Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Murtaza Ahmadi, si "Messi Plastik" Kini Temukan Hidup Baru di Italia
Instagram.com/pointnews.id
  • Murtaza Ahmadi, anak Afghanistan yang viral dengan jersi plastik bertuliskan nama Messi, awalnya menarik simpati dunia hingga sempat bertemu langsung dengan sang idola di Qatar.

  • Popularitas mendadak justru membawa ancaman bagi keluarganya akibat kesalahpahaman soal hadiah uang, memaksa mereka dua kali mengungsi demi menyelamatkan diri dari teror dan konflik bersenjata.

  • Berkat bantuan lembaga kemanusiaan internasional, keluarga Murtaza berhasil dievakuasi ke Italia, memperoleh status pengungsi legal, serta mulai beradaptasi dan hidup aman di lingkungan baru.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Masih ingatkah Mama dengan sosok Murtaza Ahmadi, anak laki-laki asal Afghanistan yang sempat menggoncang dunia pada beberapa tahun lalu karena foto viralnya yang mengenakan jersi dari kantong plastik biru putih bertuliskan nama sang idola? 

Kisah manis tentang pertemuan impian antara si Kecil dan mega bintang lapangan hijau tersebut ternyata tidak berjalan seindah dongeng di negeri dongeng. 

Popularitas mendadak yang didapatkan oleh Murtaza justru berubah menjadi awal dari sebuah mimpi buruk yang panjang dan mengancam keselamatan nyawa seluruh anggota keluarganya di kampung halaman. 

Berikut Popmama.com rangkum perjalanan hidup Murtaza Ahmadi dari masa konflik hingga evakuasi penyelamatan di Italia!

1. Foto viral menggunakan kaos jersey Messi dari plastik

Instagram.com/pointnews.id

Kisah yang sempat menyentuh hati jutaan pasang mata di seluruh penjuru dunia ini bermula ketika kondisi keuangan keluarga Murtaza sedang dalam keadaan yang sangat sulit. 

Karena sang Papa tidak mampu membelikan seragam sepak bola asli yang mahal, kakak laki-lakinya memiliki ide kreatif untuk membuatkan jersi replika dari kantong plastik bekas bertuliskan nama Messi

Foto polos Murtaza yang mengenakan plastik tersebut seketika menarik perhatian di media sosial hingga akhirnya menarik perhatian sang bintang sendiri yang langsung mengirimkan dua jersi asli bertanda tangan serta sebuah bola. 

Puncak kebahagiaan Murtaza terjadi ketika ia diundang secara resmi ke Qatar untuk mendampingi sang idola masuk ke lapangan hijau dan memeluk erat pahlawan sepak bolanya tersebut dengan penuh rasa haru.

2. Petaka popularitas akibat salah paham mendapat uang dari Messi

Instagram.com/liomessi

Namun sayang, kebahagiaan yang dirasakan oleh keluarga kecil ini harus dibayar mahal dengan munculnya teror mencekam. 

Masalah terbesar muncul karena lingkungan setempat mengalami salah paham yang sangat fatal. 

Mereka mengira bahwa keluarga Murtaza telah menerima hadiah uang tunai hingga jutaan dolar dari pihak manajemen sang pemain pasca viralnya foto tersebut. 

Sang Papa bercerita bahwa mereka sering kali menerima panggilan telepon bernada ancaman dari preman dan geng kriminal lokal yang berjanji akan menculik Murtaza jika mereka tidak membagi uang tersebut, padahal mereka hanya menerima kain jersi dan bola.

3. Perjuangan dua kali mengungsi demi menyelamatkan anak

Instagram.com/liomessi

Ancaman penculikan yang kian memburuk memaksa keluarga Ahmadi untuk mengemas barang dan melarikan diri ke luar negeri untuk pertama kalinya pada tahun 2016. 

Mereka sempat mengungsi ke wilayah Quetta, Pakistan. Namun, karena kehabisan biaya hidup yang sangat tinggi di sana, dengan berat hati mereka terpaksa kembali ke kampung halaman.

Ketakutan mereka kembali berada di titik puncak pada November 2018 ketika kelompok Taliban meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah tempat tinggal mereka di Ghazni. 

Serangan ini membuat seluruh anggota keluarga harus kabur di tengah malam buta menuju ibu kota Kabul dengan meninggalkan seluruh harta benda, termasuk jersi berharga kenang-kenangan dari sang idola. 

Murtaza yang saat itu mulai tumbuh besar terpaksa terus bersembunyi di dalam rumah karena namanya masuk dalam radar ancaman.

4. Evakuasi melalui program kemanusiaan internasional ke Eropa

Instagram.com/pointnews.id

Setelah bertahun-tahun hidup dalam pelarian yang melelahkan batin dan selalu diliputi rasa cemas akan keselamatan anak-anak mereka, titik terang akhirnya datang menghampiri keluarga ini. 

Sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional, START InSight, bersama dengan organisasi keagamaan kemanusiaan turun tangan untuk mengusahakan proses penyelamatan yang aman bagi mereka agar bisa keluar dari wilayah konflik. 

Melalui proses birokrasi dan pengawasan yang sangat panjang selama belasan bulan, START InSight berhasil mendaftarkan mereka ke dalam program koridor kemanusiaan resmi. 

Berkat kerja keras dari berbagai pihak yang peduli terhadap nasib si "Messi Kecil", seluruh anggota keluarga akhirnya berhasil diterbangkan dengan aman menuju negara Italia untuk memulai lembaran hidup yang baru.

5. Mendapatkan hak suaka resmi dan perlindungan hukum

Instagram.com/pointnews.id

Langkah awal yang sangat melegakan batin ketika keluarga Murtaza menginjakkan kaki di tanah Eropa adalah adanya jaminan keamanan yang mutlak dari hukum setempat. 

Pemerintah Italia secara resmi langsung memberikan status pengungsi legal dan hak suaka penuh kepada seluruh anggota keluarga Ahmadi tanpa terkecuali. 

Perlindungan hukum yang kuat ini menjadi benteng pembatas yang sangat berharga bagi mereka dari segala bentuk ancaman penculikan atau teror masa lalu yang sempat menghantui hari-hari mereka. 

Mereka kini ditempatkan di sebuah lingkungan komunitas lokal yang sangat kondusif, damai, dan bebas dari konflik diskriminasi etnis yang dulu membuat mereka tidak bisa tidur dengan nyenyak di malam hari.

6. Adaptasi melalui kelas bahasa dan dukungan komunitas lokal

Instagram.com/pointnews.id

Memulai segalanya dari nol di sebuah negara baru dengan budaya yang sangat bertolak belakang tentu membutuhkan proses adaptasi yang tidak mudah bagi sebuah keluarga. 

Beruntung, jaringan kemanusiaan di tempat tinggal mereka yang baru menyediakan fasilitas pendampingan sosial yang sangat komprehensif untuk membantu proses transisi kehidupan sehari-hari. 

Seluruh anggota keluarga diwajibkan dan difasilitasi untuk mengikuti kelas belajar bahasa lokal secara intensif agar mereka bisa berkomunikasi dengan warga sekitar dengan lancar. 

Keramahan komunitas masyarakat setempat juga membantu sang orangtua Murtaza menjadi lebih tenang, karena mereka tidak lagi dipandang dengan penuh kecurigaan, melainkan dirangkul sebagai bagian dari warga lingkungan yang baru.

7. Hak pendidikan kembali normal dan bebas bermain di lapangan terbuka

Instagram.com/pointnews.id

Anak yang kini sudah beranjak remaja tersebut akhirnya bisa kembali merasakan indahnya duduk di bangku sekolah secara normal dan teratur setelah sekian lama pendidikannya terputus total karena harus bersembunyi di dalam rumah. 

Kini Murtaza sudah bisa bebas menyalurkan hobi serta bakat sepak bolanya di lapangan terbuka secara luas tanpa perlu dilingkupi rasa takut akan diincar oleh geng kriminal, sebuah kebebasan masa kecil yang sempat hilang dari hidupnya.

Melihat begitu besarnya perjuangan dan pentingnya faktor lingkungan yang aman bagi masa depan tumbuh kembang Murtaza, nilai kehidupan apa yang paling menyentuh batin Mama setelah membaca tuntas perjalanan hidup "Messi Plastik" ini?

Editorial Team

Related Article