Puncak fenomena El Nino di Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus-September 2026 ini, Ma. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih kering dan panas dari biasanya.
Kondisi ini membuat suhu udara di siang hari terasa sangat menyengat, sehingga lebih meningkatkan risiko dehidrasi pada anak-anak.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengungkapkan bahwa anak-anak adalah kelompok paling rentan mengalami dehidrasi karena cadangan cairan tubuh mereka lebih sedikit dibanding orang dewasa.
Selain itu, anak sering kali belum mampu mengenali atau mengungkapkan rasa haus dengan baik. Saat cuaca panas ekstrem, tubuh anak kehilangan cairan lebih cepat sehingga risiko dehidrasi meningkat drastis.
Itulah mengapa orangtua perlu lebih disiplin dalam memastikan kecukupan cairan anak. Nah, melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan 5 tips menghidrasi anak selama badai El Nino berlangsung.
