- Asbes
- Radon
- Polusi udara dari kendaraan dan industri
7 Penyebab Kanker Paru-Paru pada Perempuan Meski Tidak Merokok

- Merokok menjadi faktor risiko terbesar kanker paru-paru pada perempuan, bahkan wanita perokok lebih mungkin terkena kanker paru-paru dibandingkan laki-laki.
- Paparan asap rokok (perokok pasif) dan polusi udara dari lingkungan dapat menyebabkan kanker paru-paru pada perempuan non-perokok.
- Hormon, asap dari bahan bakar rumah tangga, riwayat keluarga, dan faktor ras juga berperan dalam meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perempuan.
Selama ini, kanker paru-paru kerap dianggap hanya menyerang perokok, khususnya laki-laki. Padahal, faktanya perempuan juga memiliki risiko tinggi terkena kanker paru-paru, bahkan sebagian di antaranya tidak pernah merokok sama sekali.
Banyak Mama yang belum menyadari bahwa ada berbagai faktor di luar kebiasaan merokok yang dapat memengaruhi kesehatan paru-paru perempuan. Kondisi inilah yang membuat risiko kanker paru sering kali luput dari perhatian.
Agar Mama lebih memahami apa saja pemicunya, berikut Popmama.com rangkum penyebab kanker paru-paru pada perempuan yang penting untuk diketahui sejak dini.
Table of Content
1. Merokok

Merokok tetap menjadi faktor risiko terbesar kanker paru-paru pada perempuan. Zat karsinogen dalam rokok dapat merusak sel paru secara perlahan dan memicu pertumbuhan sel kanker.
Menurut sebuah studi Clinical Lung Cancer tahun 2024, wanita perokok lebih mungkin terkena kanker paru-paru dibandingkan laki-laki yang merokok dengan tingkat yang sama. Studi tersebut mencatat bahwa faktor genetik mungkin menjadi penyebabnya.
2. Paparan asap rokok (perokok pasif)

Mama yang tidak merokok tetap berisiko terkena kanker paru-paru jika sering terpapar asap rokok dari orang sekitar, karena asap tersebut mengandung ribuan zat beracun yang dapat masuk ke paru-paru.
Jika terhirup terus-menerus, zat berbahaya tersebut dapat merusak jaringan paru dalam jangka panjang dan memicu pertumbuhan sel kanker. Inilah alasan mengapa perempuan yang tidak merokok tetap bisa terkena kanker paru-paru.
Bahkan, dilansir dari laman Lung Cancer Group, lebih dari 50 persen perempuan penderita kanker paru-paru merupakan non-perokok, dan sekitar 64 persen kematian akibat kanker paru-paru disebabkan oleh paparan asap rokok pasif.
3. Polusi udara dan zat beracun lingkungan

Banyak kasus kanker paru pada perempuan terjadi akibat paparan polutan lingkungan, seperti:
Bahkan disebutkan bahwa lebih dari setengah perempuan penderita kanker paru adalah non-perokok, sehingga faktor lingkungan memegang peran besar.
4. Hormon dan faktor biologis

Para peneliti masih mempelajari peran hormon estrogen dalam perkembangan kanker paru pada perempuan. Hormon ini diduga dapat memengaruhi cara sel paru bereaksi dan berkembang di dalam tubuh.
Beberapa studi menunjukkan bahwa estrogen dapat merangsang pertumbuhan sel tertentu, termasuk sel yang telah mengalami kerusakan. Kondisi ini berpotensi membuat sel paru lebih mudah berubah menjadi sel kanker.
Meski belum sepenuhnya dipahami, faktor hormon dan biologis diyakini menjadi salah satu alasan mengapa perempuan tetap berisiko terkena kanker paru.
5. Asap dari bahan bakar rumah tangga

Bagi Mama yang sering terpapar asap dari pembakaran kayu, arang, atau bahan bakar tradisional di dapur dengan ventilasi buruk berisiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru.
Paparan asap ini dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari dan berpotensi merusak jaringan paru dalam jangka panjang.
6. Riwayat keluarga

Riwayat keluarga dengan kanker paru dapat meningkatkan risiko perempuan terkena penyakit yang sama. Faktor genetik tertentu membuat seseorang lebih rentan terhadap perubahan sel yang berujung pada kanker paru.
Selain itu, mutasi gen dapat membuat paru-paru menjadi lebih sensitif terhadap zat karsinogen. Akibatnya, paparan yang relatif kecil sekalipun tetap berpotensi meningkatkan risiko kanker paru-paru.
7. Ras

Melansir dari laman Lung Cancer Group, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa 57 persen perempuan Asia penderita kanker paru-paru merupakan non-perokok. Temuan ini menegaskan bahwa kanker paru tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan merokok.
Para peneliti menemukan bahwa perempuan Asia memiliki latar belakang genetik tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, sehingga faktor ras dan genetik turut berperan dalam perkembangan penyakit ini.
Nah, itulah beberapa penyebab kanker paru-paru pada perempuan yang perlu Mama waspadai.
FAQ tentang Kanker Paru-paru
| Apa itu kanker paru-paru? | Ketika sel-sel di paru-paru tumbuh tidak normal dan tidak terkendali, lalu membentuk tumor yang dapat merusak jaringan paru dan menyebar ke bagian tubuh lain. |
| Apa gejala umum penyakit kanker paru-paru? | Gejala kanker paru-paru sering tidak terasa pada tahap awal, sehingga banyak penderita baru menyadarinya saat penyakit sudah lanjut. |
| Kenapa bisa terkena kanker paru-paru padahal tidak merokok? | Seseorang bisa terkena kanker paru-paru meskipun tidak merokok, karena rokok bukan satu-satunya penyebabnya. |














-Z32nSUPgdQzV3W4N9IcxRi7SNvwfiRgZ.jpg)


