkatkan motivasi kerja karyawannya.

Mama juga bisa menggunakan metode ini. Berikan teguran jika anak melakukan hal yang keliru dan berikan pujian ketika anak berlaku baik.

Kita seringkali ringan dalam memarahi maupun menegur, tapi berat dalam memuji anak.

Padahal, pujian merupakan sinyal bahwa anak telah melakukan hal yang benar dan meningkatkan rasa percaya dirinya.

6. Menjadi teladan bagi anak

6. Menjadi teladan bagi anak
Pexels/Pragyan Bezbaruah

Mendidik dengan tindakan terbukti lebih efektif daripada mendidik dengan perkataan. Mama harus menjadi teladan bagi anak. Jika Mama membuat peraturan, maka peraturan tersebut juga berlaku bagi Mama.

Anak akan merasa bingung kalau Ia melihat Mama membuang sampah sembarangan padahal sebelumnya Mama berkata, “jangan membuang sampah sembarangan.”

Anak juga mungkin menjadikan peristiwa ini sebagai alasan untuk tidak menaati Mama.

7. Tetap hargai keinginan anak

7. Tetap hargai keinginan anak
Pexels/Jonas Mohamadi

Ini adalah bagian dari carrot and stick. Tidak semua keinginan anak harus Mama tolak. Dengar dan pertimbangkan keinginan anak secara bijaksana sebelum memberikan penolakan.

Orangtua bukanlah sosok yang absolut. Lebih baik, posisikan diri Mama sebagai sahabat yang bijak. Dengan demikian, anak akan mengerti dan taat ketika suatu saat Mama menolak permintaannya.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan memberikan batasan. Misalnya, “Kamu boleh main gadget hari ini, tapi hanya satu jam.”

Itu dia tujuh cara mengajarkan anak untuk taat pada orangtua. Jangan pernah lelah untuk mendidik anak ya, Ma. Tidak ada yang instan di dunia ini, termasuk dalam mendidik anak.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.