Selain mengenali gejalanya, Mama juga perlu memperhatikan kebiasaan makan dan minum anak. dr. Citra menjelaskan bahwa diabetes melitus tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin akibat proses autoimun. Sementara itu, pada diabetes tipe 2, tubuh masih menghasilkan insulin, tetapi insulin tidak bekerja secara efektif karena resistensi insulin.
Asupan gula yang berlebihan diketahui berkaitan dengan kejadian diabetes tipe 2. Karena itu, membiasakan anak mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula tambahan secara berlebihan sebaiknya dihindari.
Menurut informasi yang dibagikan dr. Citra, anjuran maksimal gula bebas per hari berdasarkan usia antara lain:
1 tahun: 10 gram
2–3 tahun: 14 gram
4–6 tahun: 19 gram
7–10 tahun: 24 gram
Dewasa: 30 gram
Gula bebas merupakan monosakarida dan disakarida yang ditambahkan ke makanan atau minuman oleh produsen, juru masak, maupun konsumen.
WHO juga menyebutkan bahwa anak tidak memiliki kebutuhan gizi terhadap gula bebas, sehingga tidak ada keharusan untuk menambahkan gula ke dalam makanan atau minuman sehari-hari.
Mama bisa mulai dari kebiasaan kecil di rumah. Jika anak meminta minuman manis, minuman tersebut dapat diencerkan dengan air putih untuk mengurangi kadar gulanya.
Selain itu, utamakan sarapan dengan makanan minim proses, seperti telur, buah, sayuran, serta sumber protein rendah lemak.
Mama juga bisa menyediakan pilihan seperti yogurt dan susu plain agar anak terbiasa menikmati makanan dengan rasa yang tidak terlalu manis.
Semoga membantu ya, Ma!