5 Obat yang Sering Diresepkan Dokter untuk Penghilang Jerawat

Setiap obat jerawat bekerja dengan cara yang berbeda, lho!

4 Desember 2021

5 Obat Sering Diresepkan Dokter Penghilang Jerawat
Pexels/KoolShooters

Kini memang sudah banyak obat atau vitamin yang dijual bebas untuk mengobati jerawat ringan, sedang hingga kondisi jerawat cukup parah. Itu termasuk produk perawatan kulit yang dapat mencegah jerawat.

Sedangkan setiap obat atau produk jerawat bekerja dengan cara yang berbeda. Ini tergantung pada bahan aktif di dalamnya. Salah satunya, yakni membunuh bakteri yang menyebabkan peradangan jerawat.

Nah, mengenai hal tersebut akan Popmama.com  memberikan 5 daftar obat yang diresepkan dokter sebagai pengobatan jerawat. Yuk, cek informasinya!

1. Asam azelaic efektif dalam pengobatan kondisi kulit

1. Asam azelaic efektif dalam pengobatan kondisi kulit
Pexels/Ron Lach

Saat kamu ke dokter mengenai jerawat, biasanya jenis obat yang diresepkan berupa Asam azelaic. biasanya Asam azelaic tersedia dalam bentuk gel, busa dan krim.  

Cara kerja dari Asam azelaic pun dapat membantu mengobati pigmentasi, jerawat dan rosacea. Bahkan peradangan. Pasalnya, Asam azelaic memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang membuat efektif dalam pengobatan kondisi kulit.

Dikutip dari Medlineplus , Asam azelaic termasuk dalam kelas obat yang disebut asam dikarboksilat. Obat ini bekerja untuk mengobati jerawat dengan membunuh bakteri yang menginfeksi pori-pori dan mengurangi produksi keratin.

Editors' Picks

2. Dapsone memperlambat pertumbuhan bakteri jerawat

2. Dapsone memperlambat pertumbuhan bakteri jerawat
Pexels/Monstera

Obat dapsone juga paling sering diresepkan oleh dokter untuk mengobati jerawat dan mengurangi jumlah atau keparahan jerawat. Cara bekerja dengan memperlambat pertumbuhan bakteri dan peradangan.

Bahkan dapson adalah jenis antibiotik sulfon yang dioleskan secara topikal. Khususnya sangat baik untuk mengatasi jerawat inflamasi dan jerawat non inflamasi seperti komedo maupun milia.

Dirilis dari Uofmhealth , sebaiknya ikuti semua petunjuk pada label resep dapson. Jangan gunakan obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang direkomendasikan. Gunakan dapson seukuran kacang polong.

3. Isotretinoin berfungsi untuk menenangkan peradangan

3. Isotretinoin berfungsi menenangkan peradangan
Pexels/Cup of Couple

Isotretinoin adalah retinoid seperti retinol yang berupa turunan dari vitamin A untuk membantu mengobati banyak kondisi kulit, salah satunya jerawat. 

Obat ini biasanya diresepkan dokter karena juga bekerja untuk peradangan dan mengurangi bakteri. Termasuk pengurangan lesi berpigmen dan hiperpigmentasi. 

Diwartakan dari Webmd , isotretinoin yang digunakan untuk mengobati jerawat kistik parah yang tidak merespon pengobatan lain. Cara kerja dengan mengurangi produksi minyak wajah (sebum). 

4. Retinoid merangsang produksi protein kolagen

4. Retinoid merangsang produksi protein kolagen
Pexels/Anete Lusina

Retinoid adalah satu jenis obat jerawat yang juga diresepkan dokter. Biasanya retinoid yang digunakan dalam mengobati jerawat maupun mencegah sel mati menyumbat pori-pori.

Ketika terserap di kulit, retinoid dapat membuka pori-pori dan memungkinkan krim atau gel bekerja lebih baik. Bahkan peradangan dan pembentukan bekas jerawat.

Dilansir dari Medicalnewstoday , retinoid termasuk kelompok obat yang berasal dari vitamin A. Ini membantu kulit mempertahankan dirinya sendiri dengan memicu produksi protein kolagen dan elastin.

5. Spironolactone membersihkan kulit dengan memblokir hormon

5. Spironolactone membersihkan kulit memblokir hormon
Pexels/SHVETS production

Perempuan yang memiliki jerawat di wajah, mungkin dokter akan meresepkan spironolactone. Secara dermatologis, spironolactone dapat mengobati jerawat di wajah bagian bawah, rahang atau leher.

Diinformasikan dari Byrdie , spironolactone bisa membersihkan kulit dengan menghalangi hormon. Itu karena menahan efek androgen (hormon seperti testosteron) pada tubuh. Sedangkan peningkatan androgen dapat meningkatkan produksi sebum. 

Namun seperti kebanyakan produk perawatan kulit, topikal atau oral lainnya. Bahwa kamu harus memberinya waktu untuk bekerja. Spironolactone pun butuh sekitar tiga bulan jika ingin melihat hasilnya. 

Nah, demikianlah 5 obat jerawat yang sering diresepkan oleh dokter. Penggunaan obat jerawat membutuhkan kesabaran, karena hasilnya tidak terjadi secara instan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.