Sakit saat Buang Air Kecil, Ini Penyebab dan Cara Mangatasinya

Bisa disebabkan oleh suatu penyakit lho, Ma

15 Februari 2020

Sakit saat Buang Air Kecil, Ini Penyebab Cara Mangatasinya
Unsplash/Juan Marin

Saat melakukan buang air kecil (BAK) mungkin Mama pernah mengalami rasa nyeri, terbakar, atau bau yang menyengat. Kencing yang menyakitkan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal dan bisa saja mengindikasikan kondisi medis pada tubuh. 

Umumnya, nyeri ini dapat berasal dari kandung kemih, uretra, atau perineum. Uretra merupakan tabung yang membawa urin ke luar tubuh.

Sedangkan perineum terdapat di area antara skrotum dan anus pada pria. Pada perempuan, perineum terletak antara anus dan pembukaan vagina.

Kencing yang menyakitkan juga dapat disebut sebagai tanda infeksi saluran kemih (ISK) dan sebab lainnya. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan penyebab, perawatan, dan pencegahan yang dilansir dari berbagai sumber: 

Editors' Picks

1. Penyebab kencing yang menyakitkan

1. Penyebab kencing menyakitkan
Unsplash/Imani

Penyebab rasa sakit yang dialami ketika kencing dapat berbeda antara perempuan dan laki-laki. Menurut Mayo Clinic yang dilansir dari laman Healthline dikatakan bahwa perempuan cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih sehingga rentan terhadap rasa nyeri saat kencing.

Hal tersebut dikarenakan uretra pada perempuan lebih pendek daripada uretra laki-laki.

Uretra yang lebih pendek menyebabkan perjalanan bakteri menuju kandung kemih dapat terjadi lebih cepat.

Selain itu, jika Mama sedang dalam masa kehamilan atau menopause, infeksi ini juga menjadi faktor besar yang menyebabkan infeksi saluran kemih.

Sedangkan pada laki-laki, rasa nyeri saat kencing dapat disebabkan oleh prostatitis. Sebuah kondisi yang disebabkan oleh radang kelenjar prostat.

Peradangan tersebut memicu rasa panas yang terbakar, bau air seni yang menyengat, dan ketidaknyamanan saat buang air kecil.

Adanya infeksi menular seksual (IMS) juga dapat menjadi salah satu penyebab rasa sakit saat kencing. Beberapa IMS yang memicu rasa nyeri tersebut, yaitu herpes genital, gonore, dan klamidia.

Maka, Mama perlu mewaspadai IMS ini karena umumnya timbul tanpa gejala-gejala yang jelas.

Penyebab lain dari kencing yang menyakitkan adalah sistitis, atau radang selaput kandung kemih. Interstitial cystitis (IC) dikenal sebagai sindrom kandung kemih yang menyakitkan.

Gejala IC ditandai dengan rasa sakit disertai nyeri pada kandung kemih dan di bagian panggul.

Terkadang, buang air kecil dengan rasa sakit ini juga dapat terjadi selain karena infeksi. Bisa juga karena pengaruh produk yang digunakan pada daerah genital, seperti sabun, lotion, dan mandi busa.

Pewarna dalam detergen atau produk perlengkapan mandi lainnya juga bisa memicu iritasi yang menyebabkan rasa sakit saat kencing. 

2. Penanganan terhadap rasa sakit ketika kencing

2. Penanganan terhadap rasa sakit ketika kencing
Unsplash/Adam Nieścioruk

Kencing yang menyakitkan dapat Mama ditangani jika melakukan pengecekan segera dengan tim medis. Biasanya dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi rasa nyeri ini.

Salah satunya dengan antibiotik yang dapat mengobati ISK, prostatitis bakteri, dan beberapa infeksi menular seksual.

Dokter juga mungkin akan memberi obat penenang kandung kemih yang telah iritasi.

Sedangkan jika rasa sakit pada kencing disebabkan oleh IC, dokter akan menambahkan antidepresan trisiklik, pentosan polisulfat natrium (elmiron), dan asetaminofen (Tylenol) dengan kodein.

Jika rasa sakit pada kencing disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya akan membaik setelah mengonsumsi obat yang diresepkan dokter. N

jika kencing yang menyakitkan disebabkan oleh sistitis interstitial lebih sulit untuk diobati. Pemberian obat harus dilakukan dengan terapi sesuai saran tim medis.

3. Pencegahan yang dapat dilakukan

3. Pencegahan dapat dilakukan
Unplash/Matthew Tkocz

Kondisi kencing yang menyakitkan sebenarnya dapat dicegah lho, Ma.

Ada beberapa cara yang perlu diperhatikan. Misalnya, dengan melakukan hal berikut:

  • Menghindari deterjen dan perlengkapan mandi beraroma wangi untuk mengurangi risiko iritasi pada organ vital. 
  • Gunakan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS) karena bisa saja infeksi terjadi karena pasangan yang memiliki penyakit kelamin.
  • Makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh juga mungkin memicu rasa sakit saat kencing, maka perhatikan asupan. 

Jika kencing yang menyakitkan sudah terlanjur terjadi, kurangi konsumsi makanan asam untuk menyembuhkan kandung kemih.

Ketika mendapat penanganan medis, cobalah untuk diet hambar agar penyembuhan dapat berjalan maksimal. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.