- Jadikan sebagai rutinitas harian agar anak terbiasa dan afirmasi menjadi bagian natural dari kehidupan mereka.
- Rutinitas pagi sebelum sekolah adalah waktu yang sempurna untuk afirmasi positif. Ajak anak berdiri di depan cermin dan ucapkan bersama-sama "I am strong, I am smart, I can do anything" sebelum berangkat sekolah. Ini akan memberikan energi positif untuk memulai hari.
- Waktu tidur malam juga momen yang baik untuk afirmasi. Sebelum tidur, ajak anak merenungkan hal-hal baik yang terjadi hari ini dan ucapkan afirmasi positif tentang diri mereka. Ini membantu anak tidur dengan perasaan damai dan positif.
- Saat anak sedang sedih atau mengalami kegagalan adalah waktu paling krusial untuk afirmasi positif. Alih-alih langsung memberi solusi, peluk anak dan minta mereka mengucapkan "I am strong, I can try again" untuk membangun resiliensi.
- Yang penting adalah konsistensi. Afirmasi positif bukan aktivitas satu kali, tetapi praktik yang perlu dilakukan rutin agar memberikan dampak jangka panjang pada kesehatan mental dan kepercayaan diri anak.
Guru Ajarkan Siswa Afirmasi Positif, Begini Caranya!

- Seorang guru viral karena mengajarkan afirmasi positif lewat metode sederhana seperti memeluk diri sendiri dan mengucapkan kata-kata penyemangat untuk membangun kepercayaan diri anak.
- Metode ini melibatkan langkah-langkah seperti memberi afirmasi pada diri sendiri, saling memuji antar teman, hingga mengekspresikan kasih sayang untuk menumbuhkan empati dan suasana kelas yang suportif.
- Afirmasi positif terbukti membantu anak meningkatkan self-esteem, mengurangi stres serta kecemasan, dan dapat diterapkan rutin di rumah oleh orangtua untuk memperkuat kesehatan mental anak.
Seorang guru viral di media sosial karena mengajarkan siswanya cara memberikan afirmasi positif dengan metode yang sangat menyentuh.
Video yang dibagikan oleh @msqiwiie di Instagram ini menunjukkan bagaimana guru mengajak siswa-siswanya untuk memeluk diri sendiri sambil mengucapkan kata-kata positif.
Metode pengajaran ini langsung mendapat perhatian banyak orangtua dan pendidik karena dianggap sangat efektif untuk membangun kepercayaan diri dan kesehatan mental anak sejak dini.
Cara yang diajarkan guru ini sangat sederhana namun memiliki dampak yang luar biasa. Tidak hanya mengajarkan anak untuk mencintai diri sendiri, tetapi juga mengajarkan empati dan kasih sayang kepada orang lain.
Berikut Popmama.com rangkum cara guru ajarkan siswa afirmasi positif secara sederhana!
Table of Content
1. Peluk diri sendiri

Langkah pertama yang diajarkan guru adalah meminta siswa untuk memeluk diri sendiri. Pelukan diri sendiri atau self-hug adalah gerakan sederhana namun memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menenangkan diri dan memberikan rasa aman.
Saat memeluk diri sendiri, siswa diminta untuk mengucapkan "I love me" dengan penuh keyakinan. Kata-kata sederhana ini mengajarkan anak untuk mencintai dan menerima diri mereka apa adanya, sebuah fondasi penting untuk kesehatan mental yang baik.
Gerakan memeluk diri sendiri memberikan sensasi fisik yang mirip dengan dipeluk orang lain. Ini memicu pelepasan hormon oksitosin yang memberikan rasa tenang dan bahagia, membantu anak merasa lebih nyaman dengan diri mereka sendiri.
Mengucapkan "I love me" di depan teman-teman juga mengajarkan anak bahwa mencintai diri sendiri bukan hal yang memalukan. Ini adalah bagian penting dari membangun self-love yang sehat sejak dini.
2. Ucapkan afirmasi pada diri sendiri

Setelah memeluk diri sendiri, siswa diminta untuk mengucapkan serangkaian afirmasi positif tentang kekuatan dan kemampuan mereka. Afirmasi yang diajarkan adalah "I am strong", "I am smart", dan "I can do anything".
Kata "I am strong" mengajarkan anak bahwa mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan.
"I am smart" membangun kepercayaan diri akademis anak. Banyak anak yang merasa tidak pintar karena membandingkan diri dengan teman lain.
"I can do anything" adalah afirmasi yang sangat powerful untuk membangun growth mindset.
Mengucapkan afirmasi ini secara rutin membantu anak menginternalisasi keyakinan positif tentang diri mereka. Otak anak akan mulai mempercayai apa yang sering diucapkan, membentuk self-image yang positif.
3. Beri afirmasi positif ke teman

