Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Obat Penurun Panas Ini Perlu Dihindari saat Anak Demam, Apa Alasannya?
Freepik/user18526052
  • Aspirin tidak disarankan untuk anak demam karena bisa memicu Sindrom Reye yang menyebabkan kerusakan hati dan otak, terutama bila demam disebabkan infeksi virus.
  • Metamizole juga perlu dihindari karena berisiko menimbulkan agranulositosis, yaitu penurunan sel darah putih yang dapat memperburuk daya tahan tubuh anak saat sakit.
  • Obat penurun panas yang lebih aman untuk anak adalah paracetamol atau ibuprofen, dengan dosis disesuaikan usia dan berat badan serta tetap mengikuti petunjuk dokter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat anak mengalami demam, wajar jika orangtua ingin segera memberikan obat penurun panas agar kondisinya lebih nyaman. Namun, tidak semua obat yang dikenal sebagai penurun panas ternyata aman diberikan kepada anak.

Beberapa jenis obat justru memiliki risiko efek samping yang serius apabila digunakan pada anak, terutama ketika demam disebabkan oleh infeksi virus. Karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali kandungan obat sebelum memberikannya kepada anak,

Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan melansir dari penjelasan unggahan Instagram @dr.deviekristiani. 

1. Aspirin dapat memicu Sindrom Reye yang berbahaya

Aspirin, yang juga dikenal dengan nama asetosal atau asam asetilsalisilat, merupakan salah satu obat yang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang sedang mengalami demam. 

Meski sering digunakan sebagai pereda nyeri dan penurun panas pada orang dewasa, penggunaannya pada anak memiliki risiko yang tidak bisa dianggap sepele.

“Karena aspirin dapat menimbulkan ‘Sindrom Reye’, yaitu suatu sindrom yang jarang terjadi namun sangat serius, yang ditandai oleh kerusakan hati,” tulis dr. Devie Kristiani, Sp.A(K), Subsp.HO, Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi-Onkologi, melansir dari penjelasannya di akun Instagram @dr.deviekristiani. 

2. Banyak obat tablet penurun panas ternyata mengandung aspirin

Pixabay/Pexels

Orangtua juga perlu lebih teliti karena aspirin tidak selalu tercantum dengan nama yang mudah dikenali. Cukup banyak obat penurun panas berbentuk tablet yang masih mengandung aspirin sebagai bahan aktifnya.

Bagi yang belum tahu, Sindrom Reye merupakan kondisi yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati sekaligus pembengkakan pada sel otak. Penggunaan aspirin pada anak hanya diperuntukkan bagi kondisi medis tertentu dan harus sesuai dengan petunjuk dokter.

“Penggunaan aspirin untuk demam karena infeksi virus pada anak (seperti flu, cacar air, dan lain-lain) dapat memicu terjadinya sindrom Reye ini. Penggunaan aspirin pada anak hanya ditujukan untuk kasus tertentu dan harus sesuai petunjuk dokter,” lanjutnya. 

3. Metamizole tidak dianjurkan untuk anak yang demam

Freepik/prostooleh

Selain aspirin, obat dengan kandungan metamizole juga sebaiknya tidak diberikan kepada anak. Bahan ini dikenal pula dengan nama metampiron atau dipyrone. 

Kandungannya masih banyak ditemukan pada obat anti nyeri, anti radang, maupun penurun panas dalam bentuk tablet, sirup, hingga injeksi.

“Metamizole tidak disarankan diberikan pada anak karena risiko agranulositosis (penurunan sel darah putih berat) yang bisa makin menurunkan daya tahan tubuh anak ketika terserang infeksi,” ungkap dr. Devie Kristiani, Sp.A(K), Subsp.HO. 

4. Tips memberikan obat penurun panas pada anak menurut dr. Devie Kristiani

Pexels/Gustavo Fring

Sebelum memberikan obat penurun panas kepada anak, ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan agar obat yang diberikan tepat dan aman. Berikut beberapa di antaranya:

  • Mengukur suhu tubuh menggunakan termometer untuk memastikan bahwa anak benar-benar mengalami demam, yaitu ketika suhu tubuh mencapai atau melebihi 38 derajat Celsius. 

  • Timbang berat badan anak agar dosis obat yang diberikan sesuai.

  • Membaca label obat secara teliti, mulai dari memastikan kandungan zat aktifnya dengan menghindari aspirin dan metamizole, memperhatikan kekuatan sediaan obat dalam miligram per mililiter atau per tablet, memahami aturan pemakaian termasuk jeda waktu pemberian, hingga mengecek tanggal kedaluwarsanya.

5. Kategori obat yang aman untuk turunkan demam anak

Pexels/MART PRODUCTION

Jika anak mengalami demam, orangtua dianjurkan memilih obat penurun panas yang memiliki profil keamanan lebih baik untuk anak. Dua pilihan yang umum direkomendasikan adalah paracetamol atau acetaminophen serta ibuprofen.

“Untuk anak yang demam, pilih penurun panas yang lebih aman, yaitu paracetamol (acetaminophen) atau ibuprofen,” pungkasnya. 

Meski begitu , pemberian kedua obat tersebut tetap perlu disesuaikan dengan usia dan berat badan anak agar dosisnya tepat. 

Apabila demam tidak kunjung membaik, berlangsung lebih dari beberapa hari, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera konsultasikan kondisi buah hati kepada dokter agar mendapatkan penanganan sesuai.

Semoga informasinya membantu ya, Ma. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article