“Sekarang banyak anak suka ngebandingin sama temen-temennya. Nah, kok temenku bole? Aku nggak boleh, gitu kan. Atau mungkin kok temenku bisa beli ini, aku kenapa gak boleh beli ini? Gitu,” kata Alexandra Gabriella, M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt, Psikolog Klinis, saat diwawancarai dalam sesi Popmama Talk Mei 2026.
Ini Pentingnya Aturan dan Komunikasi Konsisten agar Anak Tidak Bingung

- Anak sering membandingkan diri dengan teman sebaya, membuat orangtua perlu menjelaskan aturan rumah tanpa menimbulkan rasa dibatasi berlebihan.
- Perbedaan bekal dan kebiasaan makan di sekolah memicu anak mempertanyakan aturan makan sehat yang diterapkan orangtua di rumah.
- Konsistensi komunikasi antara orangtua penting agar anak memahami alasan di balik aturan dan tidak merasa bingung menghadapi perbedaan lingkungan.
Menerapkan aturan di rumah memang bukan perkara mudah bagi orangtua. Seiring bertambahnya usia, anak mulai banyak terpapar lingkungan luar dan membandingkan dirinya dengan teman-temannya.
Mulai dari soal makanan, kebiasaan sehari-hari, hingga barang yang dimiliki teman, semuanya bisa memicu pertanyaan kritis dari si Kecil. Terlebih, tantangan terbesar orangtua bukan hanya membuat aturan, tetapi juga menjaga konsistensi komunikasi agar anak memahami alasan di balik setiap batasan yang diberikan.
Maka dari itu, penting sekali aturan dan komunikasi yang konsisten di rumah agar anak tidak bingung. Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan berdasarkan penjelasan Psikolog Klinis.
Table of Content
1. Anak mulai sering membandingkan dirinya dengan teman sebaya

Seiring perkembangan sosialnya meningkat, anak akan semakin sadar terhadap lingkungan sekitar. Mereka mulai memperhatikan apa yang dimiliki teman-temannya, apa yang diperbolehkan di rumah teman, hingga kebiasaan yang terlihat lebih menyenangkan menurut mereka.
Tidak heran jika anak kemudian bertanya mengapa dirinya tidak boleh melakukan hal tertentu yang boleh dilakukan temannya. Situasi seperti ini sering membuat orangtua berada di posisi yang cukup menantang karena harus menjelaskan aturan tanpa membuat anak merasa dibatasi secara berlebihan.
2. Perbedaan bekal anak dan teman juga sering dipertanyakan

Banyak orangtua sudah berusaha menyiapkan pola makan sehat untuk anak, mulai dari bekal bernutrisi, buah-buahan, hingga makanan tinggi protein dan serat. Namun, tantangan biasanya muncul ketika anak melihat makanan milik teman-temannya yang terlihat lebih menarik.
Aroma mi instan atau jajanan tertentu sering kali membuat anak tergoda dan mulai mempertanyakan aturan makan sehat di rumah. Meski sudah dijelaskan manfaat makanan sehat, anak tetap bisa merasa iri atau penasaran dengan apa yang dikonsumsi temannya.
“Atau paling sering misalnya kita pengen nyiapain makanan-makanan sehat. Mama, papa pasti menyiapkan kayak snack-nya itu buah-buahan, makanan siangnya pun yang penuh dengan protein, yang sehat, yang ada seratnya. Tapi ketika sekolah temannya ada yang bawa mi instan pakai telur, gitu kan. Aromanya lebih menarik. Pasti anak-anak komplen, gitu. Kenapa kok temenku boleh bawa itu? Aku kok nggak boleh, seperti itu,” ungkap Alexandra Gabriella, M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt.
3. Aturan yang kurang jelas bisa membuat anak semakin kritis

Menurut Alexandra, salah satu penyebab anak sulit menerima aturan adalah karena batasan yang diberikan terkadang belum disampaikan dengan jelas. Anak akhirnya merasa aturan dibuat secara tiba-tiba atau tidak konsisten.
Di sisi lain, pengaruh lingkungan luar juga membuat anak semakin aktif mempertanyakan berbagai hal. Mereka mulai belajar berpikir kritis dan mencoba mencari alasan logis di balik aturan yang diterapkan orangtua di rumah.
“Nah, itu sih salah satu kesulitannya. Kadang-kadang dari kitanya pun juga karena aturannya mungkin kurang jelas. Tapi dari sisi lain pun juga dari luar banyak yang bikin seorang anak itu membandingkan sesuatu dan mengkritisi aturan kita,” jelas Alexandra Gabriella, M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt.
4. Orangtua perlu siap menghadapi pertanyaan kritis dari anak

Memiliki anak yang aktif bertanya sebenarnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang positif. Artinya, anak sedang belajar memahami lingkungan dan membentuk pola pikirnya sendiri.
Karena itu, orangtua perlu menyiapkan diri untuk menjawab pertanyaan anak dengan sabar dan konsisten. Tidak semua anak bisa langsung menerima penjelasan, meski sebelumnya sudah diberikan edukasi.
“Tapi walaupun begitu, ya tetap harus siap hatinya mama-papa untuk menerima pertanyaan-pertanyaan kritis,” ucap ujar Alexandra Gabriella, M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt.
5. Komunikasi yang konsisten membantu anak lebih memahami aturan

Selain membuat aturan, penting bagi orangtua untuk terus membangun komunikasi yang hangat dengan anak. Penjelasan yang dilakukan berulang dan dengan bahasa yang mudah dipahami akan membantu anak lebih mengerti alasan di balik suatu larangan atau kebiasaan.
Konsistensi juga menjadi kunci agar anak tidak merasa bingung. Ketika Mama dan Papa memiliki kesepakatan yang sama dalam menerapkan aturan, anak akan lebih mudah belajar mengenai batasan sekaligus memahami nilai-nilai yang ingin ditanamkan di rumah.
“Karena nggak semua anak bisa langsung menerima, walaupun udah kita bekali pengetahuan tentang kesehatan, manfaat tidur, manfaat makan yang sehat. Bisa jadi ketika ketemu temen, sekali-sekali ada pertanyaannya muncul seperti itu,” ujar Alexandra Gabriella, M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt.
Pada akhirnya, aturan di rumah bukan sekadar membatasi anak, tetapi membantu mereka belajar memahami tanggung jawab dan kebiasaan baik sejak dini. Dengan komunikasi yang konsisten dan penuh pengertian, anak pun akan lebih mudah menerima aturan tanpa merasa dikekang.
POPMAMA TALK Mei 2026 - Alexandra Gabriella, M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt
Psikolog Klinis
Senior Editor - Novy Agrina
Host - Novy Agrina
Editor - Onic Metheany & Denisa Permataningtias
Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana
Script - Sania Chandra Nurfitriana
Social Media - Mayang Ulfah
Photographer - David Andrew
Videographer - Bellinna Putri, David Andrew & Albertus Olav
Video Editor - David Andrew
Design - Aristika Medinasari


