Setelah memberikan afirmasi pada diri sendiri, guru tersebut mengajarkan siswa untuk memberikan afirmasi positif kepada teman mereka. Siswa diminta untuk melihat teman dan mengucapkan "you're smart", "you can do anything", dan "you work hard".
Memberikan afirmasi positif kepada teman mengajarkan empati dan kemampuan untuk melihat kebaikan dalam orang lain. Anak belajar bahwa kata-kata mereka memiliki kekuatan untuk membuat orang lain merasa lebih baik.
Aktivitas ini juga membangun budaya positif di kelas. Anak-anak belajar untuk saling mendukung dan mengangkat satu sama lain.
4. Ungkap rasa percaya diri dengan memuji diri sendiri

Guru juga mengajarkan siswa untuk mengungkapkan rasa percaya diri dengan mengatakan "I'm so cool" tentang diri mereka sendiri. Meski terdengar sederhana, ungkapan ini mengajarkan anak untuk tidak malu mengakui kehebatan diri sendiri.
Mengatakan "I'm so cool" mengajarkan anak bahwa tidak ada yang salah dengan merasa bangga pada diri sendiri. Ini bukan kesombongan, tetapi bentuk self-appreciation yang sehat dan penting untuk kepercayaan diri.
Banyak anak yang diajari untuk rendah hati sampai mereka tidak berani mengakui kelebihan diri sendiri. Padahal, mengakui bahwa diri sendiri "cool" atau keren adalah bagian dari membangun self-esteem yang positif
5. Ungkapkan kasih sayang ke teman

Langkah terakhir yang diajarkan guru adalah meminta siswa untuk mengungkapkan kasih sayang kepada teman dengan mengatakan "I love you".
Mengucapkan "I love you" kepada teman mengajarkan anak bahwa kasih sayang tidak hanya untuk keluarga. Persahabatan juga adalah bentuk cinta yang penting dan perlu diungkapkan.
Mereka merasa dicintai dan diterima, yang merupakan kebutuhan emosional dasar setiap anak.
Hal ini juga membangun ikatan emosional yang lebih kuat antar siswa. Kelas menjadi lebih dari sekadar tempat belajar akademis, tetapi juga komunitas yang saling mendukung dan peduli
6. Manfaat afirmasi positif untuk kesehatan mental anak

Afirmasi positif memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan mental anak. Anak yang rutin melakukan afirmasi positif memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap stres.
Afirmasi positif membantu membentuk self-esteem yang sehat sejak dini. Anak yang memiliki self-esteem baik lebih mampu menghadapi kegagalan, kritik, dan tekanan sosial tanpa merasa hancur atau putus asa.
Mengucapkan kata-kata positif tentang diri sendiri juga membantu mengurangi self-talk negatif yang sering muncul pada anak. Banyak anak yang terlalu keras pada diri sendiri, dan afirmasi positif membantu menyeimbangkan diri mereka.
Afirmasi positif juga mengurangi kecemasan dan depresi pada anak. Dengan fokus pada hal-hal positif tentang diri mereka, anak lebih mampu mengelola emosi negatif dan tidak terjebak dalam pola pikir yang destruktif.
Yang paling penting, afirmasi positif mengajarkan anak untuk menjadi teman terbaik bagi diri mereka sendiri. Ini adalah keterampilan yang akan mereka bawa sepanjang hidup dan membantu mereka melewati berbagai tantangan di masa depan
7. Cara orangtua menerapkan afirmasi positif di rumah

Mama bisa menerapkan metode afirmasi positif ini di rumah dengan beberapa cara sederhana.
Lima langkah yang diajarkan guru ini sangat mudah diterapkan baik di sekolah maupun di rumah. Dimulai dari memeluk diri sendiri, mengucapkan afirmasi tentang kekuatan diri, memberikan afirmasi kepada teman, mengungkapkan kekaguman, hingga menyatakan kasih sayang.
Apakah Mama sudah mulai menerapkan afirmasi positif untuk anak di rumah?


















