Pexels/Tima Miroshnichenko
Akalasia adalah gangguan pada kerongkongan (esofagus), yaitu saluran otot yang menghubungkan mulut dengan lambung.
Dalam keadaan normal, otot kerongkongan berkontraksi secara berirama untuk mendorong makanan turun, lalu otot cincin di ujung kerongkongan (disebut lower esophageal sphincter atau LES) akan terbuka agar makanan masuk ke lambung.
Dilansir dari Cleveland Clinic, gerakan dorong otot kerongkongan ini melemah atau bahkan tidak terjadi sama sekali, sementara LES juga gagal terbuka dengan baik.
Akibatnya, makanan dan cairan menumpuk di kerongkongan, bukannya turun ke lambung. Kondisi ini tergolong jarang, hanya menyerang sekitar 1 dari 100.000 orang, dan paling sering ditemukan pada usia 25-60 tahun, meski anak-anak juga bisa mengalaminya.
Dikutip dari Mayo Clinic, akalsia kadang disalahartikan sebagai GERD atau asam lambung naik, padahal sumber masalahnya berbeda. Pada GERD, isi yang naik berasal dari lambung.
Sementara pada akalasia, makanan yang naik balik justru belum sempat masuk ke lambung sama sekali karena tersangkut di kerongkongan.