Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Padel Berkebaya, Cara Baru Perempuan Indonesia Merayakan Budaya

(ki-ka) Ola Harika, Ririn Ekawati, Renitasari Adrian, Anastasia Siantar, Noi Aswari.jpg
Dok. Indonesia Kaya
Intinya sih...
  • Kampanye Kita Berkebaya telah berjalan sejak tahun lalu dengan berbagai aktivasi kreatif dan kampanye di media sosial.
  • Penggabungan kebaya dengan olahraga padel untuk mendekatkan warisan budaya dengan gaya hidup modern.
  • Kebaya dipilih dari bahan ringan dan mudah dipadukan agar tetap nyaman dan stylish saat berolahraga.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebaya kini tak lagi sekadar identik dengan acara formal, seremoni adat, atau momen spesial saja. Lewat inisiatif Padel Berkebaya, Indonesia Kaya menghadirkan cara baru merayakan kebaya sebagai bagian dari gaya hidup aktif generasi muda. Kegiatan ini memadukan olahraga padel, ekspresi diri, hingga hiburan musik dalam satu ruang yang penuh energi dan kebersamaan.

Program Director Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kampanye Kita Berkebaya yang telah digulirkan sejak tahun lalu. Gerakan ini bertujuan untuk mendekatkan kebaya dengan kehidupan sehari-hari perempuan Indonesia, agar tetap relevan, hidup, dan memberikan dampak nyata, baik secara sosial maupun ekonomi.

Berikut Popmama.com ulas mengenai Padel Berkebaya yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) yang bertempat di Bounce, Jakarta.

Table of Content

1. Berawal dari gerakan Kita Berkebaya yang konsisten sejak tahun lalu

1. Berawal dari gerakan Kita Berkebaya yang konsisten sejak tahun lalu

Padel Berkebaya (1).jpg
Dok. Indonesia Kaya

Renitasari Adrian menuturkan bahwa kampanye Kita Berkebaya telah berjalan melalui berbagai aktivasi kreatif. “Dari tahun lalu itu kita jalan-jalan dengan komunitas-komunitas, komunitas otomotif, art job di Jogja, sampai roadshow. Kita juga membuat kampanye di media sosial, film Kita Berkebaya, dan berbagai activation,” jelasnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Indonesia Kaya berupaya menghadirkan kebaya di berbagai ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kini, konsep tersebut dikembangkan lebih jauh melalui Padel Berkebaya, mengingat olahraga padel tengah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya di kota besar.

2. Menghadirkan kebaya di ruang olahraga yang dekat dengan generasi muda

Ola Harika.jpg
Dok. Indonesia Kaya

Menggabungkan kebaya dengan olahraga padel menjadi langkah inovatif untuk mendekatkan warisan budaya dengan gaya hidup modern. “Saat ini padel ini sesuatu yang bagian dari gaya hidup orang-orang di kota besar. Jadi kita pikir, kita coba dengan pedal berkebaya,” ujar Renitasari.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah agar kebaya kembali menjadi pakaian sehari-hari perempuan Indonesia. “Intinya adalah ingin mendekatkan kebaya lebih dekat dengan perempuan-perempuan Indonesia, menjadi pakaian sehari-hari, selayaknya kebaya yang memang dulu dipakai sebagai busana harian,” katanya. Dengan model kebaya yang kini semakin beragam dan bahan yang lebih ringan, kebaya pun terasa nyaman dipakai untuk aktivitas aktif.

3. Mix and match kebaya agar tetap nyaman dan stylish saat berolahraga

Padel Berkebaya (2).jpg
Dok. Indonesia Kaya

Agar tetap fungsional, kebaya yang dikenakan dalam Padel Berkebaya dipilih dari bahan yang ringan dan mudah dipadukan. “Modenya sekarang banyak banget, bahannya juga light, simple, jadi bisa di mix and match. Tetap bawahnya pakai bawahan yang nyaman,” jelas Renitasari.

Pendekatan ini sekaligus mematahkan stigma bahwa kebaya itu ribet dan kurang praktis. “Orang suka bilang, ribet nggak sih pakai kebaya? Tapi sekarang kebaya itu bisa dibuat sporty, nyaman, dan tetap cantik,” ujarnya. Bahkan, beberapa kebaya yang digunakan berasal dari Bali dan bisa dibeli secara online, sehingga semakin mudah diakses oleh generasi muda.

4. Menggerakkan ekonomi UMKM dan penjual kebaya lokal

Titi Kamal.jpg
Dok. Indonesia Kaya

Tak hanya menghidupkan budaya, Padel Berkebaya juga membawa dampak ekonomi nyata. Setiap kegiatan selalu melibatkan penjual kebaya dan UMKM lokal. “Kita ingin kegiatannya ini bisa langsung berdampak ekonomi, baik untuk perajin kebaya baru maupun kebaya vintage yang ada di pasar-pasar,” tutur Renitasari.

Ia juga menambahkan, setiap acara selalu menghadirkan pasar kebaya. “Setiap activation kita pasti ada pasar kebaya, penjual-penjual kebaya kita libatkan. Jadi teman-teman yang tadinya cuma punya satu kebaya, bisa menambah koleksi,” katanya. Hal ini membuat kebaya tak hanya hidup sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai penggerak roda ekonomi kreatif.

5. Kolaborasi dengan figur publik untuk memperluas inspirasi

Noi Aswari.jpg
Dok. Indonesia Kaya

Padel Berkebaya turut dihadiri oleh sejumlah figur publik seperti Ririn Ekawati, Anastasia Siantar, Ola Harika, Noi Aswari, dan Kushandari Arfanidewi. Kehadiran mereka diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perempuan muda untuk mencoba berkebaya dalam aktivitas sehari-hari.

“Harapannya dengan mereka melihat kegiatan ini, fotonya, videonya, mereka jadi kayak, ‘eh lucu-lucu juga ya kalau pakai kebaya,’” ujar Renitasari. Menurutnya, dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, gerakan kecil seperti ini dapat membawa dampak luas dalam menjaga kebaya tetap hidup dan dicintai lintas generasi.

Padel Berkebaya menjadi bukti bahwa kebaya bisa hadir dalam berbagai ruang kehidupan modern, termasuk olahraga dan hiburan. Melalui pendekatan kreatif, kolaboratif, dan inklusif, Indonesia Kaya berhasil menghadirkan kebaya sebagai simbol ekspresi diri, identitas, sekaligus gaya hidup aktif perempuan masa kini. Ketika perempuan bergerak dengan kebaya, di situlah budaya benar-benar hidup dan berkembang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Life

See More

Deretan Nail Art Atlet Winter Olympics 2026, Gaya untuk Kompetisi

11 Feb 2026, 13:57 WIBLife