Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Tips Umroh Membawa Balita agar Ibadah Tetap Nyaman dan Minim Drama

7 Tips Umroh Membawa Balita agar Ibadah Tetap Nyaman dan Minim Drama
Pexels/anasjawed
Intinya Sih
  • 7 panduan agar perjalanan umroh bersama balita tetap nyaman, mulai dari pemilihan pakaian, alas kaki, hingga menjaga kesehatan fisik dan mental orangtua.

  • Pentingnya membawa perlengkapan anak seperti skincare khusus, stroller ringan, camilan sehat, serta mainan kecil untuk menjaga kenyamanan dan suasana hati balita selama ibadah.

  • Orangtua disarankan mengenalkan konsep umroh sejak dini dan memilih hotel ramah anak agar si Kecil lebih siap beradaptasi serta seluruh keluarga dapat beribadah dengan tenang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Umroh bersama balita memang bisa menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menantang. Di satu sisi, Mama dan Papa ingin fokus beribadah. Namun di sisi lain, kebutuhan si Kecil tetap perlu diperhatikan, mulai dari waktu makan, tidur, hingga suasana hati yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Meski begitu, bukan berarti umroh bersama balita tidak memungkinkan, ya, Ma. Dengan persiapan yang matang, perjalanan ibadah bisa tetap berjalan nyaman untuk seluruh anggota keluarga.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa tips yang bisa Mama terapkan sebelum berangkat umroh bersama si Kecil.

1. Pilih pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk balita

Mama menggendong sang anak saat beribadah umroh
Pexels/lalezarfa

Balita cenderung aktif bergerak dan mudah merasa tidak nyaman jika mengenakan pakaian yang terlalu tebal atau panas. Pilih pakaian berbahan katun yang menyerap keringat dan mudah diganti.

Jangan lupa siapkan sepatu atau sandal yang ringan, tidak licin, serta sudah biasa dipakai anak sehari-hari. Hindari menggunakan alas kaki baru menjelang keberangkatan karena berisiko membuat kaki si Kecil lecet.

2. Orangtua juga perlu menjaga kesehatan fisik dan mental

Papa menggendong anaknya saat beribadah haji
Pexels/hussamaldeen

Mengurus balita di tengah padatnya aktivitas ibadah tentu membutuhkan energi ekstra. Karena itu, Mama dan Papa juga perlu mempersiapkan diri sejak sebelum berangkat.

Pastikan tubuh dalam kondisi fit, cukup istirahat, serta memiliki ekspektasi yang realistis. Tidak apa-apa jika ritme ibadah berbeda dari sebelum memiliki anak. Yang terpenting, ibadah tetap dijalani dengan tenang dan penuh keikhlasan.

3. Jangan lupa membawa skincare khusus anak

Papa menggandeng sang anak saat beribadah umroh
Pexels/anasjawed

Cuaca di Arab Saudi cenderung lebih kering dibanding Indonesia. Kondisi ini bisa membuat kulit balita lebih mudah kering, bibir pecah-pecah, bahkan mengalami iritasi ringan.

Mama bisa membawa pelembap wajah dan tubuh, lip balm khusus anak, serta sabun yang biasa digunakan si Kecil di rumah. Produk yang familiar biasanya lebih aman untuk kulit sensitif balita.

4. Stroller bisa jadi penyelamat selama perjalanan

Papa menggendong sang anak saat beribadah haji
Pexels/mohamedhamdi

Membawa stroller saat umroh bersama balita sangat membantu, terutama ketika anak mulai lelah berjalan atau tertidur di tengah aktivitas.

Pilih stroller yang ringan, mudah dilipat, dan praktis dibawa bepergian. Selain menjadi tempat istirahat si Kecil, stroller juga dapat membantu mengurangi kelelahan orangtua saat harus berpindah tempat.

5. Siapkan camilan, mainan favorit, dan buku cerita

Seorang anak memegang kabah
Pexels/AyferKarabağ

Balita mudah merasa bosan saat harus menunggu dalam waktu lama. Karena itu, Mama bisa membawa beberapa “penyelamat darurat” seperti camilan sehat, mainan berukuran kecil, atau buku cerita kesukaannya.

Benda-benda sederhana ini bisa membantu mengalihkan perhatian anak ketika mulai rewel, sehingga suasana tetap kondusif selama perjalanan ibadah.

6. Kenalkan konsep umroh sebelum keberangkatan

Mama menggendong sang anak saat beribadah haji
Pexels/lalezarfa

Balita memang belum memahami makna ibadah secara utuh, tetapi mereka bisa diajak mengenal pengalaman baru dengan cara yang menyenangkan.

Mama dapat menceritakan tentang Ka’bah, Masjidil Haram, atau perjalanan naik pesawat melalui buku bergambar dan video edukatif. Ceritakan bahwa mereka akan pergi ke tempat yang istimewa untuk berdoa kepada Allah SWT.

Dengan begitu, si Kecil akan lebih siap menghadapi perubahan suasana dan rutinitas selama di Tanah Suci.

7. Pilih hotel yang ramah anak dan strategis

Seorang anak memegang kaabah saat ibadah umroh
Pexels/AyferKarabağ

Lokasi penginapan sangat berpengaruh saat bepergian bersama balita. Sebisa mungkin pilih hotel yang dekat dengan area ibadah agar waktu tempuh tidak terlalu panjang.

Fasilitas seperti minimarket terdekat, restoran keluarga, area lobi yang nyaman, atau ruang terbuka untuk berjalan-jalan juga bisa menjadi nilai tambah. Ketika anak merasa nyaman, orangtua pun bisa beribadah dengan lebih tenang.

Umroh bersama balita mungkin membutuhkan lebih banyak persiapan dibanding bepergian sendiri. Namun, perjalanan ini juga bisa menjadi momen berharga bagi keluarga. Kuncinya adalah fleksibel, tidak memaksakan keadaan, dan menikmati setiap prosesnya. Siapa tahu, justru dari perjalanan inilah Mama dan Papa menciptakan kenangan indah pertama si Kecil di Tanah Suci.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More